
"Zizi..aku merindukanmu"
"Kapan kau akan kembali Zi?"
"Arkhhh kenapa dengan perutku..arkhhh sakit sekali"
Arick merasakan perut nya bak di remas hebat..sakit,melilit dan seperti ada yang ingin keluar tapi bukan yang kuning-kuning.
Arick berusaha untuk berdiri dan mencari pertolongan pada para pelayan..sungguh rasanya begitu sakit..Arick belum tau bahwasanya Zizi akan melahirkan.
Bukan hanya Zizi saja yang merasakan kenikmatan melahirkan buah hatinya tapi Arick juga ikut merasakan sakitnya bak hendak melahirkan.
Para pelayan yang melihat tuannya seperti orang kesakitan langsung menghampiri nya dan mencari bantuan.
Sekitar 20 menitan akhirnya Arick sampai di rumah sakit dan langsung mendapat penanganan dari dokter..dokter melihat Arick dengan heran karena tak ada tanda-tanda sakit atau apapun itu.
Dokter menyampaikan informasi itu pada Zemi asisten Arick..dokter mengatakan bahwa baik-baik saja dokter itu juga mengatakan bahwa kondisi yang Arick alami adalah kondisi dimana seorang wanita hendak melahirkan.
Setelah di beri obat penenang Arick terlelap..Zemi mendekati tuannya dan berucap dengan pelan.
"Selamat mister anda sudah menjadi seorang ayah dari dua jagoan tampan..sebentar lagi mister sebentar lagi akan saya pertemukan anda dengan nona dan tuan muda kecil..maafkan saya" ucap Zemi pelan.
*
*
Tak terasa hari semakin sore..Arick terbangun dari biusnya dan melihat sekitarnya.. rumah sakit..ya dia di rumah sakit.
"Zemi..sejak kapan aku terlelap?"
"Sudah beberapa jam mister"
"Memang aku sakit apa Zemi?"
"Anda tidak sakit mister hanya saluran pencernaan anda tidak bekerja dengan baik"
"Begitu..baiklah aku ingin pulang Zemi"
"Baiklah mister..saya ijin dokter dulu"
Zemi keluar dari ruang rawat Arick..selesai dengan segala ijin kini Arick dan Zemi tengah berada di mobil untuk menuju kediaman Arick.
"Zemi"
"Ya mister?"
"Maaf mister..apa yang akan anda lakukan jika nona sudah di temukan?"
"Aku merindukan nya Zemi..mungkin ini karmaku"
"Apakah anda serius mister..saya takut jika anda menyiksa nona lagi seperti dulu maaf jika saya lancang"
"Tidak apa Zemi..aku menyesal..sekarang aku benar-benar merindukannya"
"Huhh..apa anda ingin melihat sesuatu tuan?"
"Apa itu?"
Zemi mengambil ponselnya dan membuka galeri fotonya..dia menyerahkan ponselnya pada Arick dengan layar sepasang bocah mungil yang tengah terlelap.
Arick memandangi gambar itu dengan seksama dan teliti..seperti pernah melihat wajah kedua bocah ini..dimana..siapa.
Deg.......
Tiba-tiba jantung Arick berdetak kencang..apakah dugaannya benar..apakah kedua bocah itu adalah...anaknya?.
"Z..Zemi..a..apa..ini..anak..ku?"
Zemi tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
"Benar mister..nona baru saja melahirkan beberapa jam yang lalu dan dua anak di foto itu adalah anak anda..maaf saya belum bisa mempertemukan anda dengan mereka"
Arick menatap Zemi dengan tatapan mata yang amat sangat tajam.
"Kenapa kau lakukan ini Zemi?"
"Maaf mister untuk kebaikan anda sekalian"
"Apa maksudmu?"
"Huhh..mister apa anda tidak sadar jika kejadian dimana anda merenggut kehormatan nona itu ada dalang di baliknya?"
Arick tampak terdiam dan berfikir..benar kata Zemi..kenapa dia bisa seceroboh ini..sial.
"Tapi aku ingin bertemu mereka Zemi..bisakah kau mengantarkan ku bertemu mereka meski dari jauh?"