ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_37



"Hoek...hoek"


Terdengar suara muntahan seseorang dari dalam kamar mandi..orang itu memuntahkan isi perutnya sedari subuh tadi.


Entah kenapa pagi ini juga beberapa waktu yang lalu dia juga merasa moodnya buruk dan berubah-ubah..kadang dia melow kadang juga emosian tapi kadang dia juga tiba-tiba menjadi ceria.


Sudah periksa ke dokter tapi kata dokter iru bukan suatu penyakit melainkan sindrom Couvade.


Sebelumnya......


Di rumah sakit Arick tengah memeriksakan keadaannya yang beberapa bulan ini seperti orang kena santet.


"Bagaimana dok apa saya sakit parah?" tanya Arick dengan gelisah.


"Tidak perlu khawatir tuan..anda baik-baik saja..hanya saja anda mengalami sindrom Cauvade"


"Sindrom Cauvade..apa itu dok?"


"Sindrom couvade adalah kondisi yang terjadi ketika pria turut merasakan gejala kehamilan yang dirasakan oleh pasangannya. Kondisi ini dapat terjadi selama masa kehamilan, tetapi umumnya bertambah parah pada trimester ketiga atau jelang proses persalinan.Meski begitu, Anda tak perlu mengkhawatirkan kondisi yang juga dikenal dengan istilah kehamilan simpatik ini..


Kondisi yang tidak tergolong sebagai penyakit atau masalah kesehatan mental ini biasanya hanya berlangsung sementara dan tidak berbahaya".


"Kehamilan simpatik..tapi saya belum menik__shitt..apa mungkin astaga baiklah dok terimakasih"


Arick langsung keluar dari ruangan dokter dan menuju rumahnya..apakah kecurigaannya benar..apakah Zizi hamil.


Berbagai macam pertanyaan muncul di benak Arick..astaga jika benar Zizi tengaj mengandung anaknya berarti dia sebentar lagi akan menjadi ayah..astaga dia senang sekali tapi dimana Zizi.


Setelahnya...


"Huhh aku merindukanmu Zi..sepertinya kau berhasil menyiksaku bukan aku yang menyiksamu..kembalilah Zi..aku merindukanmu" batin Arick sambil menciumi baju Zizi untuk menghilangkan mualnya.


Arick terus seperti iti sejak dia tau bahwa dia mengalami morning sickness menggantikan Zizi..dia baru berhenti ketika menciumi baju Zizi.


Zemi yanh sedari tadi melihat tuannya memeluk baju Zizi hanya bisa menghela nafas panjang..ada rasa tak tega melihat tuannya seperti itu tapi biarlah menjadi pelajaran untuk tuannya agar lebih menghargai wanita baik seperti Zizi.


"Bertahanlah mister..sebentar lagi hingga saya berhasil menghabisi nya maka saya berjanji akan mempersatukan anda dengan nona Zizi..maafkan saya mister" batin Zemi.


Zemi melangkah menuju dapur untuk membuatkan teh hangat untuk tuannya..setidaknya hanya ini yang bisa Zemi lakukan untuk tuannya.


"Masuk"


"Permisi mister..ini teh hangatnya"


"Hm..terimakasih Zemi"


"Sama-sama mister..apa anda butuh sesuatu?"


"Ya..bisakah kau membuatkan ku salad wasabi"


"Hah..salad wasabi..baiklah mister"


"Hm"


Zemi melangkah menuju dapur lagi dan membuatkan salad pesanan sang bos..entahlah untuk siapa nanti yang pasti dia hanya akan membuatkannya saja.


Selesai dengan urusan saladnya kini Zemi membawa makanan itu dan menyerahkannya pada sang tuan.


"Permisi mister..ini saladnya"


"Hm..kau habiskan ya Zemi"


"Hah..mister jangan bercanda"


"Kau tak mau?" mata berkaca-kaca sekarang.


"Astaga..sial..ah baiklah mister demi anda saya rela makan salad beracun ini"


"Bagus..cepatlah" kini Arick malah sangat antusias.


Zemi..hahaha nasibmu zem..dia mulai memakan salad beracun itu..satu suapan sudah membuatnya ingin muntah..Zemi benar-benar tersiksa saat ini.


"Mister su..dah..ya..huek__"


Zemi berlari menuju kamar mandi di kamar Arick..dia tak perduli kena semprot nanti yang penting perutnya harus aman dulu.