
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya seorang pria yang tengah di landa panik.
"Tenang tuan..nona baik-baik saja hanya saja tadi kram di perutnya terjadi karena syok kecil tapi sekarang sudah tidak apa-apa..kami sudah menyuntikkan vitamin untuk istri anda" jelas sang dokter.
"Huhhh syukurlah..baiklah dok terimakasih" sang pria lega setelah mendengar bahwa istrinya baik-baik saja.
Hampir saja sang pria meluluhlantakkan rumah akut itu jika terjadi sesuatu pada sang istri dan calon anak nya tapi bersyukur karena istri nya tidak apa-apa.
Pria itu masuk kedalam ruangan dimana sang istri di rawat..dia melihat sang istri sudah siuman..sang pria langsung mendekati istrinya dan merengkuhnya dalam dekapan hangatnya.
"Honey kau baik-baik saja.. syukurlah aku sangat takut melihat mu kesakitan seperti tadi..maafkan aku honey" sesal sang pria.
"Arick..aku baik-baik saja..maaf membuatmu khawatir" ucap Zizi lirih.
Ya Zizi lah yang tengah di rawat di rumah sakit itu karena saat di ruangan Arick tadi dia terkejut mendengar suara pekikan dari luar dan membuatnya sebangun secara reflek tanpa sadar telah membuat perutnya kesakitan.
Arick langsung membawa Zizi ke rumah sakit sesaat setelah mendengar teriakan Zizi..dia begitu takut melihat Zizi kesakitan sungguh lebih baik dia yang kesakitan daripada Zizi yang harus mengalami hal seperti itu.
"Tidak honey..kau tidak salah..aku yang salah telah membuatmu terkejut..maaf honey" Arick sangat menyesal karena perbuatannya itu Zizi menjadi kesakitan seperti ini.
"Sudah jangan di pikirkan lagi..bantu aku ke kamar mandi..aku mau kencing" titah Zizi masih lemah.
"Baik honey" Arick menurut.
Arick menggendong Zizi menuju kamar mandi..dia mendudukkan Zizi di atas kloset..dia juga membantu Zizi menurunkan celana dal*m nya dan di sambut pukulan di bahu Arick.
Dia pikir Zizi sakit keras apa hingga tak bisa menurunkan celananya sendiri..astaga memalukan sekali sih.
"Keluarlah Arick..aku hanya pipis tidak berbuat senonoh.. astaga" kesal Zizi ketika Arick tak mau keluar sama sekali.
"Tidak Honey aku ingin membantu mu" Arick kekeh ingin membantu Zizi.
"Astaga..kau mau keluar dari kamar mandi atau aku yang pergi?" karena kesal Zizi mengancam Arick.
"Hm" Zizi sekenanya.
"Honey..jawab yang benar" Arick
"Iya Arick suamiku..astaga" Zizi.
"Baiklah.. hati-hati ya honey" Arick
Zizi tak menggubris perkataanArick..dia menuntaskan hajat nya yaitu kencing..berdebat dengan Arick membuat nya benar-benar kesal huhh sabar Zi.. nanti kau kerjai saja dia.
Selesai dengan hajatnya kini Zizi keluar di papah Arick.. benar-benar sudah seperti sekarat saja Zizi..padahal hanya syok kecil tapi perlakuan Arick sudah bagaikan dia hampir sekarat tak bisa melakukan apapun.
"Arick aku mau pulang" ucap Zizi.
"Baiklah..sesuai keinginan mu honey" ucap Arick patuh.
*
*
"Arick buatkan makanan..aku ingin kau yang memasak" Zizi merengek.
"Masakan ku? baiklah" Arick menyanggupi.
"Iya Panekuk tuna..jangan kelamaan" Zizi.
Arick terbengong mendengar masakan yang Zizi inginkan..astaga apakah ada di dunia ini panekuk tuna..tuhan apakah hukumannya belum juga berakhir.
"Honey mana ada panekuk tuna..kau jangan aneh-aneh sayang" Arick protes.
"Kau tak mau hiks..baiklah tidak apa-apa" melangkah meninggalkan Arick di ruang tamu yang masih terbengong.