
"Maaf adikku yang cantik..sudah jangan nangis lagi..begini Kaka sudah nyaman di sini..maaf ya kaka nggak bisa kasih tau dimana Kaka berada karena kaka butuh waktu sayang..maaf ya jangan sedih nanti kalau Kaka udah bisa menetralisir emosi dan perasaan kaka,Kaka bakal kasih tau dimana Kaka saat ini..ingat sayang jangan cari tau keberadaan Kaka karena kamu dan suami mu itu nggak bakal bisa nemuin lokasi kaka" jelas Fiora pada Zizi yang masih asik menangis dan cemberut.
Zizi kesal mendengar kata-kata Fiora.. apa-apaan Fiora itu..kenapa malah dia menutup semua akses nya agar bisa menghubungi nya.. benar-benar menyebalkan.
"Jahat huhuhu" ujar Zizi masih menangis.
"Astaga sudah malu lah masa mau punya 3 baby masih cengeng sih..nggak lucu loh Zi" ejek Fiora yang membuat Zizi makin mencebik kesal.
"Udah ah nyebelin.. hati-hati di sana..jaga diri dan jangan lupa tetep kabarin aku..inget kalau aku melahirkan Kaka harus dateng aku akan sangat marah kalau Kaka lupa dan nggak datang saat aku menjalani persalinan besok..awas loh" ujar Zizi mengancam Fiora agar mau datang saat dia persalinan beberapa waktu lagi.
"Iya bumil tenang aja aku akan datang melihat keponakan aku" janji Fiora dna mengakhiri sambungan telefon dengan Zizi.
*
*
"Kamu yakin Fio mau dateng saat Zizi melahirkan?" tanya Jack pada Fiora yang sedari tadi mendengar kan obrolan mereka berdua.
"Iya Jack..mana mungkin aku nggak dateng..nggak apa-apa aku juga akan sangat merindukan Zizi..selama ini aku selalu bersama dia dari awal twins D sampe sekarang" jelas Fiora pada Jack agar Jack paham seberapa dalam persahabatan di antara mereka.
"Baiklah.. aku akan menemani mu di saat kau akan kembali..tenang aja aku akan menjaga mu dari si bajingan itu..jangan sedih lagi..Fiora ku bukan gadis cengeng" ucap Jack menghapus kesedihan di wajah Fiora.
Fiora tersenyum dan setidak nya dia terhibur dengan cara Jack..dia beruntung bertemu dan di pertemukan dengan Jack takdir benar-benar tidak ada yang bisa menebak..jalan hidup yang dia kira sudah tak ada lagi harapan ternyata masih ada setitik cahaya di ujung nya.
*
*
"Ice cream..mau" ucap Zizi dengan mata berbinar.
Arick terkekeh melihat wajah menggunakan Zizi yang setuju untuk membeli ice cream..astaga istri nya itu benar-benar lucu kalau sedang begini.
Arick dan Zizi berangkat menuju tempat dimana ice cream yang Zizi inginkan..Zizi sangat senang bisa membeli ice cream itu lagi..sampai lah mereka di tempat itu Zizi menggandeng Arick menuju outlet ice cream itu dengan wajah berbinar-binar.
"Mba ice cream coklat nya satu sama vanila satu ya topping nya Almond ya mba..jangan lama" ucap Zizi memesan ice cream itu dengan semangat.
Arick terkekeh geli melihat wajah berbinar Zizi ketika memesan ice cream itu..astaga dia baru tau bahwa tadi istri nya kan sedang sedih tapi lihat lah sekarang bahkan gurat kesedihan tak tampak lagi di wajah nya.
"Ini mbak pesanan nya.. terimakasih atas kunjungan nya" ucap penjaga outlet itu ramah.
"Sama-sama mba" balas Zizi tak kalah ramah.
Sedangkan Arick tak perduli dia hanya fokus pada Zizi..dia senang istri nya tak lagi sedih.
"Ayo duduk" ajak Arick melihat salah satu meja kosong di sekitar outlet itu.
Arick dan Zizi duduk dengan tenang dan Zizi nyali memakan ice cream nya dengan semangat..tak lama Arick ijin ke toilet.
Selama Arick di toilet Zizi diam dan memakan ice cream itu dengan lahap..namun ketenangan itu harus terusik kala seseorang mengambil satu ice cream milik Zizi dan menjatuhkan bahkan dia injak dengan sepatu nya..Zizi terkejut dia marah karena ice cream itu belum dia sentuh sama sekali.
"Kau..berani nya kau" ujar Zizi geram.