
Mereka masuk dan duduk di sofa ruang tamu..Zizi menatap wanita itu dengan tatapan aneh..entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang aneh.
"Jadi nona anda siapa dan ada urusan apa anda ingin mencari Arick?"
"Ah iya saya lupa..emm perkenalan saya Gia salah satu wanita yang dekat dengan Arick"
Duarrrr.......
Hati Zizi bak di terjang beton berkali-kali..sakit..ya itulah perasaan Zizi saat ini..salah satu wanita yang dekat dengan Arick..astaga apa selama ini ucapan Arick itu hanya bohong belaka.
"Hubungan anda dengan Arick..apa?"
"Oh bisa di bilang hmmm apa nona tidak tau kalau laki-laki dan perempuan dekat artinya ada sesuatu yang membuat nya dekat?"
"Haha..iya anda benar..tapi maaf Arick tidak di rumah dia sedang keluar"
"Oh begitu..padahal anak-anak saya sangat merindukannya huhh bagaimana ya?"
"A..Apa.. anak-anak.. maksud nya?"
"Iya anak-anak saya nona..Arick selalu berkunjung untuk menjenguk mereka tapi setelah beberapa bulan ini dia seperti tidak memperdulikan mereka lagi padahal mereka sangat rindu dengan Daddy nya"
"Dad..Daddy?"
"Iya nona..ah astaga saya jadi curhat..ya sudah kalau begitu saya permisi dulu nona..sampaikan kepada Arick jika dia sudah kembali"
"Ah..I..iya"
Gia pamit pulang karena tidak menemukan Arick..sedangkan Zizi dia sudah terduduk di lantai dengan kedua matanya yang sudah mengalir air mata.
Zizi tidak menyangka bahwa Arick ternyata sudah memiliki anak juga dari wanita lain..astaga dia wanita keberapa sebenarnya..kenapa sakit sekali sih..sialan memang si Arick.. brengsek.
Arghhhhhh..sialan kau Arick.. brengsekkkkkkk"
"Kau jahat Arick kau jahat..kenapa kau melakukan ini semua padaku hiks..kenapa kau masuk kedalam hidupku dan membuatku menjadi orang terbodoh Arick kenapa.. arghhhhhh sialan kau Arick sialannnnn"
"Seharusnya aku saat akan siapa diriku yang sebenarnya hiks.. aku sudah mencintaimu dengan tulus dan menerima bahkan memaafkan kesalahan mu di anda lalu tapi kau tiba-tiba menorehkan luka yang amat sangat dalam pada hatiku hiks..kau jahat Arick kau jahat"
Zizi kembali berfikir bagaimana nasib anaknya..mereka juga membutuhkan sosok ayah tapi dia tidak bisa egois dengan anak-anak lainnya yang juga membutuhkan sosok ayah sama seperti Darren dan Darrel.
Zizi begitu frustasi akan hidupnya..harus bagaimana dia menyikapi kondisi seperti ini..entah berapa banyak wanita yang Arick miliki dan hamili..Zizi benar-benar merasa terhina akan keadaannya sendiri.
Tak berapa lama kemudian pintu kembali di ketuk..Zizi menghapus lelehan air mata nya dengan segera..dia melihat siapa tamu yang datang.
Pikirannya melayang apakah tamu yang datang adalah salah satu wanita yang dekat denganArick juga..astaga kuatkah hatinya menahan sakit ini.
Pintu di buka dan terlihatlah seorang wanita tengah berdiri dengan di sampingnya seorang pria yang tak lain adalah Arick sendiri..apa lagi ini Tuhan..kenapa rasanya sakit sekali melihatnya berdampingan dengan perempuan lain.
"A..Arick..kau sudah pulang..siapa dia Arick?"
"Oh Hay Zi..kenalkan dia Via.. Via kenalkan dia Zizi"
"Hay Zi..aku Via"
"Ah..ha..Hay.. Zi.. Zi" ucap Zizi gagap.
"Arick anak-anak mana?" tanya Via.
"Oh ada di belakang bersama pengasuhnya"
"Panggilkan Christina dan Christian apa kau tak rindu dengan mereka?" tanya Via.
"Hahah..tentu rindu lah" jawab Arick gugup.
"Siapa dia sebenarnya Arick?" tanya Zizi dengan nada bergetar.