ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_33



2 bulan berlalu begitu saja..Zizi sudah tinggal di negara M dan mendapatkan pekerjaan di sana..Zizi bekerja di sebuah butik yang kebetulan sang pemilik butik itu adalah orang yang pernah Zizi tolong saat hendak di rampok.


Zizi dan pemilik butik itu sudah berteman akrab sejak saat itu bahkan si pemilik butik selalu datang ke rumah Zizi hanya untuk sekedar melihat kondisi Zizi.


Seperti saat ini..malam hari si pemilik butik itu mendatangi Zizi dengan menenteng sekantong belanjaan yang isinya berupa daging,sayuran,buah dan lain sebagainya.


"Zi..kau sedang apa?"


"Loh ka..Ko nggqk ngabarin?"


"Kaka bosen di rumah sendiri makannya kaka ke sini..kaka nginep ya oke?"


"Astaga rumahku nggak ada Ac nya loh..kuat gitu?"


"Hey bocah biarpun gini-gini juga masih bisa tidur tanpa Ac..udah ayo makan dulu kaka udah bawain makanan enak buat kita"


"Okelah..lumayan bisa irit"


"Hey jangan bilang uangmu habis"


"Astaga nggak ka..bercanda ih serius amat ntar cepet tua"


"Haishhh kalau emang lagi butuh uang bilang kaka aja ya..jangan sungkan kamu udah kaka anggep adik kamu tau"


"Iya ka Fiora yang cantik"


Mereka akhirnya makan malam..Fiora adalah anak orang kaya yang hidup sebatang kara karena kekuarganya telah tiada akibat kecelakaan..usianya baru menginjak 20 di saat keluarganya meninggal dunia..dia begitu terpukul akan nasibnya tapi dia bangkit dan berjuang dengan sisa peninggalan keluarganya dan akhirnya dia berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri.


.


.


.


"Kepalaku pusing..sshh apa aku masuk angin ya kenapa rasanya aneh sekali perutku..huekkk"


Zizi berjalan menuju kamar mandi dengan cepat..dia merasakan perutnya seperti di aduk-aduk dari dalam..mual sekali.


"Hoekk..hoekk"


Setelah sekitar 3 menit menuntaskan gejolak yang membuat perutnya seperti di aduk-aduk kini Zizi terbaring lemas di ranjang kamarnya..dia tak memiliki tenaga.


"Sepertinya aku masuk angin..huhh aku minta tolong ka Fiora aja kali ya..duh lemes banget"


Tok...tok..tok


"Ya..masuk aja Zi"


Ceklek...


"Ka..apa kaka udah tidur?"


"Belum..ada apa Zi?"


"Gini..kayaknya aku masuk angin deh ka..bisa minta tolong beliin obat mual dan pusing nggak ka sekalian ijin deh besok nggak bisa kerja badanku lemes banget ka"


"Astaga kamu sakit Zi..kita ke rumah sakit aja ya..kaka takut kamu kenapa-kenapa"


"Eh..nggak usah..cuma pusing ,mual sama lemes aja kok paling masuk angin"


"Tetep aja Zi..udah ayo siap-siap ke rumah sakit..kaka nggak mau terjadi seauatu yang buruk sama kamu"


"Tapi ka__"


"Nggak nerima penolakan"


"Ishh iya iya"


Zizi dan Fiora akhirnya menuju rumah sakit..di jalan Fiora berkirim pesan dengan seseorang..entahlah hanya dia dan orang itu yang tau.


Sampailah mereka di rumah sakit hanya butuh waktu 10 menit karena lokasi rumah sakit tidak terlalau jauh dari rumah Zizi.


"Ayo turun Zi"


"Iya ka"


Mereka menuju ruangan dokter..Zizi di periksa lalu tak lama kemudian dokter itu menyarankan pada Zizi agar berkonsultasi pada dokter obgyn saja karena yang tau permasalahan Zizi hanya dokter itu.


"Baiklah nona saya sudah buatkan janji dengan dokter itu..anda berdua bisa ke ruangannya setelah ini"


"Terimakasih dok"


Mereka keluar dari ruangan dokter itu dan bergegas menuju ruangan dokter obgyn..sebenarnya Zizi takut jika dia di vonis sakit keras atau apalah itu tapi dia harus memastikan sendiri bahwa dia tidak sakit apapun dia sehat barulah dia tenang.