ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_27



"Hiks..sial sekali nasibmu Zi..kau hanya akan menderita di sini..biarlah kematian datang sendiri jika dia sudah puas menyiksamu..anggaplah balasan karena orangtuamu telah membunuh ibu nya"


Zizi tersenyum getir mengingat bagaimana mencambuknya tadi..sungguh sakit sekali hatinya melihat orang yang dia cintai begitu tega memukulnya.


Selesai dengan mandinya kini Zizi berbarinh di ranjang dengan gemetaran menahan sakit di punggungnya..cara yang Zizi lakukan untuk menghentikan darah yang mengalir dari punggungnya cukup efektif hanya dengan mengguyur air hangat sedikit panas..meskipun cara itu begitu menyiksanya tapi setidaknya dia lega darahnya sudah berhenti.


Zizi berbaring dengan memiringkan tubuhnya karena jika terlentang lukanya akan tertindih dan bisa saja mengeluarkan darah lagi..tak berapa lama kemudian Zizi terlelap namun badannya panas juga menggigil..mungkin efek dari luka itu.


Sementara Arick..setelah menenangkan diri dia menuju kamar Zizi..dia ingin melihat kondisi gadis itu bagaimanapun dia yang sudah membuat Zizi terluka.


Sampailah di depan kamar Zizi..dia membuka pintu kamar Zizi kemudian melihatnya terlelap..ada setitik sesal telah menyiksa gadis itu tapi itu di luar kesadarannya..emosinya terlalu menguasai dirinya hingga dia hilang kendali akan dirinya sendiri dan dan berakhir menyiksa Zizi.


"Aku harap ini yang terakhir kau membantah ucapanku Zi..aku tak ingin tanganku menyentuh kulitmu lagi seperti tadi"


Arick mendekati Zizi hendak menyelimuti tubuh gadis utu tapi dia merasakan hawa panas dari tubuh Zizi..shitt gadis itu demam.


"Huhhh sudah ku duga..bodoh kau Arick"


Arick mengambil kompresan juga memanggilkan dokter untuk Zizi bagaimanapun dia masih manusia yang memiliki hati nurani.


Setelah dokter selesai memeriksa dan mengobati luka di punggung Zizi..Arick duduk di samping gadis itu tangannya terulur untuk mengelus wajah pucat gadis itu.


"Maaf..aku tak bisa mengendalikan diriku..cepatlah sembuh"


Arick meninggalkan Zizi di kamar untuk membiarkan gadis itu beristirahat..dia tau pasti Zizi tersiksa oleh sikapnya juga sifatnya.


*


*


*


"Jadi kalian belum menemukan di mana si brengsek itu bersembunyi hah?" hardik seorang pria yang sudah berusia hampir 60 tahun pada anak buahnya.


"Maaf tuan kami kehilangan jejaknya"


"Dasar tidak berguna..mati saja kalian semua"


DORR.....


Suara tembakan terdengar di ruangan dimana kedua anak buah lelaki tua itu tengah melaporkan sesuatu pada pria tua itu.


Pria tua itu kesal karena lagi dan lagi dia kehilangan si brengsek yang sudah lama dia incar selama ini.


"Arghhhhhhhhh tidak berguna..sial..sial..sial"


"Aku akan membunuhmu brengsek..aku akan menemukanmu dan melenyapkanmu dengan tanganku sendiri..aku bersumpah atas nama putriku yang telah kau bunuh..arghhhhhh"


Prangg......


Prangg....


*


*


*


Hati telah berganti..minggu telah berlalu tak terasa sudah 1 tahun Arick dan Zizi tinggal di mansion dekat villa kematian milik Arick.


Selama itu pula baik Arick maupun Zizi masih sama seperti dulu bedanya kini Zizi lebih penurut setelah Arick memberikan peringatan tegas padanya.


"Bersiaplah nanti malam..temani aku ke pesta" ucap Arick datar.


"Ya" jawab Zizi singkat sama datarnya.


"Aku pergi"


"Hati-hati"


Arick menuju kantor..dia akan menyelesaikan pekerjaannya dulu sebelum acara nanti malam..sikap Arick terhadap Zizi sudah lwbih baik meski masih dingin dan datar tapi setidaknya dia tidak pernah lagi kasar terhadap Zizi..cukup sekali dia begitu bodoh berbuat kasar.