ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_40



"Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk menjaga wanita baik-baik..apa kau tuli brengsek..jawab hah?" amuk pria itusambil menghajar Arick dengan sorot mata dinginnya.


Bughh...


"Am..pun..tu..an..uhukk"


"Ampun katamu..cih kau pantas mati dari pada mendapatkan ampunan..bangun dan lawan aku brengsek..BANGUN" ujar pria itu


"Ma..af..tu..an uhukk..ma..af..kan..sa..ya..uhukk..arghh" ucap Arick terbata tak berani melawan pria itu.


"Sekarang kau baru minta ampun hah..kemana saja kau selama ini..berapa kali aku ingatkan jangan kasar dan menyakiti wanita baik-baik..apa telingamu harus ku potong dulu baru kau puas dan bisa mendengarku hah..jika saja kau bukan orang terdekatku sudah ku pastikan kau akan bermalam dengan cheetah kesayanganku"


"Maaf tuan..uhukk..saya menye..sal uhukk"


"Sekarang barulah kau menyesal setelah di tinggal pergi..kau dan adikku sama saja..sama-sama bodoh menang ego dari logika..harus ku apakan kau sialan"


Arick hanya diam mendengarkan Gio..ya Gio lah yang berani pada Arick tiada seorang pun yang berani berbuat semaunya sendiri seperti Gio.


Arick sudah menduga cepat atau lambat pasti Gio akan tau..sekarang mencari Zizi akan semakin di persulit oleh Gio..huhh sial kau benar-benar sial hari ini Arick.


.


.


.


"Sekarang ceritakan padaku..sejelas-jelasnya" tekan Gio menuntut penjelasan.


Arick berhenti sejenak lalu dia menceritakan lagi dari dia berpura-pura baik pada Zizi hingga dia tersulut emosi dan menghajar Zizi dengan cambuk hingga gadis itu sakit..lalu puncaknya dimalam menyakitkan dimana dia merenggut kehormatan Zizi dengan paksa karena terbakar hassrat juga obat sialan itu.


Gio..jangan di tanya wajahnya seperti ingin menelan orang hidup-hidup..dia tak menyangka orang kepeecayaannya tega melakukan hal menjijikan dan bodoh seperti itu.


Bughhh.....


"Arghhhhh..uhukk"


"Kau benar-benar bukan Arick yang ku kenal lagi brengsek..sejak kapan kau menjadi bodoh hah..apa kau tak punya otak atau kepalamu terbentur sesuatu hah..kau bisa menghubungiku dan memintaku mencari tau mengenai kematian ibumu bukan malah menghakimi seorang gadis yang tak bersalah..dimana otakmu Arick..dimana brengsekkkkk"


Gio benar-benar marah terhadap sikap bodoh Arick..berapa lama dia ikut dengan Gio kenapa setelah berhenti malah menjadi bodoh begini..astaga ingin sekali dia tenggelamkan si Arick ke kolam Coco.


"Huhh sudahlah..biar aku cari tau mengenai kematian ibumu..jika sampai terbukti gadis itu tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini siap-siap kau mati di tanganku brengsek'


"Baik tuan..saya paham"


Gio bangkit dan menuju keluar dari mansion Arick..Arick dia hanya terduduk tak bergerak..bagaimana jika memang Zizi tidak ada sangkut pautnya dengan kematian ibunya..arghhhh bodoh kau Arick.


Memang jika ego mengalahkan kewarasan semua pasti salah tidak ada benarnya..Arick hanya berharap semoga Zizi mau memafkannya jika memang terbukti tak ada sangkut pautnya.


"Huhhh aku merindukanmu Zi..kapan kau akan kembali padaku hoekkk"


Arick berlari ke arah wastafle dekat dapur..dia kembali merasakan mual di perutnya.