ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_32



Arick bergegas melacak atm nya terakhir Zizi menarik sejumlah uang yang jumlahnya cukup banyak di sebuah mesin atm dekat gedung itu.


Tak main-main Zizi menarik 1juta dollar..Arick tak masalah dengan jumlah uang yang Zizi tarik dia hanya ingin tau keberadaan Zizi hanya iti saja.


"Mister sepertinya atm itu di titipkan pada salah satu pihak bank di sekitar sini..di lihat dari lokasi terakhir penarikan hanya di dwkat sini saja yabg ada bank dan mesin atm..jika nona mearik di bank tidak mungkin karena pasti prosesnya akan rumit karena itu bukan kartunya tapi jika di mesin atm itu lebih mudah hanya saja melalui beberapa kali penarikan di lihat dari jumlah tarik tunai yang nona ambil"


"Jadi maksudnya adalah setelah melakukan tarik tunai lalu kartu itu Zizi titipkan pada pihak bank agar tidak di manfaatkan orang lain jika di letakkan begitu saja di dekat mesin itu?"


"Benar mister..kemungkinannya nona sudah jauh meninggalkan kota ini"


"Aku tak perduli Zemi..cari hingga dapat"


"Baik mister"


Arick terdiam memikirkan betapa pintarnya Zizi dalam bersiasat..tidak apa..dia juga pasti butuh waktu mungkin sekarang Zizi tengah menenangkan diri karena kejadian kemarin malam.


"Kemanapun kau pergi aku akan menemukanmu Zi..kau takkan bisa lari dariku" batin Arick yakin akan menemukan keberadaan Zizi.


*


*


*


"Huhhhh aku hanya bisa membeli rumah kecil ini saja..semoga kedepannya hidupku jauh lebih baik lagi..semangat Zi kau pasti bisa memulai dari awal"


Zizi sudah sampai di negara tujuannya..dia membeli sebuah rumah kecil yang letaknya tak jauh dari pusat perbelanjaan,pasar,minimarket,halte bahlan bandara dan rumah saki.


Baru sehari dia meninggalkan Arick tapi rasa rindunya sudah menyeruak sangat dalam..sebenci dan semarah apapun Zizi pada Arick dia tetap tak bisa berlama-lama.


*


*


"Jadi gadis itu berada di negara M..baiklah terus awasi dan pantau..jaga dia dari jauh jangan sampai lengah..bila perlu carikan teman wanita untuk menemaninya agar dia tak sendiri..bantu dia mendapatkan pekerjaan dan kirim sejumlah uang di rekeningnya..aku tau dia sudah membuat rekening sendiri..aku ingin dia tetap aman karena dia tak mempunyai siapapun saat ini"


"Baik tuan besar akan kami lakukan perintah anda"


Tuan besar itu berdehem dan kembali melihat hasil penyelidikan yang anak buahnya dapat mengenai putranya dan gadis itu.


"Akan ku pastikan kalian bersatu..biarlah sementara kalian berpisah untuk sesaat tapi jika waktunya telah tiba maka kalian akan bersama kemblai dan aku harap kalian akan bahagia"


Tuan besar memandangi sebuah bingkai foto seorang wanita yang tak lain adalah istrinya sendiri..dia tersenyum dan mengecup foto itu dengan penuh cinta.


"Mom bantulah putra kita agar bersatu dengan gadis itu..bantu daddy mom"


*


*


Zizi tampak baru bangun dari tidurnya..dia menuju kamar mandi yang aa di kamarnya..memang rumah itu kecil tapi terdapat 2 kamar dan 2 kamar mandi juga dapur dan halaman cukup luas..sebenarnya tak terlalu kecil hanya saja jika di lihat dari luar rumah itu memang terlihat kecil tapi jika sudah melihat dalamnya lumayan luas.


"Sebaiknya aku mencari makan saja dulu..besoklah baru aku belanja perabotan dan bumbu dapur juga ponsel..sepertinya aku membutuhkan ponsel untuk saat ini"