ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_84



"Zi..bagaimana..kau harus menerimanya karena aku tidak menerima penolakan" Arick


Plakkkk....


Sebuah pukulan mendarat di bahu Arick..Zizi kesal karena masih belum bisa menerima yang dia lihat.. astaga jadi seharian ini dia di kerjai..baiklah akan dia balas semua kelakuan menyebalkan mereka.


Zizi tidak menjawab..dia meninggalkan semua orang yang ada di ruangan itu..jujur dia tersentuh dengan cara Arick melamarnya astaga dia tidak menyangka bahwa Arick bisa melakukan hal ini meski terkesan memaksa tapi dia suka.


Semua orang yang ada di ruangan itu melongo karena Zizi menggantung Arick..dia belum menjawab tapi sudah di tinggal pergi..Arick kelabakan dia mengejar Zizi tapi kalah cepat dengan gerakan Zizi.


Pintu sudah tertutup rapat Arick bahkan tak bisa menemukan dimana kunci serep kamar mereka..astaga jangan sampai ketakutannya terjadi..sialan ini semua gara-gara orang-orang menyebalkan itu.


"Zi buka pintunya honey..maafkan aku sayang pelase honey" Arick


"Honey buka sayang..maafkan aku,aku hanya mengikuti rencana mereka untuk membuat drama ini..Zizi please buka honey" Arick


"PERGIIII" Zizi


Jujur dalam kamar Zizi ingin sekali tertawa mendengar ocehan Arick di luar pintu..dia jadi ingin memeluk Arick kalau begini tapi tahan Zi biarkan mereka mendapatkan balasan darimu dulu.


Seenaknya membuatnya hampir mengamuk sekarang malah membuatnya hampir terbahak.. benar-benar biarkan saja sedikit balasan tidak masalah bukan hahaha.


Arick masih menunggu di depan pintu bahkan tubuhnya sudah menempel di daun pintu tak ingin kemana-mana.


"DADDYYYYYY INI SEMUA SALAH KALIAN..ARGHH ZIZIIIIIII BUKA SAYANGGGGG HIKS JANGAN BEGINI" Arick


Zizi ingin tertawa mendengar teriakan yang terdengar rengekan di telinganya dari mulut Arick..astaga benarkah itu Arick.


"DIAM ATAU AKU PERGI DARI RUMAH JIKA KAU MASIH BERISIK" Zizi


Arick langsung kicep tak berani bersuara..sekarang apapun keinginan Zizi akan dia turuti asal Zizi masih stay di rumah nya..apapun itu.


"Apa akting kita berlebihan?" Genie.


"Iya apa drama yanga kita mainkan terlalu bagus?" Via.


"Sepertinya kau harus membujuk lebih ekstra lagi ka" Gia


"Hey sudah sepertinya dia hanya belum bisa menerima yang dia alami saja..sabar ka Arick nanti juga akan baik dengan sendirinya" Gian.


Arick hanya diam sambil sesekali menghapus lelehan bening yang keluar dari pelupuk matanya..sungguh bukan malu yang Arick rasakan tapi ketakutan akan di tinggal Zizi.


Arick turun dan melihat twins D yang terlelap di kamar tamu..jangan sampai Zizi marah dan membawa anak-anak..tidak.. dia tidak sanggup tapi bagaimana jika benar terjadi..arghh bisa gila dia.


Arick mendekap anak-anaknya dengan penuh kasih sayang..dia kecup kedua pipi gembul nya..sungguh jangan sampai ketakutan nya itu terjadi..dia akan membujuk Zizi besok agar Zizi mau memaafkan nya.


Di ruang tamu....


"Jarred bagaimana kalau Zizi tidak menerima Arick?" tanya Rey.


"Entahlah tuan..saya tidak tau sepertinya drama kami berlebihan" tuan Jarred.


"Hey sudah berkali-kali aku ingatkan jangan memanggilku dengan tuan..kau ini" Rey.


"Hahah baiklah.. aku hanya terbiasa memanggilmu dengan sebutan tuan..mungkin sudah kebiasaan sejak dulu" tuan Jarred.


"Sekarang kau adalah keluarga Wilson..kau dan aku sama tidak ada yang berbeda" Erick.


"Terimakasih sudah menerimaku di keluarga kalian" tuan Jarred.


Mereka masih membahas bagaimana caranya membuat Zizi memaafkan mereka sungguh mereka tidak nyaman dengan rasa bersalah sekarang karena sudah keterlaluan dengan Zizi..semoga besok Zizi bisa menerima permintaan maaf mereka.