
"Haishhh apa aku masuk angin..tapi seperti nya aku penegakan mengalami gejala seperti ini..toska..tidak mungkin..tapi bagaimana kalau benar terjadi apa yang akan aku lakukan.. anak-anak bahkan masih butuh ASI ku" Zizi galau.
Akhirnya demi menjawab pertanyaan dalam otaknya Zizi memberanikan diri untuk melakukan test terhadap gejala yang dia alami..apapun hasilnya dia akan menerimanya.
"Jika kau sudah ada di perut ku tidak apa..aku mensyukuri nya tapi jika belum semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan" Zizi
Tak berapa lama kemudian hasil testing nya keluar dan Zizi terbelalak melihat hasilnya..astaga dia sudah ada di perutnya..dia bahagia sangat bahagia.
"Kau sudah di sini sayang.. terimakasih sudah hadir di rahim mommy..bantu mommy mengerjai Daddy mu ya..biar mommy puas melihat wajah kesal Daddy mu" Zizi.
Zizi keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Arick yang masuk ke dalam kamarnya..dia hanya melengos melihat Arick kemudian dia hendak melangkah melewati Arick tapi tertahan dengan rengkuhan hangat Arick.
"Honey..jangan pergi..stay with me" Arick
"Lepas" Zizi
"No.. aku takkan mengijinkanmu menemui pria lain" Arick
"Arick lepas" Zizi
"No honey" Arick
"Huhh..baiklah terserah kau saja" Zizi
Zizi hanya bisa pasrah dengan dekapan Arick yang begitu kuat..anaknya juga suka dengan aroma Arick..astaga kenapa dia ingin lebih..hey Zizi sadar pembalasan mu belum selesai.
"Lepas Arick aku mau melihat anak-anak" Zizi
"Bersama honey" Arick
"Ck..kau itulah kenapa sih?" Zizi
"Kau yang kenapa honey" Arick
"Aku..kenapa aku..aneh kau ini" Zizi
"Kau yang aneh honey karena ingin mencarikan Daddy baru untuk anak-anak" Arick
"Huhh memang kenapa?" Zizi
"Aku tidak mau..jelas kau dan anak-anak adalah milikku jadi tidak ada yang boleh memilikinya selain aku" Arick
"Memang kau ini siapaku..suami..tunangan..atau pacar?" Zizi
"Honey..waktu itu aku kan sudah melamar mu tapi kau pergi begitu saja" Arick
"Jadi itu salahku?" Zizi
"So?" Zizi
"Honey maaf aku salah ngomong" Arick
"Lepas" Zizi
"Honey..maaf" Arick
"Lepas atau aku pergi" Zizi
"Baiklah " Arick
Akhirnya Arick melepaskan pelukannya dengan berat hati..Zizi melangkah keluar dari kamar dan menuju kamar anak-anak..dia menghubungi seseorang yang akan membantu memuluskan langkahnya.
"Persiapkan segalanya besok..jangan sampai gagal atau aku akan marah besar padamu" Zizi
"......."
"Bisa di atur..tugasmu membuat Arick menuju tempat dimana acaranya berlangsung" Zizi
"......."
"Iya aku sudah mengkonfirmasi Daddy juga..dia setuju dengan rencana ku" Zizi
"........"
"Ya sudah besok jemput aku ah minta siapa itu namanya ah ya Sean untuk menjemput ku besok dan kau membawa anak-anak pergi ke rumah Daddy" Zizi
"........"
"Hey kau dan semuanya saja tega mengeprank ku masa aku tidak boleh membalasnya..mau ku hajar kau" Zizi
"........"
"Baiklah bye" Zizi
Zizi meletakkan ponsel nya lagi dan melanjutkan kegiatan bermain nya dengan anak-anak..dia tidak sabar dengan acara besok..ah hormon nya sudah mulai merajalela.
"Boys..kalian bantu mommy ya besok..jangan rewel" Zizi
Sedangkan Arick dia sedang duduk di balkon dengan pikiran melayang entah kemana..dia bahkan sempat membayangkan Zizi bergandengan dengan seorang lelaki yang mana lelaki itu adalah calon Daddy baru untuk anak-anak nya..astaga gila..ini gila.
"Arghhhhhh" Arick