ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_31



Hari tampak semakin terang..matahari sudah semakin naik ke atas ubun-ubun..di dqlam sebuah kamar yang masih gelap tak tertembus cahaya tampaklah seorang pria yang masih asik memejamkan matanya.


Tak berapa lama kemudian pria itu menggeliat karena merasa tenggorokannya kering juga kandung kemihnya terasa penuh terpaksa membuka matanya.


"Sudah jam berapa ini..huhh jam 2 siang"


Arick membuka matanya dan beranjak menuju kamar mandi..dia memilih mandi dan membersihkan diri dulu karena tubuhnya lengket..dia ingat semalam telah melakukan hal itu pada Zizi..dia tak lupa wajah kacau Zizi saat dia merobek paksa kehormatannya.


"Arkhhh sial kenapa aku tak bisa menahan sebentar..shitt..huhh apa yang harus ku lakukan..sialan"


Arick menyudahi mandinya..dia belum menyadari bahwasannya Zizi telah tiada di kamar itu..yang Arick tau Zizi masih berada di kamar itu dan tengah terlelap di ranjang itu.


Arick keluar dari kamar mandi setelah berpakaian rapih..dia memang sengaja membeli kamar itu khusus untuknya maka dari itu pakaiannya ada di lemari kamar itu untuk berjaga saja siapa tau dia ada acara di dekat gedung itu.


Setelah di luar Arick menatap sekeliling ruangan itu matanya menatap ranjang namun kosong..kemana Zizi pergi..apa di balkon tapi kamar itu jelas-jelas masih rapat dan gelap.


Di saat Arick hendak keluar matanya tertuju pada secarik kertas yang ada di atas meja nakas dekat ranjang..dengan cepat Arick menarik kertas itu dan membacanya.


*#**Teruntuk Arick lelaki hebatku..maafkan aku karena kesalahan kedua orangtuaku yang telah membuat ibumu tiada..maafkan aku karena aku terlambat menyadari bahwa aku hanyalah seorang anak pembunuh yang pantas menderita menggantikan orangtuaku..Aku bahagia sempat mendapatkan perhatian dan perlakuan lembut darimu..Tolong maafkan segala kesalahanku yang telah menjadi anak dari orang yang membunuh ibumu..aku tak mau menjadi bagian dari keluargaku yang bahkan tak pernah menganggap aku ada di dunia ini..aku sudah cukup lelah mendapatkan perlakuan kasar dari mereka hingga rasanya ingin menyerah namun tuhan memberikan jalan untuku lewat kamu..kau membunuh kedua orangtuaku dan membebaskan aku dari siksaan mereka yang selama ini aku terima..aku sangat bersyukur akan hal itu dan berterimakasih..


Aku sempat berfikir apakah kau akan membunuhku waktu itu karena jika iya maka aku siap menerimanya karena aku tak memiliki sesiapapun lagi di dunia ini..


Sekali lagi aku minta maaf dan terimakasih atas segalanya yang pernah kau berikan untukku..maaf aku mengambil Atm mu karena aku tak punya uang sama sekali..aku berhutang sebuah kartu Atm padamu dan akan ku kembalikan jika aku sudah siap bertemu denganmu lagi..maaf dan terimakasih Arick pria hebatku**#*.


ZIZI.


Dengan kuat Arick meremas kertas itu..marah dan sedih yang tengah hatinya rasakan..marah karena Zizi pergi tanpa berkata-kata,sedih karena dia bahkan tak tau jika Zizi memanglah bukan wanita ******..dia adalah wanita yang menjaga kehormatannya..awalnya dia pikir Zizi adalah wanita jallang tapi setelah malam itu Arick jadi berfikir lain tentang Zizi.


"Berani sekali kau pergi tanpa ijinku Zilea..lihatlah setelah kau ku temukan maka takkan pernah ku biarkan kau lari lagi..aku berjanji akan membuatmu selalu di sampingku Zilea"