
"Siapa dia Arick?" tanya Zizi dengan suara bergetar.
Arick..jangan di tanya perasaannya sudah seperti kertas dalam air hancur..sakit sekali melihat wanita yang kita cintai hampir menangis..sialan kau Arick.
"Oh..dia__" Arick
Belum sempat Arick menyelesaikan perkataannya Via sudah memotong nya terlebih dulu.
"Dia Daddy dari anak-anak ku..apa kau tak memberitahu nya..astaga padahal aku sekarang sedang mengandung lagi ya tuhan" Via
Zizi benar-benar merasa sangat hancur..bahkan air matanya sudah meluncur bebas tanpa hambatan..dia benar-benar tak menyangka masih ada wanita lain yang Arick hamili..astaga apa yang harus dia lakukan.
"Selamat untuk kehamilannya..semoga baby dan anda selamat sampai lahir nanti..Arick maaf aku tak bisa tinggal di sini lagi..kau tenang saja kau tetap boleh menjenguk anak-anak jika kau rindu..kau harus adil pada anak-anak yang lain juga karena mereka juga butuh kasih sayang mu..aku permisi"
Zizi berlari menuju kamar nya dan membereskan barang-barang nya..dia akan pergi menjauh dari Arick tapi tidak akan merenggut kasih sayang anak-anak..untuk sementara dia akan menenangkan diri dulu sebelum bisa benar-benar berhadapan denganArick.
Sementara di bawah Arick langsung emnjitak kepala Via..astaga bisa-bisanya si bumil ini berkata seperti itu..huhh sungguh dia tidak tega dengan Zizi tapi ini semua ide Daddy nya.
"Astaga kau ini..bumil memang menyebalkan ya..kenapa harus berkata begitu sih..kan dia jadi sedih" Arick.
"Tidak apa-apa lagian semakin seru kan?" Via
"Huhh..hey baby nanti kalau kau lahir jangan ikuti sifat mommy mu yang nakal ya" Arick.
Arick hendak melangkah menuju kamar Zizi tapi di cegah Via..dia tidak akan membiarkan Arick menyusul Zizi karena bisa membuat rencananya Gatot alias gagal total.
"Ehh mau kemana?" Via.
"Mau menyusul calon istri ku" Arick.
"Tidak bisa" Via.
"Why?" Arick
"Kalau kau menyusul nya maka rencana kita akan berantakan bodoh" Via
"Kau tak melihat dia menangis sudahlah biar aku sendiri yang melamarnya dengan cara ku sendiri..kalian malah membuatnya sedih" Arick
"Astaga..kau memang adiknya tuan Gio kalian sama saja" Arick.
*
*
"Dad sudah lah aku tak tega melihat Zizi menangis terus" Arick.
"Baiklah.. sepertinya sudah cukup kejutannya" tuan Jarred.
"Syukurlah..aku benar-benar akan gila jika ini masih berlanjut" Arick
"Tenang saja Arick..sekarang di rumah tidak ada sesiapapun..lampu juga sudah di padamkan..kau hanya perlu memberikan sebuah drama yang akan membuat Zizi marah lalu kami akan keluar setelah drama kalian selesai" Gio
"Astaga kalian ini ck" Arick
Sementara yang lainnya hanya tertawa mendengar Arick menggerutu kesal..ya hari ini adalah ulang tahun Zizi..selama dari pagi hingga menjelang malam mereka sudah membuat sebuah drama yang membuat Zizi benar-benar emosi.
Mereka juga akan mengorbankan Arick untuk Zizi hajar nantinya..mereka tau pasti kalau Zizi benar-benar ingin menghajar orang jika mengetahui bahwa dia di prank.
*
*
"Zi"
"Awas Arick aku akan pergi dari sini.mkau bertanggung jawab lah pada mereka" Zizi
"Hey dengarkan aku dulu" Arick
Plakkkk......
"MINGGIR KAU SIALANNNN" Zizi