ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 24



"Arick..apa sudah?" tanya Zizi ketika sampai di depan pintu rumah.


"Honey..sudah sayang..ayo berangkat" ucap Arick menuntun Zizi berjalan dengan pelan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dia inginkan.


"Terimakasih Daddy nya anak-anak..cups" ucap Zizi mengatakan kata terimakasih.


Arick hanya tersenyum mendapatkan kecupan manis di pagi ini..dia senang melihat wajah Zizi berbinar dengan cetusnya..dia akan melakukan apapun untuk senyum Zizi agar tak luntur.


Arick mengendarai mobil nya menuju Timezone yang dimana kedua anaknya tengah berada di sana dengan sang Daddy juga pengasuh nya.


Sepanjang jalan Zizi tak pernah berhenti tersenyum melihat pemandangan di luar mobil..dia merasa sedikit bebas karena boleh keluar meski bersama Arick juga.. setidaknya dia mengurangi stres akibat ulah absurd Arick yang bisa kambuh kapanpun.


"Arick apa masih lama?" tanya Zizi memecah keheningan juga tidak sabar ingin segera memeluk kedua anaknya.


"Sebentar lagi honey..sabar ya..kita akan bertemu anak-anak" jelas Arick yang tau bahwa istrinya itu sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua anaknya.


"Iya Daddy" balas Zizi dengan suara khas anak kecil yang membuat Arick terkekeh lalu mengusap surai kecoklatan milik Zizi.


Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di Timezone..Zizi turun setelah di bukakan pintu mobil oleh Arick..dia suka perhatian kecil dari Arick..dia merasa seperti seorang ratu jika di perlakukan seperti ini.


"Terimakasih sayang" ucap Zizi merangkul lengan Arick dan berjalan bersama.


"Sama-sama honey..ayo kita ke tempat anak-anak" ajak Arick mengecup sekilas bibir Zizi yang sangat menggodanya sejak tadi.


Zizi dan Arick berjalan dengan tangan saling bertautan dan membuat setiap insan yang melihatnya menjadi iri..astaga mereka begitu sweet.


Sebelum sampai di tempat anak-anak Zizi melihat sebuah stand minuman yang ada di seberang mereka..dia begitu ingin meminumnya lihatlah bahkan liurnya sudah ingin menetes.


"Arick..aku mau minuman itu" ucap Zizi sambil menarik lengan Arick.


"Hm..minuman..minuman apa honey?" tanya Arick sambil menoleh ke arah Zizi.


"Baiklah..ayo" Arick mengiyakan saja daripada repot sendiri.


Mereka menuju stand minuman itu di saat mereka tengah asik menunggu minumannya tiba-tiba entah darimana datangnya seorang wanita yang Zizi kenal saat di toko pakaian dan aksesoris anaknya waktu itu mendekati mereka.


"Wah tuan Arick..astaga tidak menyangka aku bisa bertemu anda di sini" ucap wanita itu dengan pakaian yang belum jadi menghampiri Arick tanpa perduli dengan Zizi.


"Honey..ayo sudah" ucap Arick mengacuhkan wanita itu dan menggandeng Zizi dengan mesranya meninggalkan wanita itu.


"Ayo Daddy" Zizi pun tak kalah mesranya dia bahkan mengecup bibir Arick di depan wanita itu dengan pandangan mengejek.


Wanita itu mengepalkan tangan nya melihat pemandangan menyesakkan dadanya..dia benar-benar di buat panas oleh kelakuan Zizi yang tak lain adalah istri dari Arick sendiri.


"Cih nikmati saja hari-hari mu sebelum aku merebut nya darimu sialan" ucap wanita itu menyeringai melihat kepergian Zizi dan Arick.


*


*


"Kau tak apa-apa Fio?" tanya seseorang pria yang saat ini tengah berada di depan Fiora.


"Hm..hanya kesal dengan nya saja..maaf sudah membuat mu menunggu lama Jack" balas Fiora ramah pada pria itu.


"It's ok Fio..Ayo kita berkeliling kebetulan aku sudah sangat merindukan kota ini sejak kepergian kami tempo dulu" ujar pria itu bersemangat menggandeng tangan Fiora.


Fiora hanya pasrah saja menerima perlakuan Jack..tapi tidak dengan sepasang mata yang tampak memerah melihat pemandangan di depannya..dia seakan ingin menghabisi pria yang berani menggandeng tangan Fiora.


"Sialan pria itu..berani sekali menyentuh Fio..awas kau"