ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_63



Zizi dan Arick kini tengah tertidur karena hari juga semakin larut..setelah pembahasan singkat tadi mereka memutuskan untuk tidur satu kamar tentu saja atas paksaan dan rengekan Arick.


Zizi memegangi kepalanya karena pusing melihat tingkah Arick yang semakin hari semakin manja seperti seorang anak kecil yang butuh perhatian.


Mereka tidur saling memeluk satu sama lain..awalnya Zizi tak mau tapi karena Arick orangnya tak bisa di karang pada akhirnya Zizi pasrah terserah Arick mau apa dia sudah lelah menegurnya.


PRANGGGG.......


Sebuah benda pecah belah jatuh di lantai rumah Arick..Zizi terbangun karena terkejut..dia membangunkan Arick untuk mengecek situasi di luar.


"Arick..bangun Arick"


"Hmmm.."


"Astaga Arick bangun..ada orang di luar"


"Apa honey..aku ngantuk"


"Ck..baiklah terserah kau saja"


Arick masih asik memejamkan matanya di saat Zizi sudah beranjak dari ranjang untuk melihat situasi di luar..dia takut jika ada maling atau penyusup.


Saat sudah di luar Zizi tak menemukan sesiapapun..kosong..Zizi semakin berjalan ke arah ruang tamu dan menemukan sebuah guci pecah sepertinya baru saja.


"Siapa yang berani masuk kerumah Arick..apa ada maling..kemana semua penjaga kenapa tidak ada yang terlihat?"


Zizi masih waspada hingga dia menemukan sebuah kertas di balik pecahan guci itu..Zizi mengambil kertas itu dan membukanya..terlihat sebuah tulisan.


KALIAN AKAN MATI SATU PERSATU


Zizi sedikit terkejut tapi dia berusaha santai dia tak mau melihat khawatir karena akan berdampak pada anak-anak nya juga..sebaiknya dia bawa kertas ini kepada Arick.


Zizi berjalan ke arah dapur dan mengambil sebuah teflon juga penggiling adonan dari kayu.. Zizi sembunyikan barang-barang itu di balik punggung nya..Zizi mendekati bayangan itu dengan perlahan seolah-olah sedang mencari sesuatu dengan mulut terus mendumel.


"Dasar tikus sialan..awas saja jika kau ketemu akan ku panggang kau dan ku jadikan barbeque"


"Kemana tikus sialan itu membawa sendok nasiku..astaga benar-benar tidak bisa di percaya..aku beli di Canada langsung dari pabriknya tapi malah di ambil dan di bawa kabur si keparat kecil itu..tidak bisa di terima"


Zizi masih berusaha berpura-pura mencari barangnya yang holang.


Setelah sudah dekat Zizi berteriak dan melayangkan beberapa pukulan dari teflon juga alat penggiling dari kayu itu pada penyusup di balik gorden.


"Hey kau maling..bermain ya kau mausk kemari hah..kau cari mati ya..kurang ajar..siapa yang menyuruhmu hah..katakan..Arickkkkkkk..Arickkkkkkkk"


Arick yang kaget mendengar teriakan Zizi langsung bangun dan keluar dari kamar..dia terkejut Zizi tengah menghajar seseorang dengan teflon dan penggiling dari kayu


"Zi..kenapa..ada apa..siapa dia?"


"Dia penyusup..cepat kunci dia aku sudah pegal"


"Oke..oke..biar aku urus"


"Hm.. anak-anak bagaimana?"


"Mereka masih tidur..kenalilah ke kamar biar aku yang urus dia"


"Hm..habisi saja jika perlu"


Arick tersenyum namun juga khawatir melihat kaki Zizi berdarah..ya Zizi sempat mendapat perlawanan sebentar dengan di dorong ke arah pecahan vas yang berserakan di lantai.