ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 22



"Arick astaga sudah geli hahahaha.. ARICKKKKKKK sudahhhh hahahaha"


"No sebelum kau minta ampun padaku honey"


"Hahahaha astaga ahahahah sudahhhh ahhhah ampun ahahhaha ampun"


"Nah begitu kan cantik..lain kali kalau kau begitu lagi lihat saja hukumannya lebih dari ini honey"


Hahah huhhh huhhh baiklah aku menyerah..hahaha ampun.. aku lelah"


"Duduklah..maaf aku tidak bisa melihatmu seperti tadi lagi pada orang lain..kau tau kan aku begitu posesif pada kalian?"


"Iya maaf..huhhh huhhh "


"Baiklah kau mau makan apa?.. jangan aneh-aneh"


"Ishhh baiklah.. buatkan aku salad saja"


"Sesuai keinginan mu nyonya"


Arick pergi ke dapur untuk membuatkan Zizi salad..dia memastikan bahan-bahan yang dia gunakan sudah tersteril atau belum maka dari itu dia mencuci kembali sayur dan buah yang hendak dia pakai untuk membuat salad.


Tak berapa lama kemudian Arick telah selesai membuat salad pesanan Zizi..dia benar-benar melayani Zizi dengan sepenuh hati..besok lah dia akan membawa Zizi cek kandungan karena besok sudah jadwalnya Zizi cek kandungan.


"Honey pesanan mu sudah siap..makanlah"


"Terimakasih Daddy"


"Sama-sama kesayangan"


Zizi mengambil salad itu dan memakannya dengan lahap..dia selalu suka apapun yang Arick masak..di usia kandungan yang masih terbilang awal ini dia selalu ingin di manja dan di perhatikan layaknya ratu.


"Sepertinya benar di sini adalah Princess Arick" ucap Zizi dengan mulut penuh salad.


"Tentu saja karena Daddy sangat yakin di sini memang princess..benar kan princess Daddy..besok kalau di USG jangan ngumpet ya dan jangan malu..daddy akan melindungi mu dari mata jahat di luaran sana juga kakak-kakak mu"


"Ishhh sudah lh jangan begitu aku geli Arick"


*


*


"Fiora kau sebenarnya kenapa..kenapa kau menjauhiku? apa aku ada salah denganmu?" tanya Zemi yang kini tengah berhadapan dengan Fiora di ruangan Zemi.


"Maaf pak saya harus kembali bekerja.. permisi" Fiora berbalik dan jendela meraih gagang pintu tapi sayang tidak bisa di buka..sialan.


"Maaf pak tolong buka pintunya saya masih banyak pekerjaan" ucap Fiora berbalik badan dan berkata dengan sopan.


"Duduk dan selesaikan masalah kita dulu aku tidak bisa kau diamkan begitu saja" ujar Zemi bangkit dari kursi nya dan berjalan mendekati Fiora.


"Maaf pak ini masih wilayah kantor jadi tidak perlu membahas masalah yang bukan urusan kantor..mohon buka pintunya karena saya masih banyak pekerjaan" ucap Fiora dingin nan tegas.


"Tidak sebelum kau menjelaskan alasan mengapa kau menjauhiku" balas Zemi tak kalah dingin.


"Huhhh..memang apa pentingnya buat anda pak Zemi..saya rasa saya dan anda bukanlah orang yang memiliki ikatan sedekat itu..anda dan saya hanya sebatas rekan kerja tidak lebih" jelas Fiora.


"Begitu..tapi saya tidak menganggap begitu.. bagaimana kalau saya tidak hanya menganggapmu rekan?" ucap Zemi.


"Terserah apa kata anda..tolong buka pintunya karena sebentar lagi teman saya akan menelfon jadi saya harusnya kembali ke ruangan saya untuk menyelesaikan pekerjaan saya" ucap Fiora dengan sedikit kekesalan.


"Tidak sebelum kau menjelaskan nya atau tidak kau hanya akan di ruangan saya seharian" ucap Zemi enteng.


"Kau..huhh terserah anda"


Fiora melewati Zemi kemudian menuju meja kerja Zemi dan menekan sebuah tombol yang terdapat di sisi meja.


Saat hendak berbalik untuk keluar tangannya di cekal oleh Zemi..spontan Fiora berhenti dan menatap tajam tangan Zemi yang menahan lengannya.


"Apa maumu?" tanya Fiora.


"Kau"


"Jangan gila Zemi.. aku dan kau tidak sedekat it_mpppppp"