ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 17



Di saat Zizi tengah memilih beberapa bandana tanpa sengaja dia di senggol seseorang dan itu hampir saja membuat nya terhuyung jika dia tidak segera berpegang pada rak aksesoris.


"Kalau jalan lihat-lihat dong..dasar miskin" hina orang itu karena Zizi memilih bandana. yang harganya lebih murah tapi memang bentuknya lucu-lucu saja.


Zizi..dia hanya diam dan menggelengkan kepalanya tanda tak mau merusak mood belanja nya yang sudah Arick perbaiki tadi..bisa saja dia menghajar mulut lemes wanita itu tapi dia sedang tidak mood karena sangat antusias untuk berbelanja.


"Hey kau..bukannya minta maaf malah cuek..kau buta hah..kau yang menabrakku lihatlah pakaianku jadi kusut karena mu..dasar miskin..kalau tidak bisa membeli yang mahal tidak usah bergaya..cih paling uang hasil jual diri" ucap perempuan yang menabrak Zizi sambil menghina Zizi seenak nya.


"Maaf nona kalau bicara tolong di saring dulu..anda boleh menghina saya karena membeli barang yang murah tapi mohon jangan menghina orang jika anda tidak tau kehidupannya.. permisi" ucap Zizi berusaha menekan amarah nya.


"Halah dasar miskin bisanya cuma modal ngangkang kan..cih sini aku beliin yang mahal kesian pasti anak mu sangat ingin kan terlihat bagus" ucap wanita itu semakin menjadi menghina anaknya yang bahkan belum lahir.


PLAKKK.....


Karena tak tahan akhirnya Zizi menampar wajah wanita itu sekeras-kerasnya hingga sudut bibirnya berdarah..Zizi benar-benar tidak habis pikir dia yang salah dia juga yang menyalahkan..apa wanita itu sudah gila.


"Kau..bernainya kau menampar ku hah.. aku akan membuatmu menyesal telah mencari masalah denganku" ucap wanita itu menghubungi seseorang yang bisa membantunya siapa lagi kalau bukan kekasihnya.


Sementara Zizi dia hanya menatap kelakuan wanita itu dengan tatapan malas..Arick kemana sih dia sudah bosan berhadapan dengan wanita gila ini..ingin sekali dia menembak mati wanita di depannya ini.


Tak berapa lama kemudian kekasih wanita itu datang dan menghampiri wanita itu..kekasih wanita itu langsung memeriksa setiap sudut tubuh wanita itu..tatapannya menajam kala melihat bibir wanita itu berdarah.


"Sayang siapa yang melakukan ini padaku..katakan" titah sang kekasih pada wanita itu.


"Sayang dia yang menampar ku..hiks dia bilang aku wanita murahan sayang hiks..aku padahal tidak sengaja menyenggol nya tapi dia malah menghinaku" ucap wanita itu memutar balikan fakta.


Mendengar hal itu kekasih wanita itu langsung menatap Zizi dengan tatapan membunuhnya..ketika dia hendak menjangkau Zizi sebuah tangan kekar menahan tangan kekasih wanita itu hingga tamparan yang belum sempat menyentuh pipi Zizi terpaksa melayang di udara.


"Berani sekali kau mau menyentuh istriku hah..kau sudah bosan hidup rupanya?" tanya Arick dengan tajam nan mengintimidasi.


"Kau..siapa kau..jangan ikut campur" ucap kekasih wanita itu dengan sedikit meninggi kan suaranya.


Bughhhh......


Bughhhh......


Dua bogem mentah berhasil mendarat pada perut dan wajah kekasih wanita itu..Zizi hanya menonton saja tanpa mau ikut campur..sudah ada Arick dia tidak perlu membahayakan keselamatan anaknya.


"Asal kau tau ya bung..istriku hanya sedang memilih aksesoris anak kecil tapi dengan tidak tau malunya kekasih plastik mu itu menabrak istriku hingga dia hampir terjatuh jika tidak berpegang pada rak aksesoris..jika kau tidak percaya lihat saja kamera pengawas..dan kau wanita sialan beraninya kau menghina anakku yang bahkan belum terlahir hah..punya nyawa berapa kau hingga berani mengatakan hal itu pada nya hah.. mulut mu sepertinya minta di sikat nona" ucap Arick dengan tajam menatap kedua manusia tak tau sopan santun di hadapan nya itu.


"Arick sudahlah..aku mau borongan semua yang ada di toko ini" ucap Zizi.


"Sesuai permintaan mu honey..ayo pergi" merangkul pinggang Zizi dan menuju kasir untuk melakukan transaksi memborong semua yang ada di toko itu.


Kedua orang itu hanya menganga melihat semua barang-barang tengah di kemas dan di masukkan kedalam kardus..sialan mereka benar-benar malu.