ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 13



"Honey..lihat siapa yang aku bawa" ucap Arick menurunkan kedua jagoannya dan bergegas kedua bocah itu berlari menuju Zizi.


"Sayang mommy...sini nak mommy rindu" Zizi mendekap kedua bocah itu dan menangis haru..astaga seperti tahunan saja tidak bertemu.


"Astaga honey kau itu kenapa menangis..kan baru beberapa waktu tidak bertemu honey..sudah jangan menangis masa bertemu twins malah nangis" ucap Arick mendekap ketiga kesayangannya nya.


"Kau hiks jahat..hiks tidak mengajakku hiks..aku pikir kau pergi mencari wanita lain hiks huhuhuhu" omel Zizi meski dengan tangisnya.


"Astaga tidak mungkin sayang..aku tidak akan mencari wanita lain karena kau saja sudah mampu membuatku mendessah" ucap Arick menggoda Zizi.


"Ishhh..ck kau menyebalkan" Zizi kesal.


"Hahaha baiklah maaf aku tidak mengajakmu karena tadi kau sangat kelelahan setelah melayaniku maka dari itu aku tidak mau mengganggu waktu istirahat mu honey..maaf ya" bujuk Arick mengalah menjelaskan daripada jatahnya di potong.


"Hm di maafkan tapi buatkan pudding mangga dulu baru aku mau memaafkan mu" pinta Zizi yang sebenarnya ingin pudding mangga.


"Hahaha baiklah sayang sesuai keinginan mu..boys daddy tinggal dulu ya..jangan nakal" pesan Arick pada kedua anaknya.


Kedua bocah itu hanya tertawa melihat ayahnya keluar..mereka juga merindukanZizi walau bagaimanapun juga Zizi adalah ibunya jadi pasti keduanya merindukan Zizi meski tidak bisa mengungkapkan.


"Sayang-sayangku astaga mommy merindukan kalian hiks..kalian merindukan mommy tidak?" tanya Zizi dengan lelehan bening yang mengalir dari mata nya.


Darren dan Darrel seakan mengerti mereka memeluk Zizi erat..Zizi semakin terharu untung saja dia tidak jadi pergi tadi bagaimana kalau dia tadi pergi pasti dia tidak akan melihat kedua anaknya lagi.


*


*


"........" jawab orang di sebrang telefon.


"Baiklah.. aku tak mau kejutannya berbahaya bagi istriku..harus aman kalau tidak aku benar-benar akan marah besar pada kalian" ujar Arick dengan nada serius.


"...….."


"Baiklah..lakukan jangan terlewat satupun" Arick mengakhiri sambungan telepon nya.


Setelah selesai berbincang di telepon kini Arick mendinginkan pudding nya di kulkas..dia mau secepatnya Zizi menikmati pudding itu karena dia tidak mau sampai Zizi menunggu terlalu lama hanya untuk memakan sesuap pudding.


"Selesai..hmm sebaiknya aku membawa beberapa potong mangga untuk kesayangan-kesayangan ku.. baiklah" Arick membawa sepiring potongan buah-buahan berbagai macam karena dua jagoan Arick suka sekali memilih.


Sampailah Arick di kamar..dia membuka pintu dan melihat kedua jagoan nya tengah bermain di karpet yang sudah Zizi gelar agar anak-anak nya tidka kedinginan di lantai.


Sedangkan Zizi sendiri dia juga ikut duduk di atas karpet itu menemani dan menjaga anak-anak nya..takut berantem atau berebut sesuatu.


"Hay gaes..ada yang mau buah?" tanya Arick menghampiri dan ikut duduk di karpet di samping Zizi.


"Daddy Daddy au" Darren Mendekat dan mengambil sepotong kemudian memasukkan nya kedalam mulut kecilnya.


Begitu juga dengan Darrel dia juga ikut mengambil sepotong dana memasukkan nya kedalam mulut kecilnya juga..sungguh tingkah keduanya membuat Arick dan Zizi tersenyum haru dan menghangat.


"I love you honey..thanks for everything" ucap Arick mengecup pipi Zizi.


"Sama-sama sayang..lobe you more Arick"