
Di sisi lain tampak sepasang kekasih tengah memadu kasih di atas ranjang dengan begitu ganasnya..mereka sudah berkali-kali melakukannya namun belum juga puas.
Suara mereka begitu memekik di telinga dan membuat siapa saja yang mendengar pasti geli.
"Lebih cepat sayang"
"Sure"
Keduanya sampai di puncak permainan dan saling memeluk setelahnya..sang pria bangun dan mengenakan kimono nya kemudian duduk di sofa dengan meneguk vodca.
Sang wanita terkapar tak berdaya setelah memenuhi hassrat si pria untuk bercinta hingga puas.
"Huhh.. secepatnya akan aku habisi dia..apapun caranya aku akan membuatnya tak berdaya hingga bersujud di kakiku"
"Cukup sekali aku mengalah namun tidak untuk selanjutnya.. Vanden dan Diesel bahkan tak berguna..waktunya kita bermain Arick..dulu memang kau selalu unggul di atasnya namun kali ini tidak akan ku biarkan kau menang lagi"
Pria itu tersenyum menyeringai membaca laporan dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk mengintai Arick..ternyata dia memiliki kunci hidup Arick..Dewi Fortuna tengah berpihak pada nya.
"Kali ini kau akan bersujud di kakiku Arick hahahaha"
*
*
"Zi anak-anak sudah tidur aku ada urusan sebentar..aku tinggal sendiri tidak apa-apa kan?"
"Untuk apa kau ijin padaku..pergilah jika kau ada urusan tidak perlu ijinku"
"Astaga kau judes sekali sih mommy..baiklah aku pergi sebentar nanti aku kembali lagi..bye..jangan rindu"
"Cih..tidak akan"
Arick tersenyum lebar melihat wajah jutek Zizi..tidak apa-apa Arick kau bisa mendapat kan Zizi lagi asal kau mau berjuang dan berusaha.
Arick meninggalkan rumah Fiora dan menuju cafe terdekat karena dia ada urusan dengan temannya sebentar di cafe itu.
Tak berapa lama kemudian Arick sampai di cafe itu dan duduk sambil menunggu temannya sampai karena temannya itu sedang dalam perjalanan.
"Kau dimana?"
"......."
"......."
"Hm"
Sambungan telepon terputus Arick memesan makanan dan minuman tak lupa juga dia memesankan Zizi..dia tau Zizi tak mungkin bisa memasak karena dua jagoannya pasti akan rewel.
Arick merasa bersalah karena meninggalkan Zizi sendirian dengan kedua anaknya.. bagaimana kalau mereka rewel dan Zizi kerepotan astaga bagaimana ini kenapa lama sekali sih..jika bukan hal penting maka dia tak akan mau bertemu dan meninggalkan Zizi.
Tak berapa lama teman yang di tunggu Arick datang..tak sendiri dia membawa serta istrinya..ya teman Arick laki-laki beristri.
"Arick..sorry lama" ucap teman Arick.
"Ck..kenapa lama sekali sih?" balas Arick ketus.
"Sorry brother..sedikit drama"
"Ck..cepatlah anak-anak ku sedang menungguku"
"Wow..kau menikah tapi tak mengundangku..sungguh terlalu"
"Ck..diamlah panjang ceritanya..sekarang katakan ada apa?"
"Begini..Brandon sudah kembali dia tengah mencintaimu selama ini..aku baru dapat kabar dari anak buahku yang ku perintahkan untuk mengawasi nya tapi setelah bertahun-tahun hilang dia kembali lagi dan sudah hampir dua bulan ini dia mengintai mu..kau harus hati-hati karena orang-orang terdekat mu bisa dalam bahaya"
"Shitt..aku harus pulang sekarang"
"Hey kau mau kemana sialan?"
Arick tak membalas dia berlari menuju rumah Fiora..astaga kenapa dia tak menyadarinya selama ini shitt..Zizi semoga mereka baik-baik saja.
Arick berlari menuju mobilnya dan melesat meninggalkan cafe dimana temannya masih duduk memandanginya yang bagaikan orang gila.
"Shitt kenapa teleponnya mati..astaga semoga kalian baik-baik saja"