ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_23



Arick masih setia menunggu Zizi di depan ruangan penanganan..dia paling benci untuk menunggu tapi apalah daya dia sekarang hanya bisa menunggu karena tak ada yang bisa dia lakukan juga di dalam ruangan itu.


Jika di tanya perasaan Arick saat ini jawabannya adalah gelisah dan khawatir entahlah mungkin dia masih memiliki sisi nurani sesama manusia.


Sementara Arick tengah menanti kondidi Zizi di saat itu pula kediamannya di serang oleh klan mafia lain yang pastinya memiliki dendam tersendiri padanya.


Semua penghuni rumahnya di babat habis hingga tak bersisa hanya tersisa salah seorang pelayan yang bersembunyi di ruangan khusus yang hanya para pelayan yang bisa masuk ruangan itu apalagi jika bukan ruangan penyimpanan makanan.


Pelayan itu bersembunyi di sana dengan keadaan yang cukup parah..pelayan itu menghubungi Zemi asisten kepercayaan tuannya..dia mengusahakan tenaga terakhirnya sebelum nafas nya semakin sulit.


*Tuuuut....


Tuuuut*....


"Ya" sahut Zemi dari seberang.


"Tu..an..to..lo..ng..kam..i"


"Hey kau kenapa..ada apa?"


"Tu..an..kam..i..di..ser..ang"


"Astaga..jangan bercanda kau"


"Uhukk..sa..ya..se..ri..us..tu..an uhukk"


"Ok tunggu di sana jangan kemana-mana aku akan segera sampai"


Sambungan telepon terputus dan Zemi bergegas menuju kediaman Arick..dia tak sendiri ada sekitar 20 pengawal yang dia kerahkan..hanya untuk berjaga-jaga jika memang kediaman bosnya di serang.


"Damn..!!! siapa yang berani melakukan hal bodoh ini..shitt"


Zemi berjalan dengan tergesa menuju lokasi dimana si pelayan tadi..tempat penyimpanan makanan..ya lokasi si pelayan tadi ada di sana dan Zemi tak mau membuang waktu lagi dia segera berlari menuju ruangan itu.


"Buka pintunya..kalian cari korban yang sekiranya masih bisa di selamatkan lalu bawa ke rumah sakit sisanya cari bukti siapa pelaku penyerangan ini"


"Baik tuan"


Anak buahnya langsung menjalankan tugas masing-masing sementara Zemi dia masuk dan melihat seorang pelayan tengah terduduk dengan nafas yang tersengal..dia mendekati pelayan itu.


"Astaga bibi..sebenarnya ada apa..kenapa bisa terjadi penyerangan?"


"Tu..an uhukk..sa..ya..tidak pu..nya..ba..nyak..wak..tu..ambil..ponsel ini serta usb rekaman kamera pengawas ini..uhukkk..semua buk..ti..ada di..sa..na uhukkk..lin..du..ngi..no..na..Zi..zih" pelayan itupun tewas seketika setelah mengatakan itu pada Zemi.


"Sial..huhhh baiklah akan ku cari siapapun orangnya yang berani mengganggu ketenangan tuanku..istirahatlah di alam damaimu bi..terimakasih atas jasamu"


Zemi meninggalkan si pelayan itu yang sudah tak bernyawa lalu dia menuju rumah sakit untuk memberitahukan perihal penyerangan ini pada Arick.


"Dengar sini semua..bereskan kekacauan ini lalu cari bukti apapun itu bahkan sekecil apapun itu..kerahkan seluruh tenaga kalian..aku harus memberitahukan kekacauan ini pada tuan Arick"


"Baik tuan"


*


*


"Hahahaha kalian memang bisa di andalkan..tidak apa kalian tidak mendapatkan mangsanya cukup menggertaknya saja itu akan membuatnya bergerak dan saat dia lengah maka kita akan muncul sebagai pemenang hahaha"