
"Apa keuntunganku jika membantumu?"
"Kau akan mendapatkan apa yang kau mau"
"Contohnya?"
"Perusahaannya atau bisa jadi wanitanya karena dia saat ini sedang dekat dengan seorang wanita"
"Woahh sepertinya menarik..baiklah aku akan membantumu"
"Terimakasih kawan kita pasti akan berhasil jika bersama"
"Ya dan aku mau wanita itu menjadi milikku apa kau punya fotonya aku sangat pwnasaran dengan wanita si bajingan itu"
"Tentu saja punya..sebentar"
"Ini wanita dari si brengsek itu..aku yakin kau pasti puas jika bermain dengannya"
"Ya kau benar..melihat fotonya saja sudah membuatku bergairrah..aku tidak sabar untuk segera mencicipinya"
"Kau harus bersabar karema pengawalan nya sekarang jauh lebih ketat dari sebelumnya..tunggu kabar dari anak buahku yang menyamar menjadi bodyguard wanita itu"
"Kau memang cerdik Vanden..aku percaya padamu dan akan ku kerahkan seluruh kekuatanku untuk menghancurkan dan melenyapkan si brengsek itu"
"Terimakasih Diesel kau yang terbaik"
Mereka berdua tertawa dengan senang karena mereka yakin bahwa mereka akan berhasil melenyapkan Arick rival sesama kelompok Mafia bahkna bisnisnya juga.
Diesel adalah ketua klan mafia Black Bond yang tak terima akan ketenaran The Dark Evil..kelompok yang dia pimpin selalu berada jauh di bawah kelompok yang Arick pimpin..Diesel tak menerima kekalahan apapun akan dia lakukan untuk menghabisi Arick.
Setelah mereka mengatur rencana dwngan matang kini keduanya hanya bisa menanti kabar dari anak buah Vanden yang bertugas menyamar menjadi bodyguard Zizi.
"Sebentar lagi kau akam lenyap dari bumi ini brengsek..kau akan merasakan sakit yang teramat dalam seperti yang wanitaku rasakan..Fema istirahatlah yang tenang di sana aku akan membalaskan setiap sakit yang kau rasakan pada si brengsek itu..aku berjanji Fema"
*
*
*
"Arick kau mau ke kantor?"
"Tidak hanya saja aku bosan di rumah"
"Lalu?"
"Ishhh sudahlah lebih baik kau berangkat saja"
"Baiklah..jangan kemana-mana tanpa pengawal"
"Iya tuan cerewet"
Arick berlalu setelah mengacak-acak rambut Zizi..setwlah di mobil Arick segera mengambil tisue basah dan melap tangannya agar tak tersisa bekas Zizi di tubuhnya.
"Sabar Arick..dia sudah mulai mengingat masa lalunya..kau hanya perlu bersabar sebentar lagi dan balas dendammu akan sempurna"
Arick menuju kantor di antar supir..dia sedang malas menyetir entahlah akhir-akhir ini dia selalu malas memegang yang namanya setir mobil.
Sampailah Arick di kantor..Zemi mendekati Arick dna membisikkan sesuatu dan seketika air muka Arick berubah menggelap..entah apa yang Zemi bisikkan hingga membuat Arick terlihat sangat marah.
"Persiapkan segalanya..nanti malam kita akan berburu Zemi"
"Baik mister laksanakan"
Zemi menuju ruangannya dan menghubungi semua anak buahnya untuk menyiapkan apa yang Arick butuhkan untuk nanti malam.
Zemi juga sudah lama tak berburu dengan Arick..dia rindu masa-masa dimana Arick bukanlah Arick yang sekarang sebelum ada Zizi tapi Arick yang tak kenal iba.
"Aku harap mister tak sampai melukai dirinya sendiri..tuhan berikanlah kebahagiaan pada mister"
Setelah selesai menghubungi anak buahnya Zemi mulai melanjutkan tugasnya yaitu berkutat dengan setumpuk dokumen di atas meja kerjanya.
"Ok Zemi waktunya bekerja lagi"
*
*
Sementara itu Zizi di rumah sudah seperti cacing kepanasan yang bolak balik deoan belakang hanya untuk menghilangkan bosannya.
"Arghhh Arick kau benar-benar menyebalkan..aku bisa mati bosan di rumah sebesar ini..ishhhh"
Zizi memilih membuat kue di rumah sekalian menghilangkan bosannya..dia juga sempat berbelanja di minimarket dekat rumah Arick tentunya dengan pengawalan seperti seorang putri kerajaan.