
Arick berbaring disebelah Zizi..dia tersenyum namun bukan senyum senang melainkan senyum sinis.
Dia tau Zizi sudah ada rasa dengannya..ternyata mudah sekali untuk membuat gadis itu mencintainya.
Skip......
"Zi hari ini aku ada perjalanan bisnis ke kota x apa kau ingin ikut?"
"Hah..apa..em..apa boleh?"
"Tentu saja..bersiaplah"
Zizi tersenyum dia sangat senang,dia rasa cintanya berbalas..ah dia ingin menari sekarang.
Tak berapa lama kemudian zizi sudah selesai..Arick menanti dia di depan kamarnya..dia memperhatikan Zizi yang tengah memilih baju untuk berangkat agar tak mempermalukan Arick nantinya.
Sedangkan Arick yang tengah memperhatikan Zizi hanya bisa menatap datar Zizi..menyenangkan sekali bisa mempermainkan gadis itu.
Arick menatap Zizi dengan tatapan sinis..hanya sebentar saat Zizi menatapnya balik Arick tersenyum namun senyumnya itu senyum penuh arti.
"Sudah?"
"Sudah..maaf apa aku terlalu lama?"
"Tidak..ayo"
Akhirnya mereka turun ke bawah..Zizi senang bisa pergi menemani Arick..dia merasa seperti seorang istri yang menemani suaminya dalam perjalanan bisnis.
Selama dalam perjalanan baik Arick maupun Zizi hanua salinh diam..Arick yang memang tak ada niat untuk mengajak Zizi bercerita lebih memilih diam menikmati perjalanannya.
Zizi..dia tak tau apakah Arick nyaman atau tidak mengajaknya ikut serta..sikap Arick sangat dingin tapi kadang bisa lembut dan membuat hatinya berdegup.
"Apa Arick marah karena aku terlalu lama tadi ya?" batin Zizi berpikir lain.
Zizi hanya diam sambil sesekali menatap Arick yang memejamkan matanya..jangan salah meski Arick memejamkan matanya tapi dia tau kalau Zizi tengah memeperhatikannya.
Skip........
"Tuan hari ini tuan Arick dan gadis itu menuju kota x karena tuan Arick ada pekerjaan untuk benerapa hari kedepan" lapor sang asisten ayah Arick.
"Hm..Arick dengan gadis itu..apa kau tak merasa aneh Hen?"
"Maaf tuan..maksud anda?"
"Aneh saja Arick kan tidak pernah ingin dekat Dengan wanita manapun nah sekarang dia malah membawa seorang wanita untuk perjalanan bisnis bersamanya"
"Hm..mungkin tuan Arick hanya tidak ingin gadis itu kesepian tuan"
Henry asisten ayah Arick hanya mengangguk sopan menanggapi pernyataan ayah dari tuan mudanya..dia juga berharap begitu.
*
*
"Zi kita sudah sampai"
Zizi menggeliat kecil..dia mengerjapkan matanya berkali-kali.
"Ah..sudah sampai..astaga maaf aku ketiduran"
"Tidak apa-apa..ayo keluar kita istirahat dulu"
"Hm..terimakasih"
Arick dan Zizi menuju kamar hotel temoat mereka menginap selama 3 hari di kota x..Arick ada pekerjaan dia memang membawa Zizi agar gadis itu tak kesepian karena dia akan membuat gadis itu menangis tersiksa olehnya.
Skip.......
"Mau makan malam dulu tidak..dari siang belum makan"
"Boleh..apa tidak mengganggu pekerjaanmu?"
"Tidak sama sekali..kerjaanku besok bafu di mulai"
"Baiklah"
Arick dan Zizi menuju retoran dimana mereka akan makan..masih di sekitaran hotel saja karena lelah dalam perjalanan membuat mereka sedikit malas kemana-mana.
"Kau pesan apa?" tanya Arick.
"Aku pasta saja" kawab zizi.
"Baiklah..sebentar"
Arick memanggil waitres untuk memesan makanannya..tak berapa lama kemudian makanan telah siap..Zizi ijin ke toilet karena ingin pipis.
Arick dia mengangguk setelah tak terlihat tiba-tiba ponselnya berbunyi dia mengangkatnya..anak buahnya menghubunginya mengenai masalah Zizi.
"Caris semua informasi mengenai dia jangan ada terlewat satupun"
"........"
Aku tetap akan membuatnya menderita karena keluarganha telah membuatku kehilangan ibuku"
"......"
"Ya..jangan lengah"