
Arick tiba-tiba mengepalkan tangannya tak suka mendengar pernytaan rekan bisnisnya itu..sial apa maksud rekan bisnisnya itu..kenapa suasananya begitu menjengkelkan.
"Maaf saya ti__" belum selesai Zizi berucap Arick terlebih dulu memotongnya.
"Dia kekasih saya taun Rion" ucap Arick begitu tenang dengan sorot mata tajamnya.
Sontak Zizi dan tuan Rion menolehkan pandangannya pada Arick..terlihat sorot kekecewaan pada pandangan tuan Rion tapi berbeda dengan pandangan Zizi..dia melihat Arick tapi sekejap dia paham maksud dari ucapan Arick.
"Benarkah begitu nona Zi?" tanya tuan Rion memastikan.
Zizi tersenyum rqmah pada tuan Rion dengan anggukan tanpa keraguan dan itu semakin membuat tuan Rion patah hati.
"Benar tuan..maaf" ucap Zizi tegas.
"Ah..sepertinya saya terlambat nona..hmm baiklah semoga kalian bahagia"setelah berucap begitu tuan Rion beranjak pamit.
"Tuan Arick anda beruntung mendapatkan wanita secantik nona Zi..jika anda menyakitinya saya adalah orang pertama yang akan merebutnya tuan..saya permisi..mari"
Tuan Rion meninggalkan Arick dan Zizi dengan suasana menjengkelkan yang Arick rasakan.
"Sial berani-beraninya dia berkata begitu" batin Arick tak suka dengan pernyataan tuan Rion.
Arick menatap Zizi dengan tatapan serius..Zizi hanya diam tak berani menatap balik dia takut dengan tatapan Arick..apa tadi dia salah bicara..astaga dia benar-benar takut.
"Makanlah" ucap Arick.
"Iya..kau tak makan?" tanya Zizi balik oada Arick.
"Aku belum lapar"
"Baiklah..aku makan dulu"
"Hm"
Arick mengambil ponselnya karena Zemi barusan mengabarinya jika penghianatnya sudah berhasil dia amankan dan saat ini berada di villa kematian.
Zizi memakan makanan yang sedari tafi di anggurkan..dia mulai menyuapkam satu persatu hingga suapan ke tiga tiba-tiba dia terbatuk namun batuknya mengeluarkan darah..Arick mendengar Zizi batuk dia melihat Zizi sontak matanya melebar melihat tangan dan mulut Zizi penuh darah.
"Zizi" panggil Arick saat Zizi mulai tumbang.
Arick menjadi pusat perhatian semua orang termasuk tuan Rion..dia mendekati rekan bisnisnya dan terkejut melihat wanita yang dia incar berdarah-darah.
"Tuan Arick..apa yang terjadi?" tanya tuan Rion hendak mengecek keadaan Zizi namun di tepis oleh Arick.
Arick mengangkat Zizi yang sudah terkulai lemas dan tak sadarkan diri..jujur dia khawatir dengan keadaan Zizi sebenarnya ada apa dengan gadis ini.
"Kau tak boleh mati sebelum aku sendiri yang menghabisimu Zi..ingat itu" ucap Arick dengan was-was.
Mobil Arick melesak meninggalkan area gedung itu dan menuju rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit Arick berteriak pada petugas medis untuk menangani Zizi dengan benar.
Arick menunggu Zizi di depan ruang IGD..dia benar-benar kecolongan..seprtinya dia melewatkan sesuatu..Arick meraih ponselnya dna mengecek gedung acara tadi.
"Shitt..beraninya orang itu melakukan hal bodoh seperti ini..akan ku cari dan habisi dia jika terjadi sesuatu dengan Zizi" ucap Arick dengan mata menyala menandankan kemarahan.
Beberapa saat kemudian ruangan IGD terbuka ..Arick berdiri dan menghampiri sang dokter.
"Bagaimana keadaannya dok?"
"Begini tuan..apa pasien tengah mengkonsumsi obat tertentu dengan dosis berlebih?"
"Tidak dok..ada apa?"
"Huhh..saya sudah memeriksa pasien tadi dan kami menemukan bahwa pasien sepertinya overdosis obat tertentu..beruntung anda segera membawanya ke rumah sakit hingga nyawanya berhasil terselamatkan"
"Overdosis?"
"Iya tuan..sebaiknya anda ikut saya ke ruangan saya untuk lebih jelasnya"
"Baik dok"
Arick menempatkan anak buahnya untuk menjaga Zizi sementara karena dia harus mengikuti dokter itu demi mendapatkan penjelasan.
Setelah di ruangan dokter Arick langsung to the point karena dia orangnya sangat tidak sabaran.
"Jadi bisakah anda jelaskan sejelas-jelasnya dok?"
"Begini tuan..sepertinya pasien keracunan dan overdosis obat tertentu yaitu Colchicine,Colchicine sendiri merupakan obat yang digunakan untuk mencegah serangan asam urat dan mengobati demam Mediterania. Obat ini juga bekerja dengan menghentikan pembengkakan dan meredakan gejala kondisi tersebut..tapi sayangnya sepertinya pasien tidak mengalami sakit itu dan...
Sayangnya, menurut studi dalam jurnal Clinical Toxicology, colchicine telah terbukti berpotensi menyebabkan keracunan yang dapat menyebabkan kematian. Colchicine juga bisa disebut colcrys..nah saya menemukan kandungan obat itu dalam darah pasien tuan maka dari itu saya bertanya kepada anda apakah pasien tengah mengkonsumsi obat tertentu hanya untuk memastikan saja"
"Baiklah dok terimakasih"
Arick meninggalkan ruangan dokter dan menuju ruangan VVIP dimana Zizi tengah berada sekarang.