ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 23



"Kau..huhh terserah anda" Fiora sudah lelah menghadapi Zemi yang terkesan tidak jelas.


Fiora melewati Zemi kemudian menuju meja kerja Zemi dan menekan sebuah tombol yang terdapat di sisi meja..pintu tak lagi terkunci karena tombol itu gunanya untuk membuka dan mengunci otomatis pintu ruangan itu.


Saat hendak berbalik untuk keluar dari ruangan Zemi tiba-tiba tangannya di cekal oleh Zemi..spontan Fiora berhenti dan menatap tajam tangan Zemi yang menahan lengannya.. sebenarnya apa sih mau si kaku ini.


"Apa maumu?" tanya Fiora yang sudah hampir kehilangan kesabaran nya dengan sikap menyebalkan Zemi.


"Kau" balas Zemi santai.


"Jangan gila Zemi.. aku dan kau tidak sedekat it_mpppppp" Fiora.


Belum selesai Fiora berucap bibirnya sudah di bungkam lebih dulu oleh Zemi..Fiora tentu saja terkejut dengan aksi Zemi yang tiba-tiba namun segera dia tersadar dari rasa terkejutnya.


"Emppp..empppp" Fiora memukul dada Zemi agar menghentikan aksinya juga mendorong tapi tenaga nya kalah kuat.


Zemi menghentikan ciumannya setelah merasa Fiora sudah lebih tenang..dia perlahan melepaskan pagutannya dan menatap mata Fiora.


"Sudah tenang..duduklah dan katakan" ucap Zemi sambil menghapus bekas saliva nya di bibir Fiora.


"Sialan kau..siapa yang menyuruhmu melakukan ini hah..kau pikir aku apa Zemi kau pikir aku wanita murahan yang dengan mudahnya kau gagahi seenaknya lalu kau buang lagi begitu hah..kau dengan pria brengsek di luaran sana tak ada bedanya sialan..aku harap aku tak pernah bertemu dengan mu lagi setelah ini" ucap Fiora menuangkan kekesalannya kemudian keluar tanpa memperdulikan panggilan Zemi.


Sampai di ruangannya Fiora mengunci pintu dan masuk kedalam kamar mandi..dia merasa hanya menjadi bahan pelarian sambil Zemi menunggu cinta pertama nya kembali dia benar-benar kecewa.


"Sialan kau Zemi.. sialannnn" jerit Fiora dalam kamar mandi.


*


*


"Baiklah bersiap lah..kita ke rumah Daddy eh salah di Timezone" ucap Arick.


"Timezone..siapa saja?"


"Daddy,twins dan pengasuh juga ada pelayan"


"Ouhhhhh ayo kesana"


"Baiklah gantilah dengan baju yang tidak membuat mu kepanasan honey"


"Aku tau bawel"


"Hahaha..baiklah.. aku sudah siap aku kebawah dulu ya honey"


"Oke"


Arick turun dan memanasi mobil nya..sejak tadi pagi mereka tidak kemanapun jadi mobil nya harus di panaskan..dia memang menggunakan jasa supir tapi ketika hari kerja saja jika hati biasa maka dia akan tetap mengendarai mobil nya sendiri.


Zizi telah selesai dengan pakaian nya..dia hanya memakai dress hamil yang memudahkan nya untuk bergerak..itu semua Arick yang memilihnya Zizi bahkan tidak tau kapan Arick membeli pakaian itu.


Arick bahagia bisa memiliki Arick di saat kehamilan ke dua nya setidaknya untuk mengganti kan waktu yang dulu terlewatkan..dia tidak apa-apa jika harus membesarkan anak-anaknya sendirian tapi seperti nya tuhan masih sayang padanya hingga mengirimkan Arick di saat yang tepat.


"Arick..apa sudah?" tanya Zizi ketika sampai di depan pintu rumah.


"Honey..sudah sayang..ayo berangkat" ucap Arick menuntun Zizi berjalan dengan pelan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dia inginkan.


"Terimakasih Daddy nya anak-anak..cups" ucap Zizi mengatakan kata terimakasih.