
Arick mengangkat Zizi dan membaringkannya di sisi ranjang yang kosong di samping twins.. kebetulan ranjang di ruangan Arick muat untuk 4 orang dewasa jadi dia dan Zizi masih bisa tidur di sana bersama twins.
"Istirahat lah..aku di sini akan menemanimu..maafkan aku"
"No..kau tak salah..aku yang salah telah membuat mu marah dan kelepasan"
"Tidak honey..kau jadi begini karenaku..maafkan aku sungguh aku menyesal"
"It's ok Arick"
"Sungguh?"
"Ya dan tidurlah..aku lelah"
"Ok Honey..istirahatlah..love you so much"
"Hm"
Arick tersenyum meski hanya di balas deheman saja tapi Arick tetap senang setidaknya Zizi membalas perkataannya..oh tuhan apakah begini orang yang tengah jatuh cinta.
*
*
"Morning honey" ucap Arick yang telah bangun lebih dulu.
"Hm..morning too" balas Zizi tersenyum.
"Bagaimana kakimu sudah baikan?"
"Lumayan Arick"
"Mau ke kamar mandi?"
Zizi mengangguk malu..jujur dia malu harus merepotkan urusan kamar mandinya dengan Arick..astaga apakah dia masih bisa di sebut wanita.
"Sudah Arick kau boleh keluar"
"Benar..tidak butuh apapun lagi?"
"Iya..keluarlah"
"Ck..iya"
Arick tersenyum melihat wajah kesal Zizi..dia senang menggoda Zizi rasanya menyenangkan saja..jika Tidka menggodanya maka harinya akan sendu..eya...lebay amat bang.
Arick keluar dari kamar mandi dan berdiri di dekat pintu takut jika Zizi butuh sesuatu..di saat Arick tengah menunggu Zizi ponselnya berbunyi..dia ambil di atas meja dekat ranjang.
Arick membaca sebuah pesan yang mengatakan bahwa dia menantangnya untuk berduel jika orang itu yang menang maka Zizi akan menjadi budak di atas ranjang..dan jika yang menang maka orang itu akan pergi sejauh mungkin.
Arick tentu saja marah..tidak mungkin dia menyerahkan Zizi pada lelaki bejat seperti Brandon..ya Arick tau yang mengirim pesan itu adalah Brandon.
"Seperti nya kau sangat ingin mengalahkan ku..baiklah aku akan membuatmu pergi dari dunia ini.. selamanya".
Arick mengirimkan pesan pada Zemi untuk melakukan sedikit permainan pada Brandon..dia tak akan tinggal diam jika keluarga nya di usik.
Arick kembali ke posisi semula dimana dia tengah berada tadi..Zizi selesai dan meminta bantuan Arick untuk keluar dari kamar mandi.
Setelah di luar Zizi berterima kasih pada Arick..dia juga tak lupa memberikan morning kiss untuk Arick tanpa di minta..setelahnya Zizi memilih masuk kedalam selimut dan menyembunyikan diri di balik nya.
Arick tertegun mendapatkan serangan dadakan dari Zizi..astaga mimpi apa dia semalam hingga mendapatkan morning kiss dadakan dari Zizi.
"Honey..astaga kau menggodaku hm?"
"No..PERGI Arick aku malu"
"Hey tidak ada kata malu..show me your face honey"
"Noooo Arick..go"
"Never honey"
Arick ikut masuk kedalam selimut dan mendekap Zizi dengan posesif kemudikan entah sejak kapan bibir mereka bersilahturahmi tanpa mereka sadari.
Perlahan tapi pasti tangan mereka nakal kemana-mana..Zizi juga ikut larut dalam silahturahmi bibir dengan Arick..dia terbawa arus yang Arick ciptakan hingga suara laknat itu terdengar begitu mengerikan bagi kaum LDR dan jomblo.
"Zi..can I ?"
Zizi entah setan darimana hingga membuatnya mengangguk menyetujui permintaan Arick..astaga apakah pertahanan diri Zizi mulai runtuh dengan sikap manis dan sabarnya Arick.