ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_38



Lain halnya dengan Zizi..dia bahkan sudah tak merasakan mual lagi..bahkan kini Zizi bisa bekerja lagi karena kandungannya sudah bisa di ajak kerjasama.


"Zizi istirahat lah nanti kau lelah bagaimana?"


"Ishhh iya ihh cerewet banget sih"


"Cih..udah gak usah bawel..buruan istirahat atau mau ku pecat hah?"


"Heheh..jangan lah big bos..canda aja juga"


"Hm..sana duduk terus makan..atau mau makan sesuatu?"


"Aku pengin makan salad wasabi"


"Hah..serius?"


"Iya..cepetan ihh"


"Ok bumil pesanan anda sebentar lagi siap"


"Tapi kaka yang bikin"


"What the...astaga nasibmu Fio..baiklah"


Fiora membuatkan salad wasabi pesanan Zizi..dia ingin muntah tapi tahan kalau tidak nanti si bumil ngambek.


"Nih udah jadi..habiskan ya"


"Aku maunya kaka yang makan salad itu" mata Zizi bahkan sudah seperti mata kucing.


"No no no and big no"


""Hiks..huwaaaaaa kaka jahat"


"Eh..ko jadi nangis"


"Hiks..twin aunty nggak mau makan saladnya hiks..kita cari aunty lain aja yuk"


"Eh..jangan dong jangan..oke aku kalah"


"Makan cepet"


"Sial..kalau aja bukan demi keponakan udah ku jitak tuh"


Fiora dengan wajah yang sudah memucat mulai mengangkat sendok dan melihat dengan ngeri salad beracun di depan matanya.


"Zizi nanti jika kaka tiada jaga butik ini baik-baik ya"


"Apa sih ka..orang cuma makan salad doang kok"


"Huhhh..ya terserahmu saja bumil"


"Zi..zi..udah ya..lidah kaka mati rasa..kaka mau__huekk"


Fiora memuntahkan semua salad tadi..Fiora berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya hingga tandas..setelah selesai wajahnya pucat lemas tak bertenaga.


"Ka are you ok?"


"No i wanna die right now"


"Hahahahaha"


Zizi terbahak mendengar kata-kata Fiora..entah apa yang lucu tapi tiba-tiba Zizi ingin tertawa saja.


"Sudah puas tertawanya?"


"Hahaha aduh..iya sorry ka..abis lucu"


"Suka-suka bumil"


*


*


"Mister apa anda membutuhkan sesuatu?"


"No Zemi..aku hanya ingin sendiri"


"Baiklah mister..saya ke bawah dulu jika butuh sesuatu katakan pada saya"


"Hm"


Arick kembali menatap foto Zizi di ponselnya..entahlah dia tiba-tiba merindukan sosok Zizi..matanya memanas tiba-tiba air matanya luruh begitu saja.


"Hishh kenapa aku menangis..sial"


Arick menghapus air matanya tapi air mata itu tidak mau berhenti..sekarang Arick malah sesenggukan tak tau kenapa..ingin sekali Arick menjerit,berteriak mengatakan sesuatu tapi entah apa yang akan dia teriakan.


"Aku merindukanmu hiks"


"Kembalilah Zi..kembalila__hoekkk"


Arick berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya..sial dia benar-benar tersiksa..apakah ini balasan dari anaknya karena dia sudah menyiksa ibu dari anaknya.


"Apa ini yang dinamakan senjata makan tuan..sial aku yang menanam aku juga yang harus memetiknya..aku yakin anakku tengah balas dendam sekarang"


Arick duduk di tepi ranjang dengan satu baju Zizi..bau Zizi masih menempel di bajunya bahkan bantal yang Zizi pakai belum di cuci jika ada yang berani mencucinya maka Arick akan marah besar.


"Menghirup aromamu saja sudah membuat rasa mualku berkurang Zi..aku ingin melihatmu dan memelukmu Zi..aku kalah"