ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_29



Saat Arick hendak bangkit menuju meja minuman tiba-tiba tubuhnya merasa kepanasan juga kepalanya sedikit pusing..dia tak bisa menahan tubuhnya hingga terduduk lagi.


"Arick kau kenapa?" tanya Zizi khawatir.


"Bawa aku pergi dari sini Zi..kita ke kamar 307..cepat"


"Baiklah..ayo"


Zizi memapah Arick sekuat tenaga mwnuju kamar yang di maksud Arick..entahlah Zizi belum menyadari atau memang dia tak tau bahwa mungkin ada yang salah dengan Arick.


Sampailah mereka di kamar yang Arick maksud..Zizi membuka pintu kamar itu dengan kode yang Arick berikan..pintu terbuka mereka berdua masuk kedalam setelah pintu kembali di tutup.


Arick di dudukan di tepi ranjang..tubuh Arick bergetar,panas bahkan keringat mengucur di sela-sela tubuhnya..Arick segera membuka jasnya setelah Ac ruangan itu sudha di nyalakan terlebih dahulu oleh Zizi.


"Arick kau kenapa sebanarnya?" tanya Zizi untuk kesekian kalinya.


"Tinggalkan aku di sini..pergilah" usir Arick sekuat tenaga tak melihat Zizi karena penampilan Zizi saat ini sangat menggoda.


Arick berusaha melawan gejolak yang semakin kuat dari dalam dirinya..sentuhan tangan Zizi semakin membuatnya frustasi..ingin dia terkam tapi dia tak tega karena bagaimanapun juga dia masih memiliki nurani.


"Tidak..aku tidak akan pergi..katakan apa yang kau butuhkan?" Zizi berusaha keras tak mau keluar dan meninggalkan Arick sendirian belum tentu di luar aman baginya.


"Zizi..kumohon pergi sebelum kau menyesal" tekan Arick dengan suara beratnya menahan hassrat yang semakin naik.


"Tidak Arick..kau sakit tapi kau memintaku pergi..biarpun kau menyiksaku lagi aku takkan pergi meninggalkan mu dengan keadaan tak sehat seperti ini..terserah kau mau ap__emmmp"


Zizi terdiam beberapa saat kwmudian dia memberontak tapi tenaganya kalah karena cengkraman tangan Arick amat sangat kencang hingga membuatnya meringis di sela-sela llumatan Arick.


"Emmmmm..emmmm" Zizi memukul-mukul dada Arick berharap Arick menghentikan aksi bibirnya namun nihil tak ada hasil.


Arick semakin terpancing ketika mendengar suara indah Zizi ketika tangannya me rem mas bola indah Zizi.


Tak kuat menahan hassratnya yang semakin memuncak kini Arick mulai me lu cut i kain di tubuh keduanya..Zizi hanya bisa pasrah akan nasibnya..kesuciannya yang selama ini dia jaga harus terenggut dengan cara yang miris.


Setidaknya ini terakhir kalinya dia berada di sisi Arick..setelah ini entahlah kemana Zizi akan pergi apakah meninggalkan dunia ini atau pergi dari kehidupan Arick.


"Arick ku mohon jangan hiks..jangan Arick hiks..huhuhuhu" Zizi masih memohon agar Arick tak melakukannya.


"Arkhhh saaaakiiiit" jerit Zizi ketika merasakan benda keras menerobos pertahanannya dan merobek apa yang selama ini dia jaga.


Sementara Arick yang memang baru pertama kali merasakan nik mat nya bercinta merasa sangat candu dengan kegiatan ini tapi mungkin hanya pada tubuh Zizi saja.


"Arkhhhhhh Ziiii"


Era ngan panjang dari Arick menandakan bahwa Arick sudah mencapai pel ep asan dengan puas dan menumpahkan semua benihnya ke dalam rahim Zizi.


Arick ambruk di atas tubuh Zizi yang sudah tak sadarkan diri karena begitu syok mengalami hal seperti ini apalagi yang melakukan nya adalah pria yang sangat dia cintai.


Arick terlelap setelah berhasil mengatur nafasnya..dia lelah tapi ketagihan..dia akan beristirahat sebentar sebelum melakukannya lagi.