
"Arick..sudah ku bilang berapa kali jangan suka mengejutkan ku" ucap Zizi kesal karena lagi dan lagi Arick membuatnya terkejut.
"Sorry honey..sudah siap?" balas Arick sambil terkekeh.
"Sudah..awas dulu aku susah Arick" keluh Zizi karena ruang geraknya menjadi susah.
"Hm..aku nyaman honey" jawab Arick tak mau menyingkir karena sudah nyaman.
"Ishhh minggir nggak?" Zizi memperingati Arick.
"Kiss dulu honey" Arick memberi syarat dan membuat Zizi jengah.
"Kiss lima jari mau?" ucap Zizi sambil mengangkat tangannya dan menunjukkan lima jarinya.
Arick melepaskan pelukannya dengan malas..dia senang bisa memeluk Zizi..Zizi juga terlihat tak menolak lebih tepatnya terpaksa mau tidak mau sih.
tersenyum manis menerima kopi buatan Zizi..Arick membawa Zizi duduk di sofa depan kamar twins..mereka mengobrol sebentar untuk menghilangkan rasa bosan.
"Zi.. bagaimana perasaan mu saat tau kau sedang mengandung?"
Zizi menoleh ke arah Arick dan menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
"Kenapa menanyakan itu?"
"Hanya ingin tau lebih dalam lagi Zi karena saat itu aku tak ada di sisimu..maafkan aku"
"Sudahlah tidak usah di bahas"
"Tapi aku__"
"Sudah Arick..aku tak ingin membahas Maslaah yang sudah berlalu cukup lama..sekarang bagaimana persiapan mu menghadapi si Brandon?"
"Huhh..aku tak takut bahkan santai tapi aku memperketat pengamanan untuk kalian bertiga"
"Mencegah lebih baik dari mengobati honey"
"Ya terserah kau saja lah"
Arick mendekap Zizi dan mengusap ujung kepala Zizi kemudian mendarat kan sebuah kecupan manis di keningnya.
"Dengar honey..aku hanya ingin memastikan kalian akan dan baik-baik saja..bagiku kalian adalah prioritas utama ku..aku akan melakukan apapun untuk melindungi kalian bahkan nyawa sekalipun akan aku berikan untuk melindungi kalian...
Cukup sekali aku membuat kalian susah,membuatmu sakit karena ulahku di masa lalu..aku ingin membuktikan kesungguhan ku agar kau percaya bahwa aku sudah berubah bukan lagi Arick yang brengsek seperti dulu..aku sangat menyesal karena telah menyakitimu honey..kau tau ternyata banyak orang yang menyayangimu dan memusuhiku karena kepergian mu...
Tuan Gio mengahajarku hingga aku hampir tiada..dia sangat membenciku karena tindakanku yang salah..dia mempunyai adik yang melakukan hal yang sama seperti ku dan dia mengajar adiknya sendiri karena tidak suka dengan kelakuan adiknya..sekarang malah aku yang melakukan hal yang sama seperti yang adik tuan Gio lakukan...
Daddy sempat datang dan memberiku beberapa pukulan keras karena aku menyakitimu dan kau tau honey.. aku baru tau bahwa kau bukan anak kandung dari mereka ternyata__"
Trangggg......
Zizi membeku di tempatnya..kaget..apa Arick bilang..dia bukan anak kandung orangtuanya..apakah dia harus bahagia atau tidak entahlah Zizi tidak tau.
"Hey what happen honey..are you ok?"
Zizi tak menjawab..dia masih terkejut akan penuturan Arick barusan..Arick menyadari bahwa seperti nya Zizi juga tidak tau akan fakta ini..dia mengeratkan pelukannya pada Zizi serta berkali-kali memberikan kecupan hangat pada keningnya.
"It's ok honey kau punya kami..aku, anak-anak,Daddy,Fiora dan Zemi..kau tak sendiri honey don't be sad oke?"
"Hm..thank you Arick..aku baru tau fakta mencengangkan ini..aku sempat berfikir ke arah situ tapi lagi dan lagi aku tak memiliki kuasa untuk membuktikannya..jangan sakiti aku lagi Arick karena jika kau menyakiti ku lagi maka hatiku benar-benar akan mati"
"No honey cukup sekali kebodohan itu dan takkan ada lagi untuk yang kedua kalinya..trust me honey"
"I will"