
Di pusat perbelanjaan Arick memeluk wajahnya karena kesal dengan Zizi yang sangat sibuk sama lama hanya menimbang-nimbang barang yang satu dengan yang lain.
Apakah semua perempuan begini jika sedang belanja lama dan banyak berpikir..huhh baiklah terserah kaum hawa saja.
Arick hanya bertugas membawa troli belanja dengan mengikuti langkah Zizi..kemana Zizi melangkah maka dia akan mengikuti nya bagaikan buntut yang selalu mengikuti sang pemilik.
"Honey cepatlah kau tinggal pilih keduanya jika suka sayang..sudah 20 menit lebih kau hanya menimbang-nimbang barang itu" protes Arick karena sudah bosan melihat Zizi hanya memilih dan memiliki tanpa membuat keputusan.
"Diamlah kalau tidak iklas mengajakku berbelanja bilang saja..huhh sudahlah aku mau pulang" kesal Zizi karena konsentrasi nya memilih di ganggu moodnya hancur sudah rasakan pembalasan mu Arick.
Arick tentu saja gelagapan..astaga mulutmu memang tidak bisa sortir dulu Arick..lihatlah bumil sudah merajuk akan sangat bahaya bagi kelangsungan jatah mu.
"Honey maaf sayang baiklah aku akan diam saja dan mengikuti mu kemanapun..ayo sayang belanja lagi ya apapun untuk mu sayang pleaseee jangan marah hm?" bujuk Arick sekuat tenaga agar bumilnya tidak marah lagi.
"Kau membuat moodku hancur aku tidak ada niat berbelanja lagi..pulang sekarang aku lelah" ucap Zizi semakin membuat Arick gelagapan.
Ayo Arick berfikir buat moodnya kembali.
"Honey bagaimana kalau beli baju untuk twins hmm..Ayo sayang aku janji akan diam saja dan menuruti mu hmm..ayolah honey kita belum pernah membelikan baju untuk twins" ajak Arick berusaha membujuk Zizi.
Zizi tampak diam sejenak..benar juga dia dan Arick kan belum pernah berbelanja berdua dan membelikan baju untuk twins..baiklah setidaknya demi twins dia hilangkan dulu marahnya.
"Baiklah" Zizi setuju dan Arick bersorak dalam hati selamat.
Zizi diam saja membiarkan Arick memeluk pinggang nya dia juga suka dengan perlakuanArick yang seperti ini..astaga padahal dia tadi sedang merajuk tapi lihatlah sekarang huhh memang bumil is number one.
Sampai lah mereka di jajaran pakaian anak-anak..Zizi berbinar seketika melihat betapa banyaknya pakaian anak-anak yang ada di sana dengan berbagai model..astaga dia ingin memborong semuanya tapi tidak mungkin.
"Woahhh lucu-lucu sekali Arick..aku ingin memborong semuanya tapi tidak bisa nanti siapa yang akan memakainya" ucap Zizi.
"Jika kau mau aku bisa memborong semuanya honey" ujar Arick enteng.
"Tidak..tidak..tidak usah Arick..kita pilih beberapa saja yang sekiranya di pakai anak-anak" Zizi menolak cepat sebelumArick benar-benar memborong nya.
Arick memilih pakaian anak perempuan karena dia yakin anaknya kali ini adalah Princess..entah dapat wangsit darimana sehingga dia begitu yakin bahwa anaknya yang ini adalah perempuan.. suka-suka elu dah bang Arick.
Zizi..dia tengah asik memilih pakaian anak laki-laki..dia sangat antusias juga dalam memilih aksesoris seperti bandana dan jepit rambut untuk anak perempuan dia hanya berharap semoga anaknya yang sekarang perempuan..pleaseee Thor kabulkan ya.
Lihat aja nanti ya bumil😋.
Di saat Zizi tengah memilih beberapa bandana tanpa sengaja dia di senggol seseorang dan itu hampir saja membuat nya terhuyung jika dia tidak segera berpegang pada rak aksesoris.
"Kalau jalan lihat-lihat dong..dasar miskin" hina orang itu karena Zizi memilih bandana. yang harganya lebih murah tapi memang bentuknya lucu-lucu saja.