
Arick masih terus mencari keberadaan Zizi dimanapun tapi nihil tak ada jejaknya sama sekali seakan telah di tutup rapat hingga dia tak bisa menemukannya.
Arick bisa saja meminta bantuan Gio tapi rasanya dia akan di habisi oleh Gio jika Gio tau kelakuan nya terhadap seorang perempuan lemah seperti Zizi.
Pasalnya Gio tak suka dan benci jika ada seorang pria yang dengan tega menyiksa perempuan yang tak bersalah atau tak ada sangkut pautnya sama sekali dengan masalah yang di hadapai seseorang itu.
Pernah sekali Gio menghajar adiknya sendiri Gian karena dengan teganya menyakiti wanita yang benar-benar baik hingga menghamilinya..Arick tau bagaimana bengisnya Gio jika sudah marah..dia tak pernah bisa melawan Gio karena bagaimanapun Arick sudah menganggap Gio sebagai kakanya sendiri.
"Arghhhh apa aku minta bantuan uncle Deril saja ya tapi bagaimana jika nanti ketahuan uncle Rey bisa habis aku arghhhh sial..kenapa bisa begini sih"
Arick frustasi dengan tingkahnya sendiri..dia memang menharapkan Zizi menderita tapi itu di sisinya dan dialah yang akan membuatnya menderita tapi di saat jauh seperti ini entah mengapa dia seperti kehilangan separuh nyawanya.
*
*
*
Tak terasa usia kehamilan Zizi sudah memasuki 4 bulan..perutnya sudah terlihat membuncit dan itu menjadi bahan tertawaan Fiora yang setiap kali melihat Zizi berjalan seperti penguin.
"Zi besok cek dokter lagi kan..tunggu aku jangan sendirian"
"Iya ka Fio..lagian Zizi juga mana berani pergi sendirian apalagi dengan perut besar dan jalan nya yang udah kaya penguin gini"
"Hahahahaah..coba jalan Zi kaka pengin liat hahahaha"
"Udah nggak usah ngledek..aku ngambek baru tau nanti"
"Hahahah baiklah bumil..astaga abis kamu lucu hahahahha"
"Tau ah"
Zizi memilih meninggalkan Fiora yang masih menertawakan caranya berjalan..memang benar sih cara jalannya Zizi itu lucu seperti penguin..hanya saja Zizi tidak menyadarinya.
Fiora selesai dengan tawanya..dia memotret Zizi yang tengah menyiram bunga di depan rumah.
"Bumil senyum sini" panggil Fiora.
"Apa lagi sih ka..foto terus ih udah kaya model aja"
"Gak usah protes cepet senyum dan bergaya"
Zizi bergaya ala kadarnya saja..dia tak terlalu bisa bergaya..cekrek sana cekrek sini Fiora mengambil gambarnya berkali-kali hingga Zizi jengah dan kesal di buatnya.
"Cantik banget ih bumil satu ini"
"Ishhh udah ah aku mau mandi dulu"
"Ok abis ini kita keluar beli makan oke"
"Iya ka"
Zizi mandi karena hari sudah menjelang sore..dia tak mau mandi terlalu sore karena malas..sejak hamil Zizi jadi pemalas dalam urusan mandi.
Selesai mandi Zizi memakai pakaian yang simple dan mudah untuk di pakai kemana saja dan juga tak menyakiti anak-anak nya.
"Wah bumilku ini cantik sekali sih..mau cari daddy ya buat si kembar hahaha"
"Tau ah..cepet udah sore aku males jalan jauh"
"Siap ayo"
Zizi keluar dari kamarnya dan menuju teras sementara Fiora dia mengirim gambar Zizi pada seseorang..dia tersenyum setelah mengirim gambar Zizi.
*
*
"Nona benar-benar sederhana..saya kagum tuan besar"
"Aku tak salah memilih dia..ternyata dia gadia yang baik..lihatlah dia tengah hamil tapi dia bahkan tak mencari ayah bayinya..aku salut pada gadis ini"
"Benar tuan besar..semoga setelah kelahiran anak itu membawa bahagia untuk anda sekeluarga"
Tuan besar tersenyum sambil memandangi gambar Zizi..dia tak sabar menantikan kelahiran cucu pertamanya.