
Setelah drama cream soup..Arick dan Zizi kini tengah duduk-duduk santai di teras rumah dengan perut Zizi yang sudah semakin terlihat buncit.
Usia kehamilan Zizi sudah menginjak 3 bulan dan itu membuat Arick begitu posesif tak membiarkan istrinya sendirian di rumah.. Zemi menjadi korbannya untuk mengurus perusahaan di negara itu.
Percintaan Zemi dan Fiora tidak semulus jalan tol karena naik Zemi maupun Fiora mereka sama-sama mengedepankan ego masing-masing tanpa perduli perasaan masing-masing.
Zizi dan Arick hanya bisa menasehati mereka karena ini bukanlah ranah mereka yang wajib ikut campur..biarkan mereka menyadari perasaan masing-masing..kehilangan akan membuat mereka sadar.
Skip.....
"Arick ayo jalan-jalan ini sudah sore" ajak Zizi.
"Sebentar honey.. jaketnya pakai dulu sayang..dan ini sepatu nya aku tak mau kau kesakitan jika menggunakan sandal rumah saja..sarung tangannya juga jangan lupa di pakai honey nanti kau kedinginan" ujar Arick memakai kan berbagai peralatan hanya untuk jalan sore.
Zizi begitu ingin melempar Arick ke kolam piranha agr di makan habis karena dia begitu jengah dengan sikap Arick yang kelewat posesif..ini hanya jalan sore..oh c'mone Arick..kau membuat bumil hampir saja menelan mu hidup-hidup.
Bagaimana tidak ingin menelan Arick hidup-hidup..lihatlah ini hanya jalan sore bukan melawan penyakit..Zizi sudah seperti memakai APD lengkap..kaos kaki,sepatu,jaket tebal yang menyesakkan,sarung tangan , masker,juga topi,astaga dia sebenarnya mau jalan sore atau menghindari penyakit sih.
"Arick..kau menyebalkan..aku hanya ingin jalan sore bukan menghindari penyakit atau panas matahari" kesal Zizi.
"Tidak honey.. aku tak mau kau kedinginan aku mau kalian selalu hangat" ujar Arick kekeh.
"Huhhhh..sudahlah tidak usah jalan-jalan sekalian" Zizi merajuk.
Arick menuju kamar untuk membujuk bumilnya..dia sudah menyiapkan jurus yang mampu membuat bumilnya luluh.. sampailah Arick di depan pintu kamar mereka.
Ceklek......
"Honey" panggil Arick.
Zizi hanya diam tak menjawab..dia masih kesal dengan Arick yang menyebalkan baginya..hormon kehamilannya membuat dirinya begitu tak menentu..kadang dia merasa tidak di perhatikan tapi kadang juga dia merasa terkekang padahal itu semua hanya demi kebaikan nya dengan anak dalam kandung nya.
"Honey maaf..ya sudah hanya pakai jaket saja deh..jangan ngambek cintaku..hm?" Arick melancarkan aksinya membujuk bumil yang tengah merajuk.
"Benar hanya jaket?" tanya Zizi sekali lagi memastikan.
"Iya honey.. jangan ngambek ya bumil nggak boleh ngambek nanti baby sedih" ucap Arick membenarkan.
"Baiklah..mana jaketnya" akhir nya Zizi tidak ngambek lagi dan usaha Arick berhasil..selamat.
Arick menyerahkan jaketnya pada Zizi sekalian memakai kan nya..dia dengan telaten memakaikan jaket itu dengan penuh perasaan cinta dan kasih sayang..Arick benar-benar menjaga Zizi agar tidak sakit dan dia yang akan memastikan nya sendiri.
"Ayo jalan sore..baby pasti akan senang..Hay Princess Daddy kamu senang kan kita mau jalan sore..maaf ya Princess Daddy tadi menyebalkan" ucap Arick mengecup perut sedikit buncit milik Zizi.