ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_56



Zizi menyerahkan susu itu pada Darrel..Zizi hanya membuat satu untuk Darrel karena Darren sudah di buatkan oleh Arick..dia tak menyangka bahwa Arick bisa membuatkan anaknya susu tanpa bantuan nya.


"Zi"


"Hm"


"Ayo kita menikah"


Trangggg......


Botol susu yang Zizi pegang jatuh ke lantai seketika Zizi menoleh pada Arick dengan tatapan mata yang nyalang dan tajam seakan ingin menelan Arick hidup-hidup.


"Hey jangan melihatku begitu..kau menakutkan honey"


"Jangan ucapkan kata-kata yang tidak akan sanggup untuk kau jalani"


"Hey aku serius honey..ayo menikah kita rawat anak-anak bersama-sama"


"Tidak"


"Why Zi?"


"Diam dan pulanglah"


"Baiklah aku akan membuatmu menerima pinangan dari ku secepatnya"


Zizi hanya mengangkat bahunya acuh..dia tak menganggap serius kata-kata Arick..dia hanya menganggap Arick sedang melantur.


"Pulanglah"


"No aku akan tinggal di sini selama kau tak mau ikut denganku ke rumah"


"Kau gila?"


"No I'm serious"


"JANGAN MIMPI..PERGI"


Arick menulikan telinga nya dia tak mendengarkan Omelan Zizi..baginya Omelan Zizi sudah seperti musik..Arick lebih baik baik mendengarkan Omelan Zizi daripada hening dan acuh.


Arick membawa kedua anaknya dengan sekali gendong dan itu membuat Zizi frustasi karena takut jika anaknya bisa jatuh.


"ARICK KAU GILA HAH..TURUNKAN MEREKA ASTAGA"jerit Zizi ketika melihat Arick menggendong keduanya secara bersamaan.


"Kau gila menggendong merkw bersamaan..bagaimana kalau jatuh astaga turunkan Arick cepat"


Arick tertawa geli melihat kekhawatiran Zizi yang wajar..Arick senang Zizi begitu sayang pada anak-anak nya..tentu saja bodoh mereka juga anak-anak Zizi.


"Hey mereka aman di gendongan ku..lihatlah bahkan mereka tak bergerak karena saking nyamannya"


"No..cepat turunkan astaga"


"Sudah diamlah lebih baik kau siapkan sarapan untuk kita atau kau mau aku bawa mereka ke dapur untu__"


"Jangan gila kau brengsek..berani kau membawa mereka ke dapur ku potong masa depanmu"


"Wow..kau menakutkan mommy"


"Tutup mulutmu"


"Hahahaha..ok honey aku menjaga mereka dulu dan kau siapkan makanan untuk kita


oke love you sayang"


"Cih..mimpi saja kau"


Arick hanya tertawa ..dia senang menggoda Zizi..baginya menggoda Zizi adalah suatu kewajiban tersendiri bagi nya yang harus dilakukan nya.


*


*


"Dasar manusia gila..dulu ingin membuat ku menderita sekarang meminta menikah otaknya sedang terbalik ku rasa..huhh"


Zizi memasak makanan untuknya dan Arick karena Fiora ada urusan di luar dan mungkin akan kembali setelah dua atau tiga hari lagi.


Sebenarnya Zizi terbangun dengan kehadiran Arick tapi lagi dan lagi egonya mengalahkan realita yang ada..dia masih kesal dan jengkel dengan Arick entahlah dia hanya kecewa..dia ingin melihat seberapa besar nya usaha Arick untuk mendapatkan kepercayaan nya lagi.


Sementara Arick dia tengah bermain dengan kedua anaknya..di gelitiki hingga ci Luk ba dan membuat mereka tertawa bahkan tawa mereka sampai terdengar hingga dapur.


Zizi tersenyum mendengar tawa kedua anaknya yang lepas..dia menghangat perasaan nya..terharu karena merasa bahagia bisa melihat dan merasakan kebahagiaan kedua anaknya.


"Semoga kebahagiaan ini tidak cepat berlalu.. terimakasih tuhan telah memberikan mereka sebagai pelengkap kebahagiaan ku"


Selesai dengan makanannya kini Zizi menghidangkan makanan itu di atas meja..dia memanggil Arick untuk makan karena anak-anak pasti sebentar lagi tidur.