
"Mister maaf saya tidak tau jika nona ada di sana tadi..maaf mister" jelas Zemi yang memang baru sadar setelah Arick memindahkan Zizi.
Arick tak menjawab namun tatapannya terkunci pada tamunya yang tak lain adalah kliennya sendiri..sungguh ingin sekali Arick menguliti kliennya itu.
"Kau boleh keluar Zemi" ucap Arick pada Zemi.
"Baik mister" Zemi patuh.
Setelah kepergian Zemi kini Arick mendekati sang klien..klien Arick juga salah tingkah di tatap begitu menyeramkan oleh Arick..astaga kenapa dia begitu menyeramkan sih.
"Apa saja yang anda lihat tuan Martin Garrix?" tanya Arick dengan raut menyeramkan dan suara yang tak bersahabat sama sekali.
"Mak.. maksud anda apa tuan Arick?" tanya sang klien seolah-olah tidak tau yang Arick maksud.
"Saya punya 2 pilihan untuk anda taun Martin Garrix..satu anda jujur tapi hukumannya tak terlalu kejam atau dua anda tidak jujur tapi langsung mati di sini dengan pernah yang sudah ku siapkan untuk para manusia tidak jujur seperti anda?" tanya Arick memberikan dua pilihan pada kliennya dengan masih mode sabar.
"Tuan..tuan maafkan saya..saya tidak tau jika wanita itu ada di sana dan saya tidak sengaja melihat nya tuan..maafkan saya" tuan Martin berkilah.
"Anda kenal siapa saya?" Arick
"Ya..saya kenal anda siapa dan saya sangat mengenal anda tuan" Martin
"Kalau anda mengenal saya dan sangat mengenal saya berarti anda seharusnya tidak perlu berbohong untuk menyelamatkan diri sendiri tuan Martin" Arick
"Tuan..sa..saya benar-benar minta maaf tuan" Matin.
"Apa saja yang anda lihat?" Arick mengulang kembali pertanyaan nya.
Arick mengambil pedang itu dan mengeluarkan nya dari sarung nya kemudian dia mengelap pedang itu dengan kain khusus yang dia gunakan untuk melap pedang itu sebelum di gunakan untuk menebas kepala manusia yang tak tau di untung.
Tuan Martin hanya gemetaran dan menelan Saliva nya secara kasar..dia bahkan kesulitan untuk bernafas kala sudah melihat pernah yang Arick pegang saja.
"Jadi..anda tak mau jujur?" tanya Arick.
"Tuan maafkan..baiklah saya jujur..saya melihat dada dan paha wanita itu tuan..maafkan saya yang tak sengaja tuan" ucap tuan Martin.
Arick geram setelah mendengar pengakuan dari kliennya..sialan berani-beraninya dia melihat benda kesayangan nya itu tidak bisa di biarkan.
Sreeetttt......
Satu lengan tuan Martin putus begitu saja karena gerakan tangan Arick lebih gesit dari yang tuan Martin duga..tuan Martin menjerit keras dan itu tentu saja membuat Zizi terbangun dan terkejut.
Kepala Zizi sakit juga perutnya sedikit melilit karena secara reflek dia duduk dan tak memperdulikan perutnya. dia meringis dan memanggil Arick karena begitu sakit..dia tak sanggup berdiri.
"Arickkkkkkk" teriak Zizi.
Arick seakan baru sadar bahwa di dalam ruangannya tidak hanya ada dia dan Martin tapi ada Zizi juga..sialan dia tidak sadar akan hal itu.
"Zemi bawa Martin sialan ke villa kematian dan lemparkan dia kedalam kolam buaya kesayanganku" ucap Arick lewat intercom.
Zemi bergegas menuju ruangan Arick..dia melihat tuan Martin tengah kesakitan memegang tangan nya yang sudah tak memiliki lengan.. Zemi tau ini pasti tamunya telah melakukan kesalahan hingga membuat misternya murka.
"Ck..anda masih saja cari mati taun Martin..baiklah jika itu yang terbaik lebih baik anda memang mati" ucap Zemi membawa tuan Martin lewat pintu rahasia di salah satu sudut ruangan dekat ruangan Arick berada.