
Hari sudah menunjukkan kegelapannya..jam sudah memperlihatkan waktu nya yang semakin malam.
Arick sudah bersiap dengan stelan jas hitam rapih karena dia akan ke acara pesta pembukaan perusahaan rekannya..dia sebenarnya malas untuk hadir ke acara yang tidak penting menurutnya..dia lebih memilih Zemi menggantikannya.
Namun Arick memikirkan kondisi Zizi yang bisa saja bosan terkurung di mansion selama satu tahunan ini..dia juga kasihan tidak apalah sekali-kali mengajaknya keluar.
Arick terlihat sangat tampan dengan setwlan jas nya itu..setelah selesai dengan penampilannya kini Arick menuju kamar Zizi..dia ingin melihat apakah gadis itu sudah bersiap atau belum.
Arick masuk ke kamar Zizi setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh pemilik kamar.
Arick mematung di depan pintu ketika melihat Zizi yang malam ini begitu cantik..jujur dia akui selama 1 tahun lebih dia tinggal dengan Zizi dia memang kadang terpesona oleh kecantikan gadis itu.
"Sudah siap?" tanya Arick menghilangkan kegugupannya.
"Hm..ya" jawab Zizi singkat.
"Pakai jasku"
"Terimakasih"
Arick mengulurkan tangannya dan Zizi menyambutnya..dalam hati Zizi berkata..bolehkah dia berharap cinta dari Arick sungguh semakin hari dia tak bisa berhenti untuk tak mencintai pria di sampingnya ini.
"Apa gaunnya tidak terlalu terbuka?" ucap Zizi menghentikan langkahnya.
"Ya..tapi sudahlah pakai saja jasku"
"Baiklah"
Dalam hati Arick mengumpat pada Zemi yqng sudah memilihkan gaun sialan ini..dia tak suka tubuh Zizi terekspos banyak mata..entahlah tiba-tiba rasa memiliki muncul di dalam benak Arick.
Arick kesal melihat penampilan Zizi tapi mau bagaimana lagi hanya sebentar dia hanya akan mengucapkan selamat lalu pulang..mungkin dia akam mengajak Zizi menikmati malam berdua di restoran..tidak buruk juga..pikirnya.
Arick dan Zizi telah tiba di gedung dimana acara akan di mulai..Arick menggenggam tangan Zizi dan tak melepaskannya meski banyak di tatap oleh orang-orang yang hadir.
Seorang pria yang usianya tak jauh beda dengannya menghampirinya dan menyambut hangat kedatangannya.
"Tuan Arick akhirnya anda datang juga"
"Ya terimakasih"
"Mari tuan silahkan duduk dan ini...?"
"Ah kenalkan dia kekasih saya Zizi"
Zizi hanya mengangguk..dia senang meskipun Arick berbobong tapi setidaknya dia merasa Arick menjaganya dari lelaki lain.
"Duduklah..jangan makan atau minum yang bukan dariku mengerti?"
"Ya"
Arick tak mau kejadian Zizi keracunan terulang kembali..cukup satu kali dia kecolongan kali ini tidak akan dia biarkan.
Selama acara berlangsung Zizi hanya diam mengamati sekeliling..Arick tampak serius membahas kerjasama dengan tamu dengan jarak yang tak jauh dari tempat Zizi duduk.
Zizi bahkan dapat mendengar ucapan dan obrolan Arick dengan para rekannya..Zizi menikmati acara malam ini..pikirannya sedikit terbuka tidak lagi kalut karena bosan di mansion terus.
"Permisi nona minumannya?" tawar pelayan pada Zizi.
"Tidak perlu..terimakasih"
"Baiklah..permisi"
"Ya"
Zizi menuju kamar kecil karena ingin mencuci wajahnya juga buang air kecil..setelah dia kembali dia melihat gelas jusnya sudah penuh kembali..mungkin Arick yang menganbilkannya.
Arick melihat Zizi ketika Zizi juga tengah melihatnya..mereka tersenyum lalu sama-sama memalingkan wajahnya lagi.
"Sudah?" tanya Zizi pada Arick yang sudah kembali.
"Ya..kau mau makan?"
"Tidak..aku tidak lapar"
Arick mengambil minuman milik Zizi dan menenggaknya hingga tandas.
"Minumanku"
"Sorry..biar ku ambilkan lagi"
"Hm"
Saat Arick hendak bangkit menuju meja minuman tiba-tiba tubuhnya merasa kepanasan juga kepalanya sedikit pusing..dia tak bisa menahan tubuhnya hingga terdudu lagi.
"Arick kau kenapa?" tanya Zizi khawatir.
"Bawa aku pergi dari sini Zi..kita ke kamar 307..cepat"
"Baiklah..ayo"