ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_47



Puas menyiksa Vanden kini Arick tengah mengasah mata pedang nya yang kurang tajam menurutnya..Arick ingin menyiksa Vanden dengan lebih dari ini tapi sayang Vanden tak bisa lagi bersuara jadi dia memutuskan untuk mengakhiri Vanden dengan cepat.


"Matilah dalam penyesalan brensek..matilah dalam keiri dengkianmu..abadilah di neraka"


Crashhhhh......


Dughhhh.......


Suara benda jatuh yang tak lain adalah kepala dari Vanden yang Arick potong hanya dengan sekali tebas jatuh menggelinding dan langsung di tarik oleh buaya kesayangannya.


Arick tampak puas melihat aktivitasnya..dia membersihkan diri setelah puas memotong-motong tubuh Vanden dan dia lemparkan pada buaya kesayangannya.


"Kalian bereskan aku akan kembali ke rumah"


"Baik tuan"


"Zemi persiapkan mobil setelah aku selesai kita kembali"


"Baik mister"


Zemi langsung menuju keluar villa dan mempersiapkan mobil untuk tuannya..Arick dia membersihkan diri di kamar mandi ruangannya..dia tak mau kamarnya kotor bekas darah dari si brengsek Vanden.


Selesai dengan mandinya kini Arick keluar dari villa dan masuk kedalam mobil dan melesat menuju kediamannya.


*


*


"Zemi apa sudah ada kegiatan terbaru dari mereka?"


"Sudah saya kirim ke ponsel anda mister"


"Benarkah..kenapa tidak bilang Zemi"


"Anda sedang menikmati kegiatan favorit anda tadi mister"


"Huhh baiklah.. terimakasih Zemi"


"Sama-sama mister"


Arick membuka ponsel nya dan melihat pesan dari Zemi..dia tersenyum melihat wajah Zizi yang tengah serius memperhatikan kedua anaknya dan juga kedua anakanya yang semakin aktif.



"Lucu sekali kalian..jangan nakal sama mommy ya"


"Kau semakin bahagia keliatannya Zi..apa aku masih ada harapan untuk bersama dengan kalian?"


Arick mengusap air matanya dan menyimpan kembali ponselnya kedalam saku jaketnya..dia begitu merindukan Zizi dan anak-anak nya tapi apalah daya dia tak di ijinkan bertemu mereka..dia hanya bisa bersabar dan berusaha.


Selama perjalanan Arick sesekali tersenyum mengingat kembali tingkah kedua anakanya yang semakin aktif.. Zizi yang semakin bahagia berbeda ketika dengannya dulu yang selalu memberikan sakit dan luka baik luar maupun dalam.


"Bersabarlah mister sampai dalang di balik kejadian ini lenyap..tentu anda tak ingin membuat mereka dalam bahaya kan mister?"


"Kau benar Zem..hanya saja terkadang aku sangat merindukan mereka..apakah aku masih bisa masuk di tengaj-tengah mereka Zemi?"


"Pasti bisa mister.. berusahalah untuk itu"


"Ya kau benar..aku akan berusaha meraih hatinya meski sulit tapi aku takkan menyerah"


"Itu baru mister yang aku kenal..semoga berhasil mister"


Arick tampak tersenyum setelah berbincang sebentar dengan Zemi..benar kata Zemi dia pasti bisa meraih hati Zizi lagi..dia harus berjuang dan berusaha keras untuk itu.


Sampailah mereka di mansion..terlihat ada sebuah mobil terparkir di depan rumah Arick.


"Mister sepertinya tuan besar datang"


"Ya kau benar..huhhh.. terimakasih Zemi"


"Sama-sama mister"


Arick turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumahnya..dia melihat sang ayah tengah duduk sambil menatapnya tajam.


"Daddy..kapan datang?" sapa Arick bertanya.


"Darimana saja kau?" tanya tuan besar dingin.


"Aku habis menghabisi hama dad"


"Benarkah?"


"Terserah Daddy..kapan Daddy datang?"


"Aku baru saja datang"


"Ada keperluan apa Daddy menemuiku?"


"Banyak..terutama ingin mengahajarmu"


"Wowowow..baiklah kau boleh menghajar ku tapi besok saja karena aku lelah"


"Anak sialan"