ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_11



Arick masuk ke kamar setelah para perias pergi..dia masuk dan terperangah melihat penampilan Zilea..cantik dan..astaga kenapa gaunnya begiti terbuka..Zemi sialan.


"Arick..jangan melihatku seperti itu..aku malu"


"Ah..ma..maaf..sudah siap?"


"Sudah tapi_"


"Kenapa?"


"Gaunnya terlalu terbuka..aku tidak nyaman"


"Huhh..sial si Zemi sudah ku suruh cari gaun yang tak terlalu terbuka malah dapat model begini..awas kau Zemi" batin Arick panas melihat tubuh Zilea terekspos.


Arick membuka jasnya dan memasangkan nya pada tubuh Zilea agar tidak terlalu terekspos..entah kenapa dia tidak suka melihatnya.


"Sudah nyaman?"


"Sudah..terimakasih"


"Sama-sama..ayo"


Arick mengulurkan lengannya agar Zilea menggandengnya..dia sebenarnya taj suka bersentuhan dengan Zilea jika bukan untuk balas dendamnya maka sudah bisa di pastikan dia akan menghajar Zilea saat ini juga.


Mereka menuju sebuah mobil yang sudah terparkir rapih di halaman rumah Arick..itu adalah mobil hadiah dari Gio yang sudah dia anggap mobil kesayangannya.


Gio adalah bos sekaligus saudara yang terbaik yang pernah Arick punya..dia akan melakukan apapun untuk keluarga Wilson.


Selama dalam perjalanan Arick dan Zizi sama-sama diam entah kaku atau tidak terbiasa..Zizi juga baru pertama kali satu mobil dengan Arick dia takut untuk bersuara bagaimanapun dia belum tau kebiasaan Arick.


Sampailah mereka di sebuah gedung yang terbilang mewah..Arick dan Zizi turun dari mobil..Zizi terperangah melihat tulisan yang terpampang di hadapannya juga nama perusahaan yang dia yakini adalah perusahaan Arick.


"Ayo masuk"


Arick mengaitkan lengannya agar Zilea menggandengnya..dia berbisik pada Zizi sebelum sampai di dalam.


"Jangan makan ataupun minum yang bukan dariku kau paham?"


"I..ya"


Arick sebenarnya ingin membiarkan Zizi malu ataupun hancur tapi setelah di pikir-pikir lagi jika dia yang menghancurkan gadis itu akan jauh lebih menyenangkan daripada orang lain yang melakukannya.


Mereka menjadi pusat perhatian oara tamu undangan..sepasanv mata memandang mereka dengan pandangan nyalang seakan siap menerkam.


"Sial..siapa wanita yang tuan Arick bawa..brengsek tidak akan ku biarkan" ucapnya.


Acara pun di mulai..Arick telah selesai memberi sambutan pada para tamu undangan juga telah memotong kue sebagai tanda bahwa perusahaan yang dia dirikan sejak 8 tahun terakhir ini semakin sukses dan cemerlang.


Zilea hanya memandangi Arick dengan kagum..dia kagum pada Arick karena di usianya yang masih terbilang muda ini dia sudah menjadi pebisnis yang sukses tanpa bantuan keluarga.


Di saat Zizi tengah memandangi Arick yang tengah bergabung dengan rekan bisnisnya seorang wanita cantik juga berpenampilan sekseh mendekatinya.


"Hay" sapa wanita itu pada Zizi.


"Ah..hay" balas Zizi ramah.


"Kau sendirian?"


"Menurutmu?"


Wanita itu tampak tak suka dengan jawaban Zizi..dia menekan amarahnya.


"Maaf jika aku mengganggumu..kau menunggu siapa?"


"Arick"


"Oh..minumlah"


"Maaf..aku tidak minum"


"Kenapa..kau takut mabuk?"


"Tidak"


"Lalu?"


"Tidak apa"


Wanita itu benar-benar marah dia bersiap akan menumpahhkan minuman itu pada Zizi tapi sayang Arick datang lebih dulu membawa minuman yang Zizi yakini adalah jus.


"Zi"panggil Arick


"Arick..sudah selesai?" bukan Zizi tapi wanita itu.


"Ayo ikut" ajak Arick pada Zizi dan mengabaikan pertanyaan wanita itu.


Wanita itu sangat kesal dan marah..dia akan membalasnya nanti..lihat saja.