
Zizi saat ini tengah melakukan senam ibu hamil tentunya di temani Arick..mana mungkin si bucin bin posesif itu membiarkan istri tercinta nya sendirian bisa gila dia.
"Honey jangan terlalu bersemangat"
"Astaga honey jangan begitu..nanti anak kita kaget"
"Honey ya ampun..kenapa gerakan nya begitu"
"Ya tuhan ini senam ibu hamil atau aerobik sebenarnya"
Begitulah ocehan-ocehan Arick selama Zizi melakukan gerakan senam nya.. hanya bisa mendengus melihat dna mendengar Arick yang ngoceh tak henti-henti nya ketika dia melakukan gerakan yang Arick anggap berbahaya bagi baby mereka.
"Astaga Arick bisa diam tidak?" ujar Zizi kesal mendengar kata-kata Arick yang mengganggunya saat sedang konsentrasi.
"Tidak apa-apa nona..kita sudahi saja pertemuan kali ini.. seperti nya suami anda begitu menyayangi anda..saya permisi" ucap sang instruktur nya.
"Haha terimakasih Mrs.Maila"
Setelah kepergian Mrs.Maila Zizi menatap Arick dengan tatapan tajam seakan ingin menguliti Arick saya itu juga..dia kesal karena waktu senam nya jadi berkurang.
"Kau ini kenapa sih..gerakan yang aku lakukan itu aman untuk baby kita..kau pikir aku mau membahayakan keselamatan anak kita begitu hah..menyebalkan lain kali jangan ikut senam atau aku akan tinggal dengan Daddy" ucap Zizi merepet kesal dengan Arick.
"Honey..aku hanya khawatir melihat gerakan senam kalian tadi.. maafkan aku" ujar Arick memberi alasan.
"Terserah kau saja huhh" Zizi mendengus dan melangkah menuju kamar dia butuh ketenangan..hormon nya benar-benar sedang di uji oleh Arick.
"Ck..tidak aktif lagi.. menyebalkan" gerutu Zizi kesal karena ponsel Fiora tidak aktif.
*
*
"Apa kau yakin akan melakukan ini Fio?" tanya Jack pada Fiora.
"Hm..bantu aku" pinta Fiora yakin
"Of course.. aku akan slalu ada untukmu..jangan sedih" ucap Jack merangkul Fiora yang saat ini terisak dalam pelukan nya.
Fiora mengirim pesan pada seseorang dan mengatakan akan pergi untuk memulai bisnis barunya di suatu negara.. Fiora akan memulai kehidupan baru di sana..dia akan meluapkan perasaanya dan akan membuka lembaran baru bagi hidup nya.
Sudah cukup Fiora merasakan dadanya di diremas kuat kala melihat pemandangan menyesakkan baginya secara live..dia melihat dengan mata kepala nya sendiri bahwa Zemi tengah berciuman dengan seorang wanita yang dia yakini adalah wanita yang telah Zemi tunggu kehadiran nya selama ini.
Fiora memutuskan untuk memendam perasaan nya dan menyudahi nya cukup sampai di sini..dia tak mau lebih sakit lagi dari ini dia berat meninggalkan Zizi tapi bagaimana pun juga dia tidak bisa terus di negara ini karena bisa di pasti kan bahwa dia akan terus bertemu Zemi dan malahan semakin susah untuk melupakan nya.
"Kita pergi besok aku sudah memesankan tiket untuk mu..kau hati-hati di sana..jangan lupa pamit dengan mereka" ucap Jack masih mengelus pipi Fiora yang tetap basah oleh air mata nya.
"Pasti.. aku akan merindukan twins dan Zizi juga tuan besar..akhhhh aku benci perasaan ini tapi mau bagaimana lagi sudah terjadi..thanks Jack kau selalu ada di saat aku membutuhkan mu" ucap Fiora berterimakasih kepada Jack.
"Anything for you" balas jack tersenyum lembut.