
Arick melihat ke bawah dimana sesuatu yang keluar itu ternyata darah..astaga apa Zizi tengah datang bulan.
"Zi?"
"I think I'm on my period Arick..sorry"
"OH GOOODDDD"
Arick frustasi karena hassrat nya sedang naik tapi arghhhhhh sialan..tau begini dia lakukan saja tadi pagi..damn it.
"Arick"
"Hm"
"Are you mad?"
"Hm"
"Astaga..kau marah?"
"Diamlah..aku pusing"
"Apa ada yang bisa aku bantu?"
"Kau yakin mau membantuku?"
"Jika aku bisa maka aku akan membantu mu"
Arick tersenyum menyeringai..hahaha dapat kau Zi.. seperti nya Arick tau bagaimana caranya agar hassrat nya tersalurkan tanpa penyatuan sekalipun semoga Zizi mau.
"Sebentar..akan aku tunjukkan sesuatu pada mu"
"Baiklah"
Arick mengambil ponselnya dan mencari sesuatu di dalamnya..dia terlihat tersenyum melihat pencarian nya berhasil,Arick menunjukkan sebuah video mengenai se*s pada Zizi agar Zizi mau belajar menyenangkan nya tanpa penyatuan jika sedang dalam masa seperti ini.
"Lihat lah"
Arick menyodorkan ponselnya pada Zizi..Zizi menerima saja saat dia menatap layarnya sontak Zizi melemparkan ponsel itu ke sembarang arah..astaga apa yang dia lihat barusan..Arick sialan.
"A..Arick..ap..apa yang ta..di ku..lihat?"
"Black movie honey..itulah cara memuaskan namun tanpa penyatuan di saat kondisi mu sedang tak memungkinkan untuk melakukan hubungan intim"
"Hah..astaga..kau mau aku melakukan itu?"
"Jika kau ingin membantu menghilangkan pusing ku tidak masalah kau bisa belajar"
"A..aku..malu"
"Tidak usah malu honey..sebentar lagi kita menikah kau harus bisa memuaskan ku di ranjang meski tanpa berhubungan sekalipun"
"Agar aku tak terpikat perempuan lain pastinya"
"Ck..kepedean"
"So?"
"I don't know"
Arick mendengus kemudian dia memilih keluar dari kamar setelah memakai pakaian nya lagi..dia ingin menenangkan pikiran nya dulu..dia tak mau membuat masalah.
Arick menuju ruangan gym dimana dia bisa melampiaskan kekesalannya juga emosinya..dia tak mau menyakiti Zizi jika berlama-lama dengan wanitanya itu.
Sementara Zizi..dia menatap dengan sendu dan rasa bersalah..astaga dia sudah berjanji pada Arick tapi harus gagal karena palang merah.
Zizi menatap ponsel Arick yang masih tergeletak di lantai..dia mengambilnya dan melihat video yang Arick tunjukkan..tidak apa-apa lah sesekali dia menyenangkan Arick.
"Ok Zi kau bisa..you can do it Zizi..ya you can do it"
Zizi memberanikan diri menonton film itu..dia menyimak dengan seksama setiap adegan yang ada di dalam video itu..astaga suaranya mengerikan sekali..Zizi malu mendengar suara perempuan dalam video tersebut.
"Apakah nanti aku juga akan bersuara seperti itu..arghh astaga otak"
Zizi masih berlanjut mempelajari video itu hingga dia yakin dia bisa..semua teori dan gaya yang wanita itu perlihatkan padanya sudah dia rekam jelas dalam memorinya.
Zizi memperbaiki penampilannya yang sedikit berantakan..dia mengganti lingerinya dengan yang baru namun masih berwarna hitam..dia akan menghabiskan malam ini dengan Arick..dia sudah yakin itu.
Sementara Arick..dia masih berkutat dengan samsak yang terlihat sedikit peot karena di pukul terus demi meluapkan emosi nya.
"Arghhhhhh kenapa aku bisa sangat kesal begini sih..itu kan tidak di rencanakan..sialan"
Di saat Arick tengah asik dan serius Zizi masuk dan mengunci pintu ruangan gym dimana dia dan Arick berada.
"Arick"
Arick menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya seketika matanya terbelalak melihat betapa cantik dan menggoda nya Zizi dengan lingerie barunya.
"Jangan menggodaku Zi..kau tau kau sedang tak bisa melakukannya"
"I know"
"Stop sebelum aku menyakitimu dengan kondisi mu Zi aku tak mau"
Zizi semakin mendekati Arick..dia memeluk Arick dari belakang dia usap dada Arick yang bidang..nyaman..itulah perasaan Zizi ketika menyentuh Arick.
"Aku sudah belajar banyak Arick..apa kau tak mau menjadi objek uji coba ku..atau aku harus mencari objek lain untuk menjadi bahan uji coba ku?"