
2 bulan sudah usia pernikahan Arick dan Zizi selama dua bulan itu juga kesengsaraan bagi Arick karena harus memenuhi ngidamnya Zizi yang dulu tidak dia jalani karena sewaktu hamil twins Arick tidak berada di dekat Zizi hingga proses persalinan.
Kini saatnya Arick mendapatkan balasan dari baby kedua yang akan membalas semua kelakukan sang Daddy di masa lalu maupun masa sekarang.
Sepertinya si baby dendam sama Daddy Arick.
"ARICKKKKKKK.. Arickkkkkkk" teriak Zizi kala tak menemukan keberadaan suaminya.
Di tangan Zizi sudah ada seperangkat alat make up yang sudah siap untuk dia poleskan pada wajah tampan Arick.
Arick sengaja kabur agar tidak mendapatkan penyiksaan lagi setelah kemarin dia harus menguncir rambutnya juga memakai bandana bahkan memakai pakaian serba merah serta berdandan ala perempuan lengkap dengan rambut palsu nya..hilang sudah titel nya sebagai mafia king.
Kini Zizi hanya ingin memoles asal wajah Arick karena baby maunya begitu entahlah mungkin baby dendam sama Daddy nya..haha hahah.
"Ishhh berani-beraninya dia kabur..sialan emang..awas aja nanti kalau pulang huh lihat aja" Zizi
Zizi kembali ke kamarnya dan mengembalikan alat-alat make up itu..dia hanya memegang ponselnya dan melihat potret pernikahan mereka dua bulan lalu..di tersenyum melihat betapa tampannya dan bahagia nya Arick setelah tau dia mengerjai nya..bahkan sampai menangis dan duduk di lantai altar sambil menendang-nendang kan kakinya.. persis seperti bocah.
Zizi menggulir gambar yang ada di ponsel nya dan seketika dia tertawa kala melihat penampilan Arick dari dua bulan yang lalu di saat dia ngidam.
Itulah kira-kira beberapa foto yang Zizi lihat saat ini..Zizi terpingkal melihat hasil karyanya juga kerjasama atas dirinya dengan sang baby di perutnya..dia usap perutnya dan berkata dengan lembut.
"Baby sepertinya kamu suka Daddy tersiksa ya..baiklah ayo terus siksa Daddy sampai puas..mommy sayang baby.. sehat-sehat ya sayangnya mommy" Zizi
*
*
Arick sudah kembali saat dia merasa sudah aman..dia tidak berniat kabur tapi otaknya memaksa nya untuk kabur jadilah Arick mengikuti otak sialan nya.
"Semoga Mahmud nggak ngamuk..ini salahmu otak sialan.. hishhh" Arick
"Honey..honey..kau dimana sayang?" Arick
Arick mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar namun tak ada sesiapapun.. akhirnya Arick melihat pintu balkon kamar tampak terbuka dia tau pasti Zizi sedang di balkon.
Arick menuju balkon untuk bergabung dan meminta maaf pada istrinya setidaknya balasnya Mahmud akan di kurangi jika dia minta maaf dengan tulus.
Pintu balkon terbuka dan masuklah Arick..dia melihat Zizi sedang melirik tajam..astaga kenapa dia jadi takut akan lirikan Zizi..huhh reaikomu bodoh kau yang membuat nya menjadi macan.
"Honey..sedang apa?" Arick
Zizi tak menjawab dia kembali melihat pemandangan luar yang menurut nya indah..menenangkan tapi sekejap hilang karena kehadiran Arick suaminya yang menyebalkan.
"Untuk apa kembali..pergi dan jangan pernah kembali lagi" Zizi berucap datar nan dingin mengandung ancaman.
"Honey maaf..aku tak bermaksud kabur tapi otakku yang memaksaku untuk kabur..maaf honey" Arick beralasan.
"Aku bukan honey mu" Zizi
Arick gelagapan dia segera meraih tangan Zizi meski awalnya Zizi menepis tapi berhasil Arick tangkap.
"Honey maafkan aku..hukum aku honey..asal kau tak marah please " Arick
"Baiklah..kau mau aku memaafkan mu?" Zizi
"Ya honey..katakan kau mau aku melakukan apa hm..katakan honey aku pasrah" Arick
"Baiklah..aku mau mendandani mu" Zizi
"What's?" Arick
"Kenapa..menolak?" Zizi
"Ti..tidak honey..ba..baiklah" Arick pasrah.
Zizi tersenyum dan masuk untuk mengambil alat-alat make up-nya..dia tidak sabar menuruti keinginan anaknya.