
"Begitu nona..emm maaf atas kelancangan nya..saya benar-benar sangat menyayangkan sikap dokter kami nona,tuan..mohon maaf saya akan mendidik nya agar lebih disiplin lagi dan mela__" belum selesai direktur berucap Arick sudah memotong nya.
"Tidak ada kesempatan kedua..pecat dan blacklist namanya dari dunia medis atau kau mau rumah sakit mu ini aku runtuh kan?" sela Arick mengancam sang direktur.
Direktur rumah sakit itu kelabakan mendengar ancaman Arick..Arick bukanlah orang sembarangan..dia juga salah satu investor di rumah sakit itu..Arick mempunyai saham di rumah sakit itu bahkan lebih besar sahamnya dari investor lain.
"Tuan..maafkan saya tuan..baiklah akan saya pecat dan blacklist namanya dari dunia medis asalkan anda tidak meruntuhkan rumah sakit ini" mohon direktur rumah sakit itu.
"Baiklah..honey bagaimana?" tanya Arick pada Zizi.
"Aku tak mau kau mempunyai urusan di rumah sakit ini sayang..anak kita tak suka" ucap Zizi manja.
Zizi menunjukkan betapa berpengaruh nya dia dalam segala yang Arick putuskan..dokter lancang itu hanya diam menunduk sesekali dia melirik ke arah Zizi dan di balas oleh Zizi dengan senyuman manis namun bermakna ejekan.
"Baiklah sesuai keinginan mu honey..aku akan cabut saham ku di rumah sakit ini.. bagaimana kau puas honey?" ucap Arick bersungguh sungguh.
Zizi tersenyum dan menatap dokter itu dengan tatapan mengejek..dia membuktikan bahwa dialah pawang nya dan juga pemenang nya.
"Tuan tolong tuan jangan cabut saham anda tuan..rumah sakit ini sangat bergantung pada anda tuan..nona saya mohon nona" direktur itu hanya bisa memohon kepada Arick dan Zizi karena jika Arick mencabut sahamnya maka para investor lain pun akan mengikuti jejak Arick karena Arick bukan orang sembarangan.
"Bagaimana honey..kita pulang saja?" tanya Arick lembut dan mengusap kepala Zizi.
"Kasihan rumah sakit ini sayang..baiklah tidak usah di cabut sahamnya tapi aku tidak mau melihat dokter itu lagi di hadapan ku" ujar Zizi.
"Bagaimana apa kau sanggup menepati janji mu untuk memecatnya dan mem-blacklist dia dari dunia medis?" tanya Arick dingin pada direktur rumah sakit sambil mengelus kepala Zizi yang tengah bersandar di pundaknya.
"Baik tuan..saya akan pecat dan blacklist dia sekarang juga tuan" ucap direktur rumah sakit itu.
"Direktur tolong jangan pecat saya..tuan Arick tolong ampuni saya" ucap dokter itu.
"Kau di pecat..pergi dari rumah sakit ini dan jangan tampakkan wajahmu di dunia medis lagi karena nama mu sudah di blacklis dari dunia medis" ucap direktur rumah sakit tegas menatap dokter lancang itu.
*
*
"Boleh..aku juga penasaran dengan baby" Zizi menyetujui saran Arick.
"Baiklah..kita ke rumah sakit Daddy saja ya..di sana lebih nyaman" ujar Arick menyarankan.
"Iya Daddy"
Arick dan Zizi menuju rumah sakit milik tuan Jarred..Zizi terus bersandar di bahu Arick sesekali dia menghirup aroma tubuh Arick karena kadang mualnya tiba-tiba datang jadi dia harus di dekat Arick terus.
"Arick i want you" ucap Zizi tiba-tiba.
Cekittttt......
Terdengar suara decitan rem dan ban mobil karena Arick mengerem mobilnya dadakan..astaga jantung nya hampir copot setelah mendengar ucapan Zizi barusan.
"What..kau bicara apa honey?" tanya Arick mengulangi siapa tau dia salah dengar.
"I'm hornny" ucap Zizi malu-malu.
"Honey..are you serious?" Tanya Arick memastikan.
"Ya..I want you" Zizi memperjelas bahwa dia sedang horny dan ingin melakukan olahraga.
Arick tentu saja mau..dia langsung memutar arah menuju sebuah hotel..dia akan membawa Zizi ke hotel dulu karena ini kesempatan emas untuk nya..astaga dapat durian runtuh Arick..mimpi apa dia semalam.