
"Mister semua sudah siap" ucap Zemi penuh semangat.
"Bagus..jangan ada kesalahan satupun"
"Siap mister"
Zemi dan Arick menuju kediaman Arick..sudah 2 bulan sejak kedatangan sang ayah kini Arick semakin bergerak dengan cepat untuk memberantas Diesel sang otak di balik semua kejadian yang menimpa nya.
Arick telah melakukan penyelidikan terkait kejadian obat sialan itu ternyata yang melindungi Vanden adalah Diesel.
Klan yang di pimpin Diesel adalah Black Bond termasuk klan yang amat membenci nya.. Black Bond ingin menghancurkan The Dark Evil karena tak terima selalu saja kalah dalam hal apapun.
Arick masa bodoh selama tidak mengusik maka dia akan membiarkan nya saja tapi jika dia sudah di usik maka jangan harap bisa lepas dari cengkraman nya.
"Zemi apa kau sudah mengirimkan foto terbaru mereka?"
"Sudah mister..silahkan di cek dulu ponselnya"
"Astaga kenapa aku jadi lola begini"
Zemi Hanay terkekeh geli melihat tingkah tuannya..Arick melihat ponselnya dan tersenyum..ah dia jadi ingin mencubit mereka.
"Menggemaskan sekali sih kalian..pasti mommy merawat kalian dengan baik kan..sabar ya sayang Daddy sebentar lagi menemui kalian"
Arick gemas dengan kedua anaknya..semakin Mon tok saja..semakin hari rasa rindunya semakin bertambah bahkan membludak.
"Mister sudah waktunya"
"Baiklah..apa di luar sudah aman?"
"Sudah mister"
"Bagus..ayo Zemi kita selesaikan"
"Siap mister"
Arick melangkah mendekati gerbang markas Black Bond..Arick menendang keras pintu gerbang itu hingga terbuka dan menimbulkan suara cukup keras.
"THE DARK EVIL..SERAAANNGGGG"
"HABISKAN TANPA SISA"
Arick berseru memberi tanda pada anak buahnya untuk mulai menyerang kelompok lemah itu..Arick seakan mendapatkan kekuatan tambahan setelah melihat foto kedua anaknya yang menggemaskan.
Dia tak sabar untuk segera menggendong kedua anaknya dan memeluk nya.. bersabarlah sebentar lagi..jika ini selesai maka takkan ada yang berani mengusiknya lagi.
"Mister lantai atas ruangan sebelah kanan di situ Diesel bersembunyi"
"Bagus..ayo ke sana dan jemput dia Zemi"
"Mari tuan"
*
*
Suara ketukan pintu terdengar dari dalam dan membuat seorang wanita yang tengah bermain dengan kedua anaknya menghentikan kegiatan mereka dan melihat siapa yang bertamu.
"Ka..kau Fiora sebentar ada tamu"
"Tamu..siapa Zi?"
"Mana Zizi tau.. sebentar Zizi lihat dulu"
"Tidak usah biar Kaka saja"
"Baiklah"
Zizi kali bermain dengan kedua anaknya sementara Fiora membukakan pintu.
Pintu terbuka dan terlihatlah seorang lelaki paruh baya tengah berdiri dengan gagah di depan pintu rumah Fiora.
"Tuan..besar..mari masuk tuan"
"Apa tidak menggangu?"
"Tidak tuan..kebetulan mereka sedang bermain "
"Terimakasih sudah menjaganya"
"Sudah kewajiban saya tuan besar"
Fiora mempersilahkan tuan besar masuk dan duduk di ruang tamu sedangkan dia membuat minuman dan memanggil Zizi.
"Zi..ada tuan Jarred di luar.
temui lah ajak twins D juga"
"Hah..tuan Jarred..sedang apa dia di sini kau?"
"Sudah sana temui dulu..aku ingin membuatkan minuman untuknya"
"Oke baiklah..ayo sayang-sayangku temui kakek kalian"
Ya Zizi sudah tau jika tuan besar yang sering bertemu dengannya di rumah sakit adalah tuan Jarred ayah Arick sekaligus kakek twins D.
Awalnya Zizi terkejut tapi setelah di beri tau sedikit demi sedikit akhirnya Zizi mau menerimanya dengan tangan terbuka dan mengakui bahwa dia kakek dari twins D.
"Kakek..maaf lama"
"Tidak apa-apa..sini cucuku astaga menggemaskan sekali sih mereka"
"Haha semakin berat kek"
"Kau pintar merawatnya Zi.. terimakasih"
"Sudah jadi kewajiban Zizi dad..tidak apa-apa"
"Zizi apakah jika Arick ingin bertemu denganmu kau mau menemui nya?"