ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_48



"Pagi dad..sarapan dulu marahnya nanti" sapa Arick sambil mengambil pasta di piringnya.


"Anak sialan..makanlah yang kenyang sebelum Daddy buat perutmu kosong" kesal tuan besar pada Arick


"Hahaha tidak apa-apa dad..aku bisa mengisi nya lagi"


"Sudah jangan melawak..cepatlah makan Daddy ingin bicara serius denganmu"


"Ok"


Tuan besar juga mengambil makanan yang ada di atas meja..ternyata kalau mau marah-marah juga butuh asupan dulu ya pemirsa.


Selesai sarapan Arick dan tuan besar menuju ruang kerja Arick..mereka akan berbicara bahkan baku hantam di tempat itu karena tak ingin para pelayan ketakutan ketika melihat mereka marah.


"Katakan dad..aku sudah siap"


"Apa kau sudah menemukan gadis itu?"


"Belum..bukankah Daddy tau dimana dia?"


"Tentu karena selama ini Daddy yang melindungi nya dari lelaki brengsek seperti mu..tuan Gio juga membantu Daddy dalam mengawasi gadis itu dan kedua anaknya"


"Anak kami dad"


"Anak kalian..hahahaha darimana nya Arick..kau bahkan sampai menyiksa dia hingga sakit bukan..kau pikir kelakuan mu yang seperti itu masih pantas untuk di maafkan?"


"Ya Arick tau Arick salah dad..Arick sedang berusaha supaya Zizi bisa memaafkan Arick"


"Dengan mudahnya kau mengaku salah setelah kau di tinggal pergi hah..lalu dimana nurani ketika kau memukuli nya hah..kau bahkan merenggut kehormatannya secara paksa setelah meninggalkan trauma yang dalam untuk gadis itu..kau tau ketika dia mengetahui dia hamil anakmu dia bahkan hendak mengakhiri hidupnya karena dia berfikir bagaimana jika kau tau dia membesarkan anakmu dan kau masih membenci nya..dia takut jika nanti kau akan menyakiti anaknya ketika tau jika kalian memiliki anak..sebesar itu kau berikan luka pada gadis itu Arick..


Apa kau pikir mommy mu bahagia melihat anaknya menjadi lelaki brengsek di sini..tidak Arick..tidak..mommy akan sangat kecewa melihatmu menyiksa gadis baik-baik yang tak ada hubungannya dengan kematiannya..kau tau gadis itulah yang membantu mommy sampai dia sendiri di siksa bahkan nyaris mati oleh bedebah itu dan kau malah menyiksanya lagi tanpa mencari tau kebenarannya..kau lelaki bajingan Arick"


Bughhhh.....


Tuan besar menghajar Arick tanpa ampun..Arick hanya diam menerima setiap pukulan dari tuan besar..dia sangat amat menyesal sekarang..dia salah sasaran.


"Dad..bi..sa.kah..ak..u..ber..te..mu..z..zi..zi..uhukkk"


"Untuk apa hah..kau mau menyiksanya lagi setelah berhasil bertemu hah..jangan mimpi brengsek"


"Tidak..dad..uhukk..Arick.ingi..n..memi..nta..maaf..pada..zi..zi..uhukk"


"Cih..apa kau pikir gadis itu mau bertemu denganmu hah..tidak mudah Arick..dia masih trauma denganmu"


"Please dad uhukk.. please"


"Sudahlah jika waktunya tiba nanti kalian pasti akan bertemu itupun jika dia belum mencari Daddy untuk kedua anaknya"


"N..no..dad..Zizi..mi..milik..Arick"


"Siapa kau mengklaimnya milikmu..kau saja kasar dan tak berperasaan terhadapnya"


Arick tak menjawab..dia tak rela Zizi di miliki pria lain..jika ada yang berani mendekatZizi maka akan dia pastikan berakhir di kandang buaya nya.


"Arick akan berusaha uhukk mendapatkan maaf Zizi dad..beri Arick kesempatan untuk melakukan itu dad..Arick mohon"


"Tidak untuk sekarang.. selesaikan urusan mu dulu baru akan aku temukan kau dengan mereka"


"Kau janji dad..kau tak bercanda kan?"


"Memang sejak kapan Daddy mu menjadi tukang ingkar janji hah?"


"Ok..Arick percaya..thank you dad"