ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_67



"Honey..what happen?"


"Nothing"


"Hey jangan bohong kau tidak pandai dalam hal itu kau tau"


"Huhh..pecat resepsionis itu"


"Why honey..apa dia membuat kesalahan?"


"Ya..dia menghina anakmu anak haram dan juga menyebutku pellacur dan jallang"


Wajah Arick menggelap..dia tak menjawab kata-kata Zizi dia langsung berbaik keluar dari ruangannya menuju lobby.


Zizi tau Arick pasti akan murka..dia memanggil sistem twins untuk menjaga twins sementara dia menenangkan Arick yang tengah murka.


Astaga tidak seharusnya dia mengatakan masalah ini..shitt sudah terlanjur lalu bagaimana lagi.


"Sus jaga twins aku akan ke bawah menyusul Arick"


"Baik nona"


Zizi berlari menuju lift khusus..dia masuk kedalam lift dan segera memencet tombol menuju lobby..dia khawatir. akan kehilangan kendali..astaga mulutmu Zizi.


"Siap..bodoh kau Zi..bagaimana kalau Arick lepas kendali dan membunuhnya..arghhhhhh sialan"


Sampailah Zizi di lobby dia melihat Arick tengah mencekik si resepsionis itu..tanpa pikir panjang lagi Zizi berlari dan berusaha melepaskan tangan Arick dari leher si resepsionis itu.


"Arick stop..astaga kau bisa membunuhnya..Arick lepaskan Arick"


"Biarkan dia mati..beraninya mulutmu bicara tidak benar mengenai wanita ku juga anak-anak ku hah?"


"Arick lepaskan.. please"


Arick tak bergeming dia masih mencekik si resepsionis itu hingga wajah si resepsionis itu berubah memucat.


"Astaga Arick..lepaskan Arick..kalau kau tak mau melepaskan nya jangan pernah menemui kami lagi"


melepaskan cekikan nya dari leher si resepsionis itu dan menoleh ke arah Zizi..dia melihat wajah Zizi yang memucat..tubuh Zizi sepertinya bergetar.


"Honey..sorry" ucap Arick sambil merengkuh Zizi.


"Ja..ngan..begi..ni lagi"


"Sesak..Arick..sesak nafasku"


"Hey jangan begini honey..kita ke ruangan ku"


Arick membawa Zizi ke ruangannya..Arick tau Zizi pasti terbayang-bayang akan siksaannya pada Zizi waktu dulu..sial seharusnya dia bisa mengontrol diri lagi di depan Zizi.


"Honey maafkan aku please..jangan begini honey"


Zizi tak menjawab nafasnya semakin sesak..Arick memberikan nafas buatan pada Zizi.. setelah sampai di ruangannya..Arick meminta pengasuh twins meninggalkan ruangannya dan memberi privacy untuknya dan Zizi.


Arick membaringkan Zizi di sofa..Arick mengambil air minum dan memberikannya pada Zizi namun Zizi kesulitan untuk menelan minumannya alhasil Arick meminum minuman itu dan mengalirkannya lewat mulut ke mulut.


Berhasil Zizi terlihat lebih baik..Arick menyesal karena kelepasan di depan Zizi..dia akan belajar lagi untuk menguasai dirinya lain kali agar tak terjadi hal seperti ini lagi.


"Hey you ok..apa perlu aku panggilkan dokter hm?"


"No..cukup istirahat saja"


"Oke mau di sini atau dengan anak-anak?"


"Anak-anak"


"Baiklah..ayo"


Arick mengangkat Zizi dan membaringkannya di sisi ranjang yang kosong di samping twins.. kebetulan ranjang di ruangan Arick muat untuk 4 orang dewasa jadi dia dan Zizi masih bisa tidur di sana bersama twins.


"Istirahat lah..aku di sini akan menemanimu..maafkan aku"


"No..kau tak salah..aku yang salah telah membuat mu marah dan kelepasan"


"Tidak honey..kau jadi begini karenaku..maafkan aku sungguh aku menyesal"


"It's ok Arick"


"Sungguh?"


"Ya dan tidurlah..aku lelah"


"Ok Honey..istirahatlah..love you so much"


"Hm"