ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_79



Hari ini adalah hari dimana Arick akan mengabulkan keinginan Zizi..3 minggu yang lalu Zizi ingin di kamar dengan cara yang benar maka dari itu Arick melakukan satu hal yang bahkan dia sendiri tidak tau akan berhasil atau pun tidak.


Arick sudah sedari pagi tadi memasang wajah masam seakan ingin marah tapi itu hanya akting ya gaes..dia harus total dalam menjalankan perannya.


"Arick kau mau kemana?"


"Pergi"


Zizi sejenak tertegun mendengar nada ketus dari Arick..apa adalah yang salah kemarin.


"Kemana Arick..hari ini anak-anak akan ke rumah Daddy kalau kau perg__"


"Diamlah..jangan cerewet"


Setelah mengatakan itu Arick pergi dari rumah meninggalkan Zizi yang termenung dalam pikirannya..apa dia ada buat salah pada Arick..setahunya ketika Arick melakukan itu kemarin dia masih tersenyum bahkan memujinya.


"Dia kenapa..apa aku ada salah?"


"Huhhh sudah lah mungkin dia sedang badmood"


Zizi masuk lagi ke dalam rumah dan membereskan kamar yang berantakan akibat tadi subuh mereka melakukan itu lagi.


Sejenak Zizi terduduk di atas ranjang karena kepalanya sedikit nyut-nyutan.. anak-anak sudah di bawa kakek nya ke rumah ayah Arick.. Fiora entahlah mungkin sedang pendekatan dengan Zemi.


Sejenak Zizi merasa dia seperti sedang di jauhi semua orang..astaga kenapa dia sensitif sekali sih..entah kenapa Zizi merasa Arick hanya suka dengan tubuhnya saja..dia menangis meratapi nasibnya.


*


*


"Dad apa tidak ada cara lain selain melakukan ini..aku tidak tega melihat dia seperti terluka dad"


"Diamlah jalankan saja rencana ini jika kau ingin Zizi terkesan dengan caramu melamarnya"


"Tapi dad..Zizi sepertinya sedih Arick benar-benar jahat jika seperti ini"


"Sudah tidak apa-apa jika hanya sehari berakting seperti ini..sekarang kau bersiaplah kejutan selanjutnya"


"Dad jangan aneh-aneh..Arick tidak mau Zizi semakin menolak Arick nantinya"


"Tidak akan..tenang saja"


"Jika Zizi marah Daddy yang tanggung jawab"


Fiora menghampiri Arick dan tuan Jarred..dia menyapa sejenak kemudian ikut duduk dan mengatakan rencana selanjutnya.


"What..jangan gila kalian..tidak mau"


"Mau tidak mau kau harus mau" jawab tuan Jarred.


"Arick kau harus mau jika ingin lamaran mu semakin lancar dan berkesan" tambah Fiora.


"Arkhhh kalian ini hiiih..lain tanggung jawab kalau Zizi mengahajar Arick"


"Urusan belakangan"


Arick akhirnya mau melakukan apa yang sedang Daddy dan Fio rencanakan..sungguh tidak ingin sama sekali Arick melakukan hal gila seperti ini.


Tak lama kemudian mereka berpisah..Arick menuju rumah sang Daddy untuk menemui dua jagoannya yang sejak pagi tadi belum dia lihat..ah rindunya.


*


*


Ting...tong....


Zizi bangun karena merasa ada yang menekan bel rumah..dia menuju pintu masuk..saat sudah terbuka Zizi terkejut karena melihat seorang wanita dengan pakaian yang sedikit seksi menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.


"Selamat siang..apa benar ini rumah Arick?"


"Ya..anda siapa?"


"Oh..bolehkah aku masuk dulu?"


"Baiklah silahkan"


Mereka masuk dan duduk di sofa ruang tamu..Zizi menatap wanita itu dengan tatapan aneh..entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang aneh.


"Jadi nona anda siapa dan ada urusan apa anda ingin mencari Arick?"


"Ah iya saya lupa..emm perkenalan saya Gia salah satu wanita yang dekat dengan Arick"


Duarrrr.......