ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_75



"Morning honey"


"Ah..morning too"


"Kenapa melamun?"


"Tidak..tidak ada yang melamun haha"


"Ck.. sudahlah..hari ini aku ada urusan di luar sebentar..kau tidak apa-apa kan di tinggal dengan anak-anak?"


"Tidak apa-apa..kemana aku akan pergi Arick?"


"Ke suatu tempat yang tidak mungkin aku mengajakmu honey"


"Club?"


"Hey astaga tidak akan aku ke sana kalau di rumah saja aku sudah terpuaskan hm?"


"Ishhh sudah sana pergi..mesum sekali sih masih pagi juga"


"Hahaha baiklah.. aku akan mandi dulu lalu melihat anak-anak..kau butuh sesuatu?"


"Emmm..aku butuh pembalut..apa kau bisa memberikan nya?"


"Pembalut..baiklah"


"Kau mau?"


"Sure..akan aku lakukan apapun perintah mu Zi"


"Jangan menggombal pagi-pagi"


"Hey aku serius honey..dan jangan panggil aku dengan nama lagi oke?"


"Lalu dengan sebutan apa?"


"Sayang mungkin"


"Cih..sudahlah pergi sana lama-lama aku muak mendengar ocehan mu"


"Astaga keluar lagi aslinya"


"Ok..ok..aku mandi"


Zizi kembali berbaring sambil memegangi perutnya yang melilit..sepertinya dia tidak bisa menggendong twins D..ah Fiora akan menjadi tumbal lagi sepertinya.


Zizi memejamkan matanya setelah mengirimkan pesan pada Fiora untuk menjaga kan twins D sebentar karena dia sedang tak enak badan.


Zizi terlelap kembali setelah beberapa saya karena rasa nyeri di perutnya sangat menyiksa..dia lebih baik tidur daripada bergerak.


Arick keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk di pinggangnya..dia memilih pakaian kala melihat Zizi terlelap lagi dia tak mau mengganggu Zizi.


Selesai berpakaian Arick mendekati Zizi DNA mengelus pipi nya sebentar dan mendaratkan ciuman di kening, pipi,dan bibir.


"Aku menemui anak-anak dulu honey.. istirahatlah"


Setelahnya. keluar dengan perlahan agar tak mengganggu istirahat Zizi..setelah melihat anaknya Arick menuju ke swalayan terdekat untuk membeli pembalut wanita sesuai pesanan Zizi.


Sampai nya Arick di swalayan terdekat dia masuk kedalam swalayan itu dan bertanya pada kasirnya letak pembalut wanita..sang kasir awalnya terkejut tapi dia tetap menunjukkan dimana letak kebutuhan wanita.


Arick menuju ke area kebutuhan wanita..dia memilih pembalut wanita yang menurutnya pas untuk Zizi..dia juga mengingat pesan Zizi sebelumnya..bersayap,35cm,itulah yang Zizi katakan.


Arick mengambil 3 pack setiap pembalut yang berdatangan dan memiliki ukuran 35cm..total 5 mereka sesuai pesanan Zizi dan masing-masing 3 pack.


Arick membayar belanjaan nya kemudian memilih kembali ke rumah sebelum ke markas penyiksaan untuk menghabisi mereka Brandon.


"Hay boys..astaga belepotan sekali sus..mereka benar-benar nakal ya"


"Iya tuan mereka memang kadang begini..oh ya tuan tadi nona Fio kemari dan sekarang ada di kamar anda sedang melihat kondisi nona"


"Fio..baiklah sus terimakasih infonya..boys daddy ke kamar mommy ya jangan rewel"


Kedua bocah itu hanya mengoceh sambil menggebrak-gebrak high chair sendiri..suster mereka bahkan sampai terkekeh melihat kelincahan dua bocah itu.


Arick sampai di kamar dan melihat Fiora hendak keluar..Arick bertanya sebentar kemudian dia melangkah menuju ranjang dimana Zizi tengah terlelap dengan wajah pucatnya.


"Honey..kau sakit tapi apa aku harus meninggalkan mu.. aku benar-benar merasa tidak berguna honey..maafkan aku..aku akan menemanimu honey"


Arick memilih menemani Zizi di rumah urusan Brandon besok saja dia habiskan sekarang adalah Zizi.. prioritas nya adalah Zizi dan kedua anaknya.