ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 40



"Keringanan ck..ternyata kau bodoh ya Zemi..kau bodoh dalam memilih wanita..ck..kau di pecat..tidak akan ada lagi yang mau menerima mu di perusahaan manapun..ku pastikan hidupmu menderita dan kau akan melihat wajah asli dari perempuan yang kau pilih" ucap Arick dengan geram karena baru kali ini Zemi bahkan melawan nya dia menggandeng Zizi dan meninggalkan Zemi dengan Frenchie.


Bughhhh......


Sebelum meninggalkan Zemi dengan Frenchie Zizi menghajar Zemi terlebih dahulu karena dia juga marah besar..jadi ini yang membuat Fiora pergi dari negara ini..ck sampai kapan pun tidak akan dia restui Zemi dengan Fiora.


"Ingat ka Zemi..sampai kapanpun aku tidak akan merestui mu dengan Kaka ku jika ternyata kau menyesal akan pilihan mu..jika kau dan wanita mu tidak meninggalkan negara ini hari ini juga jangan salahkan aku melupakan hubungan lama mu dengan Arick suami ku" Zizi memperingati Zemi dengan dingin kemudian pergi meninggalkan Zemi dan Frenchie.


"Zemi..jadi mereka adalah bos uang kau katkan itu?" ucap Frenchie masih belum yakin


"Ya..ayo pergi" jawab Zemi lesu karena dia benar-benar merasa bersalah akan kejadian hari ini.


Frenchie jadi berpikir lagi.. bagaimana kalau Zemi benar-benar jadi seorang pengangguran..astaga bagaimana dengan kehidupan nya.. bagaimana dia bisa shopping.. bagaimana dia bisa melakukan perawatan di salon..astaga jika Zemi jatuh miskin maka dia akan meninggalkan nya ya dia akan mencari orang kaya lain untuk menopang kehidupan mewah nya.


*


*


"Aku benar-benar tidak menyangka ka Zemi benar-benar melawan mu sayang..astaga ingin rasanya aku hajar lagi dia tapi aku tidak mungkin melakukan nya aku masih sayang anak ku..cih lain kali jika kau bertemu mereka lagi awas saja akan aku habisi mereka berdua..pantas saja ka Fiora memilih pergi dari negara ini ternyata ini alasan nya..huhh aku lega dan bersyukur dia telah meninggalkan negara ini meski dengan hati yang hancur" omel Zizi sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah dan Arick hanya bisa mendengarkan saja omelan bumilnya.


Sampai lah mereka di rumah..Arick membantu Zizi keluar dari mobil karena perutnya membuat Zizi sulit untuk bergerak..dan Arick lah yang bertugas membantu sang istri.


"Pelan-pelan honey" ujar Arick sambil memegangi tangan Zizi dan keluar dari mobil.


*


*


"Arkhhh sshhhh..Arickkkkkk" teriak Zizi merasakan sakit di perutnya.


Arick berlari dari atas karena dia baru selesai dengan pekerjaan nya di ruang kerja nya..dia berlari mendekati Zizi dan bertanya.


"Honey ada apa..kenapa..apa ada yang sakit?" tanya Arick dengan wajah khawatir.


"Arkhhh aku huhhh mau melahirkan sshh" ucap Zizi terbata.


"What's.. melahirkan..astaga bukan nya masih ada beberapa hari lagi sayang..ayo ke rumah sakit" Arick jadi panik mendengar Zizi mau melahirkan dengan cepat dia membopong Zizi ke dalam mobil.


Selama di perjalanan Arick menghubungi ayah nya juga Fiora karena Fiora sudah datang ke negara itu sejak usia kandungan Zizi memasuki 9 bulan..Fiora meluncur ke rumah sakit begitu juga tuan Jarred beserta pengasuh dan twins D serta.


Sampailah mereka di rumah sakit..terlihat mobil Arick yang baru memasuki pelataran rumah sakit..Arick dan Zizi di sambut oleh beberapa petugas medis yang sudah bersiap atas perintah tuan Jarred.


"Arick.. bagaimana?" tanya tuan Jarred khawatir dengan kondisi Zizi.


Arick menggeleng menandakan bayi nya belum keluar..mereka menuju ruang bersalin..Arick ikut masuk menemani Zizi sesuai dengan apa yang dia rencanakan jauh-jauh hari sebelum nya.


"Bukaan nya sudah lengkap tuan..nona anda bisa mengejan Jiak mendapat dorongan dari dalam" ujar sang dokter memberi petunjuk pada Zizi.


"Aku tau dok..arkhhhhhhh" jawab Zizi lemah kemudian mengejan karena baby nya sudah ingin melihat dunia.


"Ayo honey kau bisa..kau kuat..kau hebat sayang..aku mencintaimu Zilea Madison" ujar Arick mengungkapkan kata-kata cinta terhadap Zizi.