ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_51



Arick masih setia menjaga Zizi..dia sangat menyesalkan tindakan nya atas kejadian di masa lalu..Zizi benar-benar ketakutan ketika melihatnya..dia sangat merasa bersalah pada Zizi.


Arick menatap lekat wajah Zizi..cantik dan semakin berisi..dadanya juga__astaga otak kemana kamu membawa imajinasi ku..sialan.


Tuan besar datang dengan menggendong Darren yang tengah terlelap..Arick bangkit dan sangat antusias mendekati Darren..dia ingin menggendong anaknya.


"Dad.. bolehkah?"


"Hati-hati"


Tuan besar menyerahkan Darren pada Arick..Arick menerimanya dengan hati berbunga-bunga dan gemetaran..astaga dia menggendong anaknya..darah dagingnya.



"Hay jagoan..ini Daddy nak..kau sangat tampan dan menggemaskan"


Arick duduk sambil sesekali menatap Zizi yang masih saja setia memejamkan matanya..Arick sesekali juga mengecup pipi dan kening anaknya..astaga dia sangat bahagia.


"Hey tampan buat mommy. bangun dong..Daddy mau minta maaf dengan mommy..Daddy bersalah pada mommy..apa kalian marah juga pada Daddy?"


Arick memandangi wajah tampan anaknya..Darrel sedang di gendong Fiora karena Darrel sedikit rewel dari Darren.


Darren membuka matanya dan menatap Arick..sesekali bocah itu tersenyum dan menggeliat mencari posisi yang nyaman di gendongan sang Daddy.. sepertinya bocah itu tau dia sedang bersama Daddy nya.


"Hey kau sudah bangun..astaga matamu seperti mommy ya bulat dan indah..tapi kau dan adikmu memang seperti Daddy tidak ada yang di buang"


"Hhahah mungkin mommy kalian begitu mencintai Daddy..jelas lah Daddy kan tampan iya kan boy?"


Tuan besar datang dan mengambil Darren dari gendongan Arick..tuan besar ingin memberikan waktu untuk Zizi dan Arick menyelesaikan masalah di antara mereka.


"Selesaikan urusan kalian..jangan kasar lagi jika tidak jangan harap kau bisa bertemu kedua anakmu lagi"


"Baik dad.. terimakasih"


Astaga dia baru ingat sekarang dia ada di hotel tempat tuan besar atau kakek twins D.


"Kau sudah sadar Zi?"


"A.. Arick"


"Hay..lama tak bertemu"


"Pe..per..hi..perg..I"


'Tenang Zi jangan takut..jangan takut..lawan Zi lawan..c'mone you can do it' batin Zizi menguatkan dirinya dan melawan ketakutannya.


"Zi..please dengerin penjelasan ku dulu oke"


"Men..jau..h"


"Ok..sorry..dengerin aku dulu habis itu baru terserah kamu mau maafin aku atau nggak itu terserah kamu Zi"


Zizi tak berani menatap Arick..dia terlalu ketakutan..traumanya membuat dia menjadi sedikit berbeda..Arick tau jika akan begini maka dari itu dia berusaha keras untuk tetap sabar.


"Kurang lebih beberapa tahun yang lalu ibuku bertemu dengan ayahmu dan juga ibumu di cafe dekat rumahmu..mereka membahas Mengani perjodohan antara kamu dan aku tapi bukan perjodohan biasa..mereka menjualmu pada ibuku dengan bayaran sebuah perusahaan yang tengah berkembang..


Ibu menolaknya karena bagaimanapun juga dia tak mungkin membeli anak karena dia juga punya anak dan jika hal seperti itu terjadi pada nya pasti dia akan sangat menyalahkan dirinya..hingga ibuku meminta ayahmu menyelidiki tentangmu dan keluarga mu sampai pada akhirnya ibu dan ayahku tau bahwa kamu bukan anak kandung dari keluarga itu..


Ibuku berniat ingin membebaskan mu dari belenggu keluarga mu tapi naas ibuku malah di sekap dan di siksa, bahkan orang tua mu meminta bayaran sebagai penebusan jika ibuku selamat...


Di saat terakhir nya ibuku sempat menyebutkan namamu dan membuatku salah mengartikan dan menganggap kau sebagai bentuk balasan dendam ibuku..


Maafkan aku Zi..aku sungguh tak tau jika kau bukan anak kandung mereka..maafkan juga atas kekeliruan ku selama ini..maaf aku sempat menyiksamu bahkan membuatmu koma dan sekarang aku membuatmu trauma..lakukan apapun yang ingin kau lakukan Zi..balaskan kesakitanmu padaku Zi..aku siap bahkan jika kau meminta nyawaku aku rela memberikannya..maafkan aku Zi"