
Perlahan tapi pasti tangan mereka nakal kemana-mana..Zizi juga ikut larut dalam silahturahmi bibir dengan Arick..dia terbawa arus yang Arick ciptakan hingga suara laknat itu terdengar begitu mengerikan bagi kaum LDR dan jomblo.
"Zi..can I ?"
Zizi entah setan darimana hingga membuatnya mengangguk menyetujui permintaan Arick..astaga apakah pertahanan diri Zizi mulai runtuh dengan sikap manis dan sabarnya Arick.
Arick tersenyum lebar kemudian dia kecup bibir pink Zizi yang selalu menjadi candunya..perlahan Arick mulai mem buk a seluruh kain yang melekat pada dirinya.
Baru saja selesai melepas bajunya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuat Zizi maupun Arick saling tatap..astaga mereka lupa kalau sudah punya anak.
Orangtua kamprett ampe lupa sama anaknya sendiri..astogehhhh.
"Astaga Zi aku lupa kita udah punya anak"
"Hahaha aku juga..astaga kenapa bisa gini..udah buruan pakai bajunya terus bukain pintu"
"Huhhh baiklah..next time jangan harap bisa lepas"
"Terserah mu saja"
Arick tersenyum dan beranjak ke arah pintu kemudian dia buka dan terlihatlah pengasuh twins yang sedang menggendong dua jagoan nya.
"Ada apa sus?"
"Em..ini tuan maaf..twins nyariin nona"
"Oh baiklah..sini biar sama saya saja"
"Baik tuan"
Pengasuh twins menyerahkan twins pada Arick..setelah aman mereka meninggalkan kamar tuan dan nonanya..mereka tak enak hati karena pagi-pagi sudah mengganggu aktivitas kedua majikannya.
Arick membawa twins kedalaman kamar setelah kepergian pengasuh twins..dia melihat Zizi tengah duduk dengan wajah gembira karena melihat kedatangan dua jagoannya.
"Astaga sayang-sayangku..maafin mommy nak"
"Hey sudah jangan begitu..kita main yuk twins"
Sedangkan twins hanya tertawa karena mendapat serangan lima jari dari ayah mereka..Zizi melihat mereka dengan bahagia..inilah yang dia harapkan sejak dulu mempunyai keluarga lengkap dan penuh kasih sayang.
*
*
"Si aku keluar dulu ya ada urusan sebentar"
"Kemana..jangan lama-lama"
"Ke suatu tempat honey..tenang aja nggak akan lama kok"
"Hey judes banget sih"
"Lalu mau apa lagi?"
"Astaga bilang kek jangan lama-lama sayang nanti aku rindu atau gimana biar romantis gitu Zi"
"Ogah..sana pergi jangan kemalaman"
"Huhhh baiklah honey aku pergi ya"
"Hm"
**
**
"Akhirnya kau datang juga kawan lama..hahahaha apa kau merindukanku kawan?" ucap seorang pria yang tengah duduk melihat tajam ke arah Arick.
"Tidak usah basa-basi.. langsung saja"
"Hahaha kau masih sama seperti yang dulu ternyata..tidak suka berbasa-basi..baiklah bagaimana tawaranku apa kau tertarik?"
"Cih..jangan mimpi"
"Hahaha seorang pemimpin mafia takut dengan tawaran dariku yang sangat sepele itu.. ckckck"
"Terserah kau mau bilang apa.. langsung saja apa maumu?
"Mauku..hahahaha tentu saja kau tahu bukan mauku apa?"
"Ck.. bertele-tele sekali sih kau jadi orang..Zemi serahkan itu pada bedebah itu"
"Baik mister"
Zemi menyerahkan sebuah dokumen yang berisi kontrak kerjasama antara perusahaan Brandon dengan salah satu investor terbesar di perusahaan Brandon sendiri.
Brandon mengambil dan membacanya matanya melebar seketika tatapan tajamnya menghunus pada Arick..sial dia kecolongan.
"Sialannnnn..beraninya kau" geram Brandon kesal menatap Arick.
"So..deal or no deal?"
"Bangsaat kau Arick..akan ku habisi kau sampai akhir..serranggggg"
Arick hanya tersenyum melihat sikap dan amarah Brandon..dia tak tau kalau anak buahnya sudah di lumpuhkan terlebih dahulu oleh Arick..jangan sebut Arick the mafia king jika otaknya tak sesuai titelnya.