
Arick masuk kedalam kamar mandi dan menangis entah apa yang dia tangisi dia juga tidak tau..dia hanya merasa gagal menjadi suami siaga dia malah asik berburu pakaian sendiri dan meninggalkan istrinya.
"Hiks..huhuhuhu aku gagal menjadi suami siaga huhuhuhu" Arick tergugu di kamar mandi meratapi kegagalan nya..astaga.
Sedangkan Zizi dia tertawa pelan mendengar curahan hati Arick astaga suaminya ko jadi lucu begini..kan dia ingin terpingkal-pingkal jadinya..sepertinya hormon kehamilan nya berpindah pada Arick.
"Sayang sudah dong jangan nangis lagi..nggak lucu kan" ucap Zizi menggedor pintu kamar mandi dengan menahan tawanya.
Tak berapa lama kemudian Arick keluar dari kamar mandi dengan masih menangis sungguh Zizi ingin sekali tertawa terbahak-bahak saat itu juga lihatlah wajah menggemaskan Arick saat sedang menangis.
"Hey sudah jangan menangis lagi" ucap Zizi memeluk Arick yang sedang menangis sesenggukan.
"Huhuhuhu kau terluka honey hiks..aku hiks aku gagal huhuhuhu" ucap Arick masih sesenggukan.
"Sudah tidak apa-apa..kau bisa melukai anak kita kalau masih menangis lagi loh..dia tidak suka Daddy nya menangis" ucap Zizi.
"Benarkah..hiks anak kita tidak suka padaku huhuhuhu huwaaaa aku tidak berguna honey hiks aku tidak berguna huhuhuhu" Arick semakin menjadi-jadi saat mendengar anaknya tidak menyukainya menangis.
Astaga Zizi tepuk jidat jika sudah begini..kenapa jadi Arick yang melow seharusnya kan dia yang begini,kan dia yang hamil bukan Arick tapi kenapa malah terbalik.
"Arick sudah jangan begini lah.. aku mencintaimu Daddy nya anak-anak yang super tampan,super siaga,super sempurna dan super segala-galanya..stop crying ok" ucap Zizi memuji Arick.
Benar saja Arick berhenti menangis dia kini malu-malu saat di puji Zizi..astaga rasanya Zizi sedang memuji anak perawan saja kalau begini..lihatlah wajah malu-malu nya Arick oh God kenapa dia jadi ngeri.
"Benarkah aku tampan honey ?" tanya Arick dengan semburat merah di wajahnya.
"I..iya sayang kau sangat tampan seperti twins D" ucap Zizi mengiyakan.
"Honey kau membuatku melayang..aku jadi malu kalau begini ihhhh" Arick menyelusup kan wajahnya pada ceruk leher Zizi dan memeluk tubuh mungil Zizi.
Skip dramanya....
"Arick apa ini cantik untuk anak kita kalau dia perempuan?" tanya Zizi yang sedang membongkar isi paper bag.
"Mana honey..wah itu sangat lucu dan cantik honey..bolehkah aku memakainya honey?" tanya Arick sangat ingin memakainya.
"Hah..kenapa kau yang memakainya..kan ini untuk anak perempuan Arick..kau ini ada-ada saja" ujar Zizi menggelengkan kepalanya.
"Honey boleh ya..pleaseee aku ingin mencoba nya sebelum dipakai anak kita" rayu Arick bergelayut manja di ceruk leher Zizi.
"Ishhh astaga..terserah kau saja" Zizi sudah kehilangan kata-kata dia membiarkan Arick melakukan apapun sesuka nya.
"Thanks honey..aku mencintaimu" Arick mengecup pipi Zizi kemudian meraih aksesoris itu dan mencobanya.
"Honey bagaimana..bagus tidak?" tanya Arick antusias.
"Astaga..iya bagus sayang tapi lebih bagus ketika di pakai anak kita nanti..oke sayang?" Zizi berujar agar tidak membuat Arick tersinggung.
"Begitukah? baiklah aku mengalah saja tapi kali saja tidak ada lain kali.. lihatlah jepit-jepit ini begitu menggemaskan honey"
Astaga....