
Seminggu setelah insiden penyusup itu kini baik Zizi maupun Arick sama-sama lebih waspada..Arick pun banyak berubah..tiap malam dia selalu meronda.
Arick tak pernah tidur jika menjelang dini hari..meski sudah ada penjagaan ketat di luar rumah Arick tetap ingin me jaga keamanan Zizi dan kedua jagoannya sendiri.
"Zi Hari ini apa kau bisa datang ke kantor?"
"Ke kantor..untuk apa?"
"Ayolah Zi.. anak-anak juga pasti akan terhibur ..ya..please"
"Huhh baiklah nanti akan aku bawakan makan siang sekalian"
"Thanks honey..I love you full"
"Stop Arick menggelikan"
"Hahah hey jangan begitu..tega sekali sih"
"Sudah sana berangkat"
"Baiklah..ah nanti kau akan ke kantor dengan mobil jemputan yang aku siapkan..kabari jika sudah mau berangkat ok?"
"Baiklah..sudah sana ishhh"
"Kiss nya mana?"
"Ck..jangan sampai teflon ku melayang pada bibir menyebalkan mu itu ya"
"Astaga baiklah..jagoan Daddy..Daddy berbakat dulu ya boys..haha mommy karena mommy kalian sedikit liar sekarang"
"Hey jangan kau kotori pikiran anakku ya"
"Oke honey..maaf ya..aku berangkat jaga diri dan hati-hati"
"Hm..kau juga"
Arick berangkat setelah mendarat kan sebuah kecupan singkat di bibir Zizi.. yang kaget langsung berteriak namun dia kalah cepat karena Arick sudah mengambil langkah seribu yaitu kabur.
Zizi kesal tapi juga tersenyum apalah daya..Zizi mengajak kedua anaknya masuk dan bermain.
*
*
"Baik mister..akan saya sediakan"
"Bagus"
Arick kemudian membaca laporan dari Zemi dan membahas beberapa pekerjaan selagi masih dalam perjalanan.
Sampailah mereka di kantor..Arick dan Zemi bergegas menuju ruangan paling atas.. ada meeting sebentar sebelum jam makan siang maka dari itu dia ingin segera menyelesaikan nya sebelum ketiga kesayangannya sampai di kantor.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang kini waktunya Zizi dan kedua anaknya bersiap-siap untuk ke kantor Arick.
"Sayang-sayangku ayo kita ke kantor Daddy..kita temani Daddy bekerja ya..jangan rewel oke"
Kedua anaknya hanya tertawa karena mereka menganggap Zizi tengah menghiburnya..setelah selesai mengganti baju kedua anaknya kini saatnya Zizi berganti baju agar tak mempermalukan Arick nanti di kantor.
Zizi selesai dengan urusan nya..mereka bertiga turun ke bawah dan menunggu jemputan..Arick sudah mengirimkan pesan agar berhati-hati di jalan.
Arick meminta foto twins karena katanya dia merindukan twins..padahal baru saja tadi pagi dia berpamitan ke kantor..astaga.
Zizi mengirimkan foto twins pada Arick dan di balas dengan emotji hati sebanyak 10 biji.
Jemputan sudah sampai kini Zizi dan kedua anaknya juga kedua pengasuh twins menuju kantor Arick.
Sepanjang perjalanan twins terus mengoceh entah apa hanya mereka yang tau..sesekali Zizi dan kedua pengasuh itu juga tertawa mendengar kedua bocah itu tertawa.
Tak terasa perjalanan begitu singkat kini mereka telah sampai di kantor Zizi menggendong Darren sementara Darrel di stroller tengah terlelap sementara kedua pengasuh nya membawa barang-barang di twins.
Zizi sampai di meja resepsionis dia bertanya apakah Arick ada atau sedang sibuk tapi dibalas jutek oleh si resepsionis.
"Pergi..tuan Arick sedang sibuk jadi jangan mengganggunya..aku tau kau pasti hanya ingin menggodanya kan dengan membawa anak harammu itu..huhh"